Mahfud MD Dianggap Buat Gaduh, Jubir Demokrat: Katanya Mengerti Pancasila

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 April 2019 | 11:16 WIB
Mahfud MD Dianggap Buat Gaduh, Jubir Demokrat: Katanya Mengerti Pancasila
Mantan Ketua MK Mahfud MD. (Suara.com/Sri Handayani).

Suara.com - Juru Bicara Partai Demokrat, Imelda Sari menyindir mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. Pernyataan Mahfud yang disoal Imelda terkait pemetaan daerah Islam garis keras.

Imelda menganggap Mahfud MD semakin tua tidak semakin bijak, melainkan semakin membuat kegaduhan pasca Pemilu serentak 2019. Pernyataan tersebut disampaikan Imelda lewat cuitannya di akun twitter pribadinya, @isari68.

"Kata orang makin tua, makin bijak. Bukan makin tua, bikin gaduh dengan menebalkan polarisasi. Katanya Anda yang paling mengerti Pancasila Pak @mohmahfudmd," cuit Imelda, Senin (29/4/2019) pukul 08.28 WIB.

Imelda mengaku tidak terima Sumatera Barat (Sumbar) dianggap sebagai salah satu wilayah Islam garis keras oleh Mahfud MD. Menurut Imelda, Sumbar memberikan sumbangsih besar pada awal abad 20 lewat pendirian pesantren modern dan Sekolah Radja Buah.

"Anda tahu sumbangsih terbesar Sumbar awal abad XX? Pesantren moderen didirikan dan Sekolah Radja buah dari Politik Etis Belanda 1901," kata imelda.

Sebelumnya, Mahfud MD menyebutkan ada empat provinsi yang dianggap sebagai daerah garis keras. Namun daerah yang dianggap garis keras oleh Mahfud MD pada Pilpres 2019 pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menang.

Provinsi-provinsi itu adalah Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Selatan. Mahfud MD menyatakan hal itu dalam sebuah rekaman wawancara dengan sebuah stasiun TV.

"Kalau dilihat kemenangannya di provinsi yang agak panas pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi kemenangan pak Prabowo dulunya dianggap sebagai provinsi garis keras yah dalam hal agama, misalnya Jawa Barat, Sumbar, Aceh dan sebagainya, Sulsel juga. Sehingga rekonsiliasi ini penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu. Karena bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini akan maju kalau bersatu," kata Mahfud MD dalam video itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PKPI: AHY Tak Akan Bisa Bertarung di Pilpres 2024 dengan Modal Anak SBY

PKPI: AHY Tak Akan Bisa Bertarung di Pilpres 2024 dengan Modal Anak SBY

News | Selasa, 30 April 2019 | 10:50 WIB

Sebut Prabowo Unggul di Lokasi Islam Radikal, BPN: Mahfud MD Anti Pancasila

Sebut Prabowo Unggul di Lokasi Islam Radikal, BPN: Mahfud MD Anti Pancasila

News | Senin, 29 April 2019 | 18:55 WIB

Dua Partai Biru Diprediksi Bakal Membelot dari Kubu Prabowo ke Jokowi

Dua Partai Biru Diprediksi Bakal Membelot dari Kubu Prabowo ke Jokowi

News | Senin, 29 April 2019 | 15:15 WIB

Mahfud MD Tuding Refrizal Terprovokasi Said Didu soal 'Garis Keras'

Mahfud MD Tuding Refrizal Terprovokasi Said Didu soal 'Garis Keras'

News | Senin, 29 April 2019 | 13:01 WIB

Ungkap Alasan 'Garis Keras', Mahfud MD: Dulu Dikuasai GAM, DI/TII dan PRRI

Ungkap Alasan 'Garis Keras', Mahfud MD: Dulu Dikuasai GAM, DI/TII dan PRRI

News | Senin, 29 April 2019 | 12:40 WIB

Terkini

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 22:05 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:15 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:46 WIB

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:30 WIB

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:21 WIB

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB