Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2026 | 18:29 WIB
Buat 'Makam Reformasi', Mahasiswa UI Tutup Logo Makara dengan Kain Putih
Sekelompok mahasiswa dari aksi massa menutup logo UI pada aksi massa "#Reformati" di Tugu Makara UI, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (20/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
  • Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi #HitamkanUI di Tugu Makara pada Rabu sore, 20 Mei 2026.
  • Mahasiswa memproklamasikan kematian reformasi dengan menutup logo UI dan membuat makam simbolis sebagai bentuk duka mendalam.
  • Aksi tersebut dilakukan sebagai protes atas enam masalah fundamental, termasuk korupsi, nepotisme, dan penyalahgunaan hukum oleh penguasa.

Suara.com - Suasana di Tugu Makara Universitas Indonesia (UI) mendadak kelam pada Rabu sore (20/5/2026). Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) UI menggelar aksi simbolik bertajuk #HitamkanUI.

Bukan sekadar demonstrasi, aksi ini adalah proklamasi atas apa yang mereka sebut sebagai "Kematian Reformasi".

Berdasarkan pantauan Suara.com, massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 17.15 WIB dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka mendalam.

Pemandangan mencolok terlihat saat peserta aksi menutup logo kebanggaan UI pada Tugu Makara dengan kain putih.

IKM UI memaknai aksi sebagai kematian atas reformasi yang telah diperjuangkan sejak 28 tahun lalu, yang tertuang dalam enam tuntutan.

Kematian itu diartikan sebagai ketakutan negara pada rakyat yang turun ke jalan untuk demonstrasi dibandingkan pada ketidakadilan, korupsi, kolusi, dan nepotisme yang bercokol dalam institusi negara.

Dalam aksinya, IKM UI juga membuat 'makam reformasi' bertuliskan R.I.P Reformasi yang sekelilingnya terdapat 12 lilin yang menyala.

Sebuah peragaan berbentuk makam dengan batu nisan yang terbuat dari kardus bertuliskan "R.I.P REFORMASI" dalam aksi massa "#Reformati" di Tugu Makara UI, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (20/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)
Sebuah peragaan berbentuk makam dengan batu nisan yang terbuat dari kardus bertuliskan "R.I.P REFORMASI" dalam aksi massa "#Reformati" di Tugu Makara UI, Universitas Indonesia, Depok, Rabu (20/5/2026). (Suara.com/Cornelius Juan Prawira)

IKM UI menegaskan bahwa hukum kini bukan lagi pelindung masyarakat, melainkan alat intimidasi untuk menjaga singgasana kekuasaan. Ada enam alasan fundamental yang melandasi mosi "Kematian Reformasi" ini:

  1. Hukum telah ditekuk untuk menjadi tameng bagi penguasa dan pedang bagi rakyat kecil. Benar sudah bahwa negara ini tidak lain dari negara kekuasaan.
  2. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme tidak lagi menjadi musuh negara. Ia telah dinormalisasi, dilembagakan, dan diwariskan dalam setiap sekat pemerintahan.
  3. Sistem ekonomi kerakyatan telah dikebiri lewat pelepasan tanggung jawab negara atas pemenuhan hajat hidup orang banyak dan penyerahan kedaulatan sumber daya alam pada segelintir oligarki.
  4. Negara dengan sengaja memelihara ketiadaan keadilan. Penghapusan sejarah dan upaya-upaya lainnya untuk membuat generasi baru melupakan trauma masa Orde Baru.
  5. Hantu dwifungsi telah ditarik kembali dari neraka untuk menduduki ruang-ruang sipil melalui regulasi yang cacat formil dan materiil
  6. Penggaungan “Era Reformasi” di buku-buku pelajaran akan perlahan menjadi dongeng pengantar tidur. Reformasi telah benar-benar mati di tangan-tangan yang haus akan kekuasaan.

Reporter: Cornelius Juan Prawira

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Ketika Aktor Asing Bermain di Narasi "Antek Asing"

Liks | Senin, 18 Mei 2026 | 22:10 WIB

Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi

Bakar Semangat Mahasiswa UI, Afi Kalla: Industri Besar Mulai dari Garasi

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:05 WIB

Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI

Klarifikasi Tanggapi Aksi Demonstrasi di Pematang Siantar: Bukan Bagian BNI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 07:29 WIB

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Sabrina Chairunnisa Kecewa Sanksi UI, Minta 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di-DO

Entertainment | Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB

Terkini

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

Indonesia Lanjutkan Perjuangan Tata Kelola Royalti Digital di Forum Hak Cipta Dunia

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:24 WIB

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

Delapan Dosen UPN Veteran Yogyakarta Dilaporkan dalam Dugaan Kasus Kekerasan Seksual

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:21 WIB

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

KPK Ungkap Banyak Stakeholder Pendidikan dan Kesehatan Teriak Gegara Anggaran MBG

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:14 WIB

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

PDIP Respons Pujian Prabowo: Kami Tak Nyinyir, Tapi Tetap Kritis

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:13 WIB

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

Viral Dugaan Jual Beli Kartu Layanan Gratis TransJakarta, Pemprov Selidiki

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:02 WIB

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:48 WIB

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:45 WIB

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Vladimir Putin Sebut Hubungan Rusia-China Capai Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:44 WIB

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

Uni Eropa dan AS Capai Kesepakatan Sementara Aturan Tarif Datang

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:42 WIB

Dasco Sebut Pujian Prabowo untuk Megawati dan PDIP Keluar dari Lubuk Hati yang Paling Dalam

Dasco Sebut Pujian Prabowo untuk Megawati dan PDIP Keluar dari Lubuk Hati yang Paling Dalam

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 17:39 WIB