Menang Quick Count Ma'ruf Tak Ingin Gegabah, Sindir Sujud Syukur Prabowo?

Iwan Supriyatna, Novian Ardiansyah

Kamis, 18 April 2019 | 14:50 WIB
Menang Quick Count Ma'ruf Tak Ingin Gegabah, Sindir Sujud Syukur Prabowo?
Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin (kanan) menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 di TPS 051, Koja, Jakarta, Rabu (17/4). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]

Suara.com - Calon Wakil Presiden Maruf Amin senada dengan Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal tidak terburu-buru mendeklarasikan kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat versi lembaga survei.

Keduanya sepakat bersabar menunggu penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Maruf berujar, pihaknya tidak ingin mendelegitimasi KPU dengan mengklaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat.

"Karena kita ingin menghormati aturan dan tidak ingin mendelegitimasi kedudukan KPU, seakan-akan KPU tidak kita perhatikan. Jadi kita ingin hormati lembaga yang punya kompetensi untuk memberikan pengumuman," ujar Maruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Secara pribadi, Maruf pun memberikan alasannya mengapa ia bersama Jokowi memilih bersabar untuk tidak mendeklarasikan kemenangan walaupun hasil hitung cepat menyatakan mereka unggul dari Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Kalau kita menyatakan menang sebelum pengumuman resmi, kayanya kok tidak etis. Walaupun orang semua sudah tahu kalau quick count itu biasanya itu yang terjadi," kata Maruf.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto berkeyakinan bahwa dirinya dan Sandiaga Uno menang dengan persentase 62 persen.

Prabowo pun langsung mengucapkan takbir sebanyak tiga kali dan diakhiri dengan sujud syukur sebagai bentuk ungkapan rasa syukurnya.

Bahkan Prabowo mengklaim hasil itu berdasarkan hitungan real count di ribuan tempat pemungutan suara atau TPS.

baca juga

Prabowo mengatakan hal itu dengan nada berapi-api dalam pidatonya di depan kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

"Ini berdasarkan hitungan real count di angka 62 persen," kata Prabowo.

Didampingi pimpinan partai koalisi dan pendukungnya dari berbagai ormas, Prabowo mengatakan bahwa hasil tersebut berdasarkan hasil ahli statistik yang menyatakan dirinya dan Sandiaga menang.

Prabowo juga mengklaim, angka persentase 62 persen itu tidak akan berubah banyak.

"Paling akan naik atau turun 2 persen," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Real Count KPU Jabar: Jokowi-Maruf 51,89 %, Prabowo-Sandiaga 48,11 %

Real Count KPU Jabar: Jokowi-Maruf 51,89 %, Prabowo-Sandiaga 48,11 %

News | Kamis, 18 April 2019 | 14:44 WIB

Prabowo Klaim Menang dan Sujud Syukur, Wakil Ketua PAN: Datanya dari Mana?

Prabowo Klaim Menang dan Sujud Syukur, Wakil Ketua PAN: Datanya dari Mana?

News | Kamis, 18 April 2019 | 14:31 WIB

Jokowi Ungguli Prabowo, Rupiah Sempat Menguat Rp 13.995 Per Dolar AS

Jokowi Ungguli Prabowo, Rupiah Sempat Menguat Rp 13.995 Per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 18 April 2019 | 14:24 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×