Ini Alasan Jokowi Kalah di Kampung Ma'ruf Amin

Iwan Supriyatna
Ini Alasan Jokowi Kalah di Kampung Ma'ruf Amin
Calon Presiden 01 Joko Widodo dan Calon Wakil Presiden 01 Maruf Amin. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten diduga tidak bekerja maksimal memenangkan Jokowi - Ma'ruf Amien.

Suara.com - Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten diduga tidak bekerja maksimal memenangkan Jokowi - Ma'ruf Amien. Sehingga, raihan suara paslon 01 itu diperkirakan lebih buruk dibandingkan 2014.

Saat Pilpres 2014, Prabowo - Hatta Radjasa mendapatkan 3.192.671 suara atau 57,10 persen. Sedangkan Jokowi - JK mendapatkan 2.398.631 suara atau 42,90 persen.

"Seharusnya TKD lebih militan dalam memperjuangkan Paslon Jokowi - Kyai Ma’ruf, bukan relawan yang jauh lebih militan," kata Leo Agustino, Pengamat politik dari Untirta Banten saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Sabtu (20/4/2019).

Leo mengaku melihat secara langsung di lapangan, bagaimana kinerja relawan dan mesin partai politik (parpol) bekerja.

Militansi dan soliditas relawan jauh lebih unggul dibandingkan parpol, yang memiliki modal financial lebih mapan.

"Selain itu, saya menilai TKD kurang berhasil bekerja sebagai Tim yang solid," terangnya.

Kekalahan Jokowi kedua kalinya di Banten, merupakan pengulangan Pilpres 2014. Meski Jokowi berkali-kali datang ke Banten, namun tidak memberikan efek positif dalam raihan suara Pilpres.

Begitpun para parpol koalisi, pada saat awal kampanye tidak berani memasang foto Jokowi - Kyai Ma'ruf Amien.

Lantaran para Caleg khawatir dengan isu negatif yang terus-menerus menyerang Jokowi. Seharusnya TKD mampu melawan isu itu secara massif.

"Karena khawatir jika memasang gambar Jokowi - Kyai Ma'ruf akan menggerus suara mereka. Celakanya isu itu kurang mendapat perhatian TKD, sehingga minim kaunter terhadap isu-isu miring," jelasnya.

Kontributor : Yandhi Deslatama

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS