- Pemerintah Oman menjadwalkan pemantauan hilal Syawal 1447 H pada Kamis malam untuk menentukan Idul Fitri 2026.
- Arab Saudi mengimbau masyarakat melihat hilal Rabu malam, 18 Maret 2026, berdasarkan kalender Umm Al Qura.
- Qatar juga meminta masyarakat yang melihat hilal Syawal segera melapor ke kantor kementerian di Doha setelah Magrib.
Suara.com - Pemerintah Oman mengumumkan akan melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal bulan Syawal 1447 Hijriah yang menandai berakhirnya Ramadan dan dimulainya Hari Raya Idul Fitri 2026.
Proses rukyat dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam waktu setempat.
Komite utama rukyatul hilal di Oman menyatakan pertemuan resmi akan digelar untuk mengamati bulan sabit.
“Komite utama pengamatan bulan akan berkumpul pada Kamis malam untuk melihat hilal Syawal tahun 1447 H,” bunyi pernyataan resmi otoritas setempat.
Pemerintah juga meminta masyarakat ikut berpartisipasi dalam pemantauan.
“Warga dan penduduk di seluruh wilayah diminta memperhatikan kemunculan hilal dan melaporkan jika ada pengamatan yang valid kepada komite terkait,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, Mahkamah Agung di Arab Saudi juga mengimbau umat Islam untuk melihat hilal pada Rabu malam, 18 Maret 2026.
Penentuan ini mengikuti kalender Umm Al Qura yang menyebut hari tersebut sebagai tanggal 29 Ramadan 1447 H.
Pengumuman resmi menyebutkan, “Jika hilal terlihat pada Rabu malam, maka Idul Fitri akan dimulai keesokan harinya. Jika tidak terlihat, maka Ramadan disempurnakan menjadi 30 hari.”
Di Qatar, Komite Penetapan Hilal di Kementerian Wakaf dan Urusan Islam juga mengeluarkan seruan serupa.
Warga yang melihat bulan sabit diminta datang langsung ke kantor kementerian di Doha untuk memberikan kesaksian.
Pihak komite menyatakan, “Siapa pun yang melihat hilal Syawal diminta hadir di kantor komite setelah salat Magrib untuk memberikan laporan resmi.”
Hasil rukyat di negara-negara Teluk tersebut akan menjadi acuan penting bagi banyak negara Muslim dalam menetapkan tanggal Idul Fitri 2026, yang diperkirakan jatuh pada 19 atau 20 Maret, tergantung hasil pengamatan hilal.
Kontributor: M. Faqih