Anies Baswedan di Tengah Huru-Hara 22 Mei

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 25 Mei 2019 | 07:10 WIB
Anies Baswedan di Tengah Huru-Hara 22 Mei
Sejumlah massa menyerang ke arah petugas kepolisian saat terjadi bentrokan Aksi 22 Mei di kawasan Slipi Jaya, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.

Suara.com - Situasi mencekam sempat menyelimuti beberapa wilayah di Jakarta akibat kerusuhan yang terjadi pada 22 Mei 2019. Berbagai aktivitas warga hingga kegiatan perekonomian pun terganggu.

Petamburan, Slipi dan Thamrin hingga Sabang, Jakarta Pusat menjadi wilayah terdampak kerusuhan 22 Mei.

Mereka diduga massa bayaran yang memanfaatkan momen unjuk rasa penolakan hasil rekapitulasi Pilpres 2019.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan secara umum, ibu kota aman kala itu. Namun, ada banyak orang meragukan hal tersebut.

Jakarta Panas, Anies ke Jepang

Beberapa hari menjelang aksi 22 Mei benar-benar terlaksana, orang nomor satu di Jakarta yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan justru tak berada di kantor.

Anies Baswedan lebih memilih untuk menghadiri acara Pertemuan Tahunan Tingkat Tinggi Gubernur Wali Kota Urban-20 (U20) di Tokyo, Jepang. Anies Baswedan bertolak ke Jepang sejak Senin (20/5/2019).

Anies menjadi pembicara dalam tiga acara yang berbeda pada 20 Mei, dan menjadi panelis dalam sesi pertama tentang Climate Action pada 21 Mei 2019.

Bagi Anies, pertemuan ini sangat penting karena bisa berdiskusi dengan tokoh pemimpin di negara G20.

baca juga

“Pemimpin dari kota-kota global hadir. Jakarta juga berpartisipasi untuk terus menunjukkan, kami siap menjadi salah satu kota global di kawasan Asia,” kata Anies dalam pernyataan yang disebar Pemprov DKI dari Jepang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Pertemuan Tahunan Tingkat Tinggi Gubernur Walikota Urban-20 (U20) di Tokyo, Jepang. Dia berangkat ke Jepang saat kondisi Ibu Kota mulai memanas jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. [Humas Pemprov DKI Jakarta}
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Pertemuan Tahunan Tingkat Tinggi Gubernur Walikota Urban-20 (U20) di Tokyo, Jepang. Dia berangkat ke Jepang saat kondisi Ibu Kota mulai memanas jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. [Humas Pemprov DKI Jakarta]

Pada Selasa (21/5/2019) dini hari, Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil rekapitulasi Pemilu 2019.

KPU mengumumkan Pilpres 2019 dimenangkan oleh Capres Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin dengan perolehan suara 55,5 persen.

Sementara Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendapatkan perolehan suara 44,5 persen.

Sejumlah pendukung Prabowo - Sandiaga tak terima hasil tersebut. Terlebih, pengumuman dilakukan pada Selasa dini hari, maju satu hari dari rencana pengumuman semula pada Rabu (22/5/2019).

Selasa siang, sejumlah massa aksi penolakan hasil Pilpres 2019 berkumpul di depan Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Awalnya aksi berlangsung damai hingga mereka melakukan salat Tarawih berjemaah.

Namun, selepas pukul 23.00 WIB, massa misterius merangsek masuk ke kawasan Bawaslu dan melakukan kericuhan. Mereka melempari polisi dengan batu dan petasan.

Aksi kerusuhan tak bisa dihindari lagi, hingga meluas ke Jalan Sabang sampai ke kawasan Tanah Abang.

Bahkan, Asrama Brimob Petamburan menjadi sasaran amukan massa misterius itu, puluhan mobil dirusak dan dihancurkan.

Jenguk Korban Kerusuhan

Setelah kerusuhan tersebut, ratusan warga mengalami luka-luka. Pada Rabu (22/5/2019), Anies tiba-tiba muncul meninjau depan Kantor Bawaslu dan menjenguk para korban kerusuhan yang dirawat di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

Anies langsung tampil di hadapan media, dan menyebut jumlah korban meninggal dunia mencapai 6 orang. Ia memastikan situasi di Jakarta masih aman.

"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal," kata Anies.

"Jakarta secara umum itu suasananya tenang, tertib. Yang memang ramai adalah sekitar Petamburan dan Jalan Thamrin, di mana ada kondisi pengamanan yang ekstra. Kalau sisanya baik-baik saja, tenang-tenang saja," imbuh Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung meninjau kondisi terkini Ibu Kota pasca kerusuhan yang terjadi di sekitar Kantor Bawaslu, Rabu (22/5/2019). (Suara.com/Tyo)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung meninjau kondisi terkini Ibu Kota pasca kerusuhan yang terjadi di sekitar Kantor Bawaslu, Rabu (22/5/2019). (Suara.com/Tyo)

Namun, klaim Anies yang menyebut ada 6 korban jiwa meninggal tidak dibenarkan oleh polisi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Kami akan cek. Polri dan TNI akan melakukan pengecekan," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Irjen Mohammad Iqbal.

Dituding Licik dan Psikopat

Politikus Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli menilai, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai sosok yang licik dan psikopat.

Pasalnya, Anies tidak bereaksi ketika mengetahui sejumlah fasilitas umum di sekitar Kantor Bawaslu dirusak pedemo.

"Wajar sih karena @aniesbaswedan bisa dibaca bagian dari kelompok pendemo itu, makanya sejak awal dia tidak ada upaya pencegahan massa ke Jakarta," kata Guntur melalui akun Twitternya @GunRomli.

Apalagi menurut Guntur, Anies tidak bersikap untuk memberikan upaya meredamkan tingginya tensi para pendemo yang akhirnya harus pecah dan bentrok dengan aparat kepolisian.

Guntur menilai Anies malah mengambil keuntungan di tengah suasana ricuh tersebut.

"Saat massa brutal pun juga tidak ada upaya untuk meredam, dia sedang 'mengail ikan di air yang keruh' ini tipikal politisi licik dan psikopat," ungkapnya.

Politisi PSI, Guntur Romli. (Suara.com/M Yasir)
Politisi PSI, Guntur Romli. (Suara.com/M Yasir)

Menanggapi tudingan itu, Anies berdalih telah melakukan intervensi sebelum 17 April. Ia mengklaim telah meningkatkan pengamanan ekstra di tempat publik seperti pasar.

"Intervensi itu kami lakukan sebelum 17 April. Jadi identifikasinya bukan menjelang 22 Mei, tapi sudah dilakukan sejak persiapan pelaksanaan pemilu. Jadi misalnya seperti pasar, kami kasih pengamanan ekstra di tempat itu," papar Anies.

Menurutnya, ia bukan membiarkan terjadi aksi massa 22 Mei. Tapi, ia menilai setiap orang memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul sebagaimana diatur undang-undang.

"Alhamdulillah, seluruh Jakarta di luar wilayah tempat kegiatan (kerusuhan aksi 22 Mei) berjalan baik dan tenang. Jadi kebebasan berserikat berkumpul dilindungi undang-undang, dan kami tidak bisa memangkas hal paling mendasar di demokrasi kita, kebebasan berkumpul dan berserikat," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Dikira Berikan Kopi ke Korban Aksi 22 Mei, Ini Jawaban Gerindra

Prabowo Dikira Berikan Kopi ke Korban Aksi 22 Mei, Ini Jawaban Gerindra

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 18:10 WIB

Andi Arief: Apa yang Gerindra Lakukan Saat Korban 22 Mei Berjatuhan?

Andi Arief: Apa yang Gerindra Lakukan Saat Korban 22 Mei Berjatuhan?

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 17:17 WIB

Polisi Diduga Keroyok Bocah di Belakang Masjid dekat Bawaslu, Video Viral

Polisi Diduga Keroyok Bocah di Belakang Masjid dekat Bawaslu, Video Viral

News | Jum'at, 24 Mei 2019 | 15:25 WIB

Terkini

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

Naik Mobil Komando di Patung Kuda, Stafsus Mensesneg Diteriaki Bohong Mahasiswa Trisakti

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

IHT Dapat Gangguan Lagi dari Aturan Larangan Tambahan Perisa

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:20 WIB

×