AS Tuding Iran di Balik Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 14 Juni 2019 | 14:59 WIB
AS Tuding Iran di Balik Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
Sebuah gambar yang diperoleh AFP dari Kantor Berita Iran ISNA pada 13 Juni 2019 menunjukkan api dan asap mengepul dari kapal tanker Front Altair milik Norwegia yang dilaporkan telah diserang di perairan Teluk Oman. (AFP)

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menyalahkan Iran atas serangan hari Kamis terhadap dua kapal minyak di Teluk Oman, di lepas pantai Iran.

Salah satu tanker itu terbakar dan asap tebal dan hitam yang membubung tampak oleh satelit di antariksa.

Pompeo mengatakan, AS menuduh Iran berada di balik serangan itu berdasarkan pada data intelijen, senjata yang digunakan dan apa yang dia sebut "tingkat keahlian" yang diperlukan untuk melakukan operasi seperti itu.

Ia mencatat Iran berada di balik serangan serupa lainnya baru-baru ini terhadap kapal kargo dan bahwa tidak ada kelompok proksi di wilayah itu yang memiliki sumber daya dan kemampuan menyerang tanker dengan "tingkat kecanggihan yang tinggi" seperti itu, demikian seperti dilansir dari VOA, Jumat (14/6/2019).

Salah satu tanker yang diserang itu milik Norwegia dan tanker lainnya milik perusahaan Jepang.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, serangan terbaru itu "sangat mencurigakan" karena Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ada di Teheran bertemu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khameini. Pembicaraan mereka berfokus pada cara-cara meredakan ketegangan antara Amerika dan Iran.

Tetapi Pompeo mengatakan pemerintah Iran "menghina" Jepang dengan menyerang salah satu tankernya saat Abe berada di negara itu.

Seorang pejabat pertahanan Amerika, yang berbicara kepada VOA tanpa mau disebut namanya, mengatakan militer memiliki "banyak indikasi" bahwa Iran menyerang kedua kapal itu.

Pejabat itu tidak mau merinci bukti-bukti itu. Ini adalah yang terbaru dari banyak serangan di kawasan itu yang dituduhkan Amerika kepada Iran tetapi tidak mendeklasifikasi bukti yang memberatkan.

Kedua kapal diserang Kamis (13/6) pagi. Para pejabat militer meyakini kapal itu diserang dengan menggunakan ranjau.

Presiden Amerika Donald Trump dalam cuitannya menulis, meski ia menghargai upaya Perdana Menteri Abe dalam meredakan ketegangan dengan Iran "terlalu dini bahkan untuk berpikir tentang kesepakatan. Mereka tidak siap, dan kami pun tidak!" tulis Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina dan PT Soechi Didesak Bertanggungjawab Kasus Kapal Tanker Bocor

Pertamina dan PT Soechi Didesak Bertanggungjawab Kasus Kapal Tanker Bocor

News | Jum'at, 25 Januari 2019 | 22:33 WIB

Kapal Tanker Pengangkut CPO Hilang Misterius di Perairan Ujung Karawang

Kapal Tanker Pengangkut CPO Hilang Misterius di Perairan Ujung Karawang

News | Selasa, 08 Januari 2019 | 08:45 WIB

Kapal Tanker Aventador Meledak di Perairan Batam, 5 ABK Dievakuasi

Kapal Tanker Aventador Meledak di Perairan Batam, 5 ABK Dievakuasi

News | Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:47 WIB

BULL Cari Dana Rp 351 Miliar dari Rights Issue

BULL Cari Dana Rp 351 Miliar dari Rights Issue

Bisnis | Kamis, 31 Mei 2018 | 10:39 WIB

Tahun 2018, Pertamina akan Beli Tujuh Kapal Tanker Baru

Tahun 2018, Pertamina akan Beli Tujuh Kapal Tanker Baru

Bisnis | Jum'at, 29 September 2017 | 15:15 WIB

Terkini

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:35 WIB

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB