5 Fakta Penangkapan Teroris Bogor, Juru Parkir yang Rencana Serang 22 Mei

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 18 Mei 2019 | 21:23 WIB
5 Fakta Penangkapan Teroris Bogor, Juru Parkir yang Rencana Serang 22 Mei
Olah TKP Densus 88 di rumah terduga teroris di Bogor, Sabtu (18/5/2019). (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri berhasil mengamankan seorang terduga teroris berinisial E atau dikenal Pak Jenggot di Kelurahan Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, jumat (17/5/2019). Pelaku diketahui akan melancarkan aksi teror bom pada 22 Mei di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, jakarta Pusat.

Dalam penangkapan tersebut sang istri juga turut diamankan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, sang istri diduga kuat juga ikut terpapar paham radikalisme seperti sang suami berinisial E.

Berikut Suara.com merangkum sejumlah fakta dibalik penangkapan E yang berencana beraksi pada 22 Mei tersebut.
1. Jadi Juru Parkir
Terduga teroris berinisial E atau kerap disapa Pak Jenggot itu dikenal oleh warga sekitar sebagai juru parkir di Jalan Raya Bogor, tepatnya di depan pabrik PT Bintang Mas, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Warga sekitar tak menyangka bila Pak Jenggot ternyata telah menyiapkan rencana untuk beraksi meneror bom. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan pada Pak Jenggot yang teribat jaringan terorisme itu.

Penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 di Bogor, Jawa Barat. (dok. polisi).
Penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 di Bogor, Jawa Barat. (dok. polisi).

"Dia kerjaanya juru parkir di Bintang Mas. Sudah lama banget dari zaman dia masih muda. Kita enggak curiga enggak nyangka. Kalau dibilang tertutup ya bisa paling keluar kalau ada kegiatan agama aja," ungkap seorang warga sekitar, Heri.

2. Sempat ke Suriah
Pak Jenggot sempat brencana untuk bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah pada 2014 hingga 2015. Namun, rencananya tersebut gagal lantaran ia ditangkap saat hendak masuk Suriah melalui Turki, ia pun dideportasi ke Indonesia.

Penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 di Bogor, Jawa Barat. (dok. polisi).
Penangkapan terduga teroris oleh tim Densus 88 di Bogor, Jawa Barat. (dok. polisi).

"Pak jenggot sendiri pengalamannya juga sebagai deportan, dia sudah berangkat ke ISIS ke Suriah, cuma belum masuk Suriah dia ditangkap di Turki. Dari Turki kemudian dideportasi ke Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

3. Siap Beraksi 22 Mei
Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, target utama Pak Jenggot adalah thogut yakni aparat kepolisian yang sedang bertugas. Ia pun akan memanfaatkan situasi keramaian pada tanggal 22 Mei di depan KPU sebagai target melancarkan aksi.

Massa HMI bakar ban saat berunjuk rasa di gedung KPU RI. (Suara.com/Muhammad Yasir).
Massa HMI bakar ban saat berunjuk rasa di gedung KPU RI. (Suara.com/Muhammad Yasir).

"Mereka mengikuti dinamika perkembangan masyarakat saat ini, mereka akan melakukan serangan terorisme, aksi terorisme bom baik itu suicide bomber, kemudian bom yang diletakkan, maupun serangan-serangan terorisme lainnya di tanggal 22 (Mei) ini, mereka memberikan pesan kepada jaringan internasionalnya Firki Abu Hamzah," ungkap Brigjen Dedi Prasetyo.

4. Pernah Serang Polres Surakarta 2016
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Pak Jenggot merupakan salah satu anggota kelompok teroris pecahan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) jawa Tengah. kelompok inilah yang pernah beraksi melakukan serangan di Polres Surakarta pada 2016 lalu.

Saat ini Pak Jenggot tergabung dalam jaringan terorisme yang terstrukur dikenal dengan Firqoh Abu Hamzah. Merekalah yang menjadi otak penyerangan Mapolres Surakarta 3 tahun lalu.

Barang bukti terkait penggerebekan terduga teroris di Bogor. (dok. polisi).
Barang bukti terkait penggerebekan terduga teroris di Bogor. (dok. polisi).

"Ada beberapa kasus yang terjadi, pertama dia melakukan serangan terorisme dengan sasaran Mapolres Surakarta. (Otak penyerangan Mapolres Surakarta) kelompok ini Firqoh Abu Hamzah," ungkap Brigjen Dedi Prasetyo

5. Bom Sudah Dimusnahkan Polisi
Dari kediaman pelaku Pak Jenggot, polisi menemukan sebanyak 6 bom siap diledakkan. Pak Jenggot sendiri diketahui menjadi ahli dalam merakit bom.

Barang bukti terkait penggerebekan terduga teroris di Bogor. (dok. polisi).
Barang bukti terkait penggerebekan terduga teroris di Bogor. (dok. polisi).

Keenam bom siap diledakkan itu pun diamankan oleh polisi. Bom tersebut dibawa menuju ke sebuah tanah lapang tak jauh dari Stadion Pakansari, Bogor untuk dimusnahkan oleh tim penjinak bom Densus 88 Antiteror yang dipimpin oleh Kapolres Bogor AKBP AM Dicky. Proses pemusnahan bom dilakukan pada Sabtu (18/5/2019) siang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terduga Teroris Ditabrak Polisi saat Mau Kabur Pakai Sepeda Motor

Terduga Teroris Ditabrak Polisi saat Mau Kabur Pakai Sepeda Motor

Jabar | Sabtu, 18 Mei 2019 | 18:54 WIB

Ditangkap, Juru Parkir yang Mau Ledakkan Bom di KPU Tanggal 22 Mei

Ditangkap, Juru Parkir yang Mau Ledakkan Bom di KPU Tanggal 22 Mei

Jabar | Sabtu, 18 Mei 2019 | 16:23 WIB

Ditangkap, Teroris Bogor Siapkan 7 Bom buat Thogut depan Gedung KPU 22 Mei

Ditangkap, Teroris Bogor Siapkan 7 Bom buat Thogut depan Gedung KPU 22 Mei

News | Sabtu, 18 Mei 2019 | 14:59 WIB

Terkini

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:54 WIB

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Masuk 10 Besar Pelestari Budaya di Festival Piala Presiden

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 19:29 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

FBI Gagalkan Serangan di Acara HUT Trump: Drone, Sniper, hingga Penyerbuan Gedung Putih

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:49 WIB

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

Menkes Budi dan Direksi BTN Jadi Guide Runner Pelari Disabilitas di 5K BTN JAKIM 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:33 WIB

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

Lawatan Prabowo Jadi Sorotan: Investasi Asing Lesu, Beban Ekonomi Rakyat Malah Naik

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:28 WIB

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

Jakarta Core: Ketika Anak Muda Belajar Jatuh Cinta pada Kotanya Sendiri

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:26 WIB

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:11 WIB

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

Insiden Taichung Taiwan: 6 dari 7 PMI yang Diamankan Berstatus Pekerja Kaburan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:10 WIB

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

Perubahan Iklim Masuk ke Ruang Kelas: Ketika Suhu Sekolah Mulai Mengganggu Proses Belajar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:00 WIB