Ikut Nyoblos, 446 Penyandang Disabilitas Mental di Grogol Cukup Antusias

Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Ikut Nyoblos, 446 Penyandang Disabilitas Mental di Grogol Cukup Antusias
Sebanyak 446 penyandang disabilitas mental di Panti Sosial Bina Laras, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat ikut nyoblos. (Suara.com/M. Yasir)

Sunyoto mengatakan sejauh ini proses pemungutan suara bagi penyandang disabilitas di TPS Bina Laras berjalan dengan kondisif.

Suara.com - Sebanyak 446 penyandang disabilitas mental di Panti Sosial Bina Laras, Kecamatan Grogol, Jakarta Barat ikut berpartisipasi pada pemungutan suara Pemilu 2019. Mereka tampak berantusias menggunakan hak pilihnya, Rabu (17/4/2019).

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, terdapat empat tempat pemungutan suara (TPS) di Panti Sosial Bina Laras Grogol yakni TPS 022, 126, 127 dan 128.

Untuk memudahkan klasifikasi pemilih para penyandang disabilitas mental, dikenakan kaUs berkerah dengan berbagai warna yang disesuaikan dengan TPS masing-masing, seperti warna ungu, oranye, hijau, dan merah.

Sebelum mereka menggunakan hak pilihnya, para penyandang disabilitas mental tersebut terlebih dahulu dahulu dikumpulkan di lapangan yang berada di depan Panti Bina Laras. Sambil menunggu, mereka diajak bernyanyi oleh pembina Panti Bina Laras. Sementara, sebagian diarahkan menuju bilik suara secara bergantian.

Setelah memasuki TPS, para penyandang disabilitas mental langsung dibantu oleh pendamping petugas TPS. Mulai dari pengenalan surat suara, cara mencoblos, memasukkan surat suara ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta usai pencoblosan.

Ketua Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 022, Sunyoto mengatakan proses pemungutan suara di Panti Sosial Bina Laras Grogol sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Menurutnya, sejauh ini proses pemungutan suara bagi penyandang disabilitas di TPS Bina Laras berjalan dengan kondisif.

"Cukup antusias untuk memilih. Sejauh ini kesulitan tidak ada, semua berjalan dengan baik sejauh ini juga enggak ada kendala," tutur Sunyoto di Panti Sosial Bima Laras, Grogol, Jakarta Barat.

Menurut Sunyoto, pihaknya sejauh ini belum menemukan adanya kesulitan yang berarti dalam menyelenggarakan pemungutan suara bagi penyandang disabilitas mental. Sebab, pihaknya bersama KPU sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan simulasi pemungutan suara kepada para penyandang disabilitas mental.

"Sudah disosialisasikan, tapi untuk calon anggota legislatif segala macem, saya enggak bisa. Karena kita aja orang waras (bingung memilih) mana nih yang ini gitu kan. Lagi pula itu sudah disosialisasi dengan KPU langsung," kata dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS