PP Muhammadiyah: Pengerahan Massa Jika Pemilu Curang Hanya Gertakan Amien

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Kamis, 18 April 2019 | 12:42 WIB
PP Muhammadiyah: Pengerahan Massa Jika Pemilu Curang Hanya Gertakan Amien
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4).[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sempat menyebut akan mengerahkan massa jika terbukti ada kecurangan di Pemilu 2019. Terkait itu, pengurus Lembaga Hubungan dan Kerja sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah Hery Sucipto menyebut isu tersebut hanya sebatas ucapan politikus.

"Saya menyakini itu hanya gertakan saja, saya tidak percaya hal itu dilakukan," kata Hery Sucipto kepada Suara.com ketika ditemui di Depok, Jawa Barat, Kamis (18/4/2019).

Menurut Hery, jika itu dilakukan Amien, selaku pendukung Prabowo - Sandiaga merupakan tindakan 'bunuh diri'.

Meski demikian, ia menganggap positif penyataan Amien Rais tersebut, khususnya pada penyelengaran Pemilu yang harus serius. Lalu juga pesan kepada aparat TNI dan Polri bahwa harus netral.

"Hanya gertakan saja, hal itu pun pernah diutarakan pak Amien Rais ketika sedang jaya-jayanya tahun 1998 akan mengerahjan sejuta umat, tapi tidak jadi karena ada efek negatif," kata dia.

Sebelumnya, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebut demokrasi adalah sistem yang beradab. Karena itu, seharusnya pihak yang menemukan adanya kecurangan di Pemilu 2019 mentaati prosedur hukum yang sudah diatur.

"Semua pihak mestinya menaati prosedur hukum yang diatur Perundangan," kata Wahyu di Kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/3/2019) lalu.

Wahyu juga menyebut, pemilu adalah agenda dengan partisipasi yang luas. Maka ada sistem saling kontrol dalam pelaksanaannya, seperti Bawaslu dan saksi-saksi di tempat pemungutan suara (TPS).

Harus Ada Perbaikan di Pemilu 2024

Baca Juga: Soal Allan Nairn, Amien Rais: Siapa Itu? Sok Tau soal Prabowo

Hery Sucipto berharap Pemilu 2024 yang akan berlangsung lima tahun lagi bisa lebih baik dari Pilpres 2019 ini. Sebab, jangka waktu tahapan pemilu dan sosialisasi cukup lama.

Menurutnya, meski efektif dalam segi anggaran negara untuk membiayai pesta demokrasi, namun Pemilu serentak 2019 rumit.

"Kedepan diperbaiki, pemilihan serentak rumit. Pemilu serentak harus ada evaluasi, saya setuju sistem serentak diperhatankan tapi ada pembahruan," kata Hery Sucipto.

Kontributor : Supriyadi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI