Pascapemilu, Kapolda Metro Ingatkan Masjid Tak Dipakai untuk Memprovokasi

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Rabu, 08 Mei 2019 | 12:03 WIB
Pascapemilu, Kapolda Metro Ingatkan Masjid Tak Dipakai untuk Memprovokasi
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. (Suara.com/Arga).

Suara.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengintruksikan kepaada jajarannya bisa menciptakan suasana kondusif di DKI Jakarta pascapelaksanaan Pemilu 2019.

Gatot ingin anggota Polri mengawasi kegiatan di wilayahnya masing-masing terutama kepengurusan setiap mesjid. Pemantauan itu bersamaan dengan momentum Bulan Ramadan.

“Ingatkan tahmil-tahmil (pengurus-pengurus) masjid untuk menyampaikan hal-hal yang bisa menjaga situasi di tempat kita. Tidak untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang justru memprovokasi dan sebagainya," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Rabu (8/5/2019).

Dia berharap situasi di Jakarta tetap kondusif hingga penghitungan resmi diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019 mendatang. 

"Kalau ini bisa kita pertahankan insyaallah situasi yang kondusif ini bisa kita pertahankan sampai dengan tanggal 22 (Mei) nanti dan pasca itu juga kita pertahankan semuanya,” sambungnya.

Gatot juga meminta agar jajarannya menyampaikan mekanisme hukum jika ada pihak yang tidak setuju dengan hasil penghitungan oleh KPU.

“Saya yakin rekan-rekan yang ada di depan saya ini mempunyai jaringan-jaringan dan tinggal di lingkungan masyarakat dan banyak juga tokoh-tokoh yang dekat. Tolong sampaikan kita ini sebagai agen-agen untuk mewujudkan pendingin situasi di wilayah masyarakat,” jelasnya Gatot.

Pada kesempatan yang sama, Polda Metro Jaya juga memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi.

Mulai dari tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang berhasil membingkar praktik pembuatan materai palsu, anggota Satlantas yang menangkap pembunuh penari di Blitar, serta anggota Brimob yang meringkus sindikat pencurian sepeda motor.

baca juga

Polda Metro Jaya juga memberikan penghargaan kepada enam anggota Satgas Garuda II FPU yang melakukan misi kemanusian di Sudan selama 14 bulan. Enam orang tersebut ialah AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, AKP Heru Fahrian, IPTU Heru Erkahadi, Brigadir Yahtadi Aji Julloh, Brigadir Enggal Prasetyo, dan Briptu Muhammad Dharmawan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawaslu DKI Kantongi Identitas Pemesan Grab yang Bawa Ribuan Formulir C1

Bawaslu DKI Kantongi Identitas Pemesan Grab yang Bawa Ribuan Formulir C1

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 11:50 WIB

Real Count KPU Rabu Pagi: Prabowo Tertinggal 14 Juta Suara dari Jokowi

Real Count KPU Rabu Pagi: Prabowo Tertinggal 14 Juta Suara dari Jokowi

News | Rabu, 08 Mei 2019 | 06:19 WIB

Keok di Surabaya, Saksi Prabowo Enggan Tandatangani Hasil Rekapitulasi KPU

Keok di Surabaya, Saksi Prabowo Enggan Tandatangani Hasil Rekapitulasi KPU

Jatim | Rabu, 08 Mei 2019 | 04:56 WIB

Ormas Cipayung Plus Dukung KPU RI Tolak Delegitimasi Penyelenggara Pemilu

Ormas Cipayung Plus Dukung KPU RI Tolak Delegitimasi Penyelenggara Pemilu

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 20:14 WIB

Bantah Fahri Hamzah, KPU: 144 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Pemilu 2014

Bantah Fahri Hamzah, KPU: 144 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Pemilu 2014

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 18:35 WIB

Terkini

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

Harta Kekayaan KSP Listyo Sigit Prabowo Menurut LHKPN, Bebas Utang

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:15 WIB

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Oknum PNS di Siak Ditangkap, Diduga Setubuhi Anak 11 Tahun Berkali-kali

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 14:13 WIB

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

BSU 2026 Cair Rp 900 Ribu, Cek 5 Syarat Pekerja yang Berhak Menerimanya

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:11 WIB

×