Gara-Gara Foto Bikini, Lisensi Dokter Ini Dicabut

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Sabtu, 15 Juni 2019 | 15:17 WIB
Gara-Gara Foto Bikini, Lisensi Dokter Ini Dicabut
Dokter sekaligus model asal Myanmar Nang Mwe San - (Facebook/@NangMweSanPage)

Suara.com - Dicabutnya lisensi seorang dokter asal Myanmar, Nang Mwe San, menimbulkan kontroversi. Pasalnya, pemicu masalah yang menimpa ahli medis sekaligus model itu adalah foto-foto dirinya dengan pakaian terbuka, termasuk bikini, di Facebook.

Diberitakan Channel News Asia, Jumat (14/6/2019), Dewan Medis Myanmar menangguhkan lisensi medis Nang Mwe San dalam sebuah surat tertanggal 3 Juni. Ia dianggap berpakaian tak pantas menurut isi surat itu.

Nang Mwe San lantas mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.

Di halaman Facebook-nya, wanita 28 tahun itu diketahui sering mengunggah foto dirinya saat mengenakan gaun ketat, pakaian dalam, pakaian renang, dan bahkan pakaian tradisional Burma dengan pose seksi.

Nang Mwe San telah menjadi dokter umum selama empat tahun, tetapi sudah tak praktik lagi sejak dua tahun lalu, demi mengejar karier modeling. Pencabutan izin praktik dokter juga membuat Nang Mwe San nantinya dilarang melakukan praktik medis lagi.

Menurut surat yang dibagikan di Facebook, Nang Mwe San terus mengunggah foto dirinya saat mengenakan pakaian yang dinilai tak sesuai dengan tradisi Burma. Padahal, berdasarkan keterangan dalam surat, ia sudah berjanji untuk tak mengulanginya, setelah mendapat peringatan pada Januari lalu.

"Saya terkejut dan sangat sedih. Untuk menjadi seorang dokter, itu adalah perjuangan yang panjang," kata Nang Mwe San kepada Thomson Reuters Foundation melalui telepon, Jumat. "Apakah saya mengenakan pakaian seksi saat bertemu pasien saya? Tidak pernah."

Dokter sekaligus model asal Myanmar Nang Mwe San - (Facebook/@NangMweSanPage)
Dokter sekaligus model asal Myanmar Nang Mwe San - (Facebook/@NangMweSanPage)

Sementara itu, Dewan Medis Myanmar tidak merespons saat dihubungi Thomson Reuters Foundation.

Halaman Facebook Nang Mwe San telah diikuti lebih dari 400 ribu warganet. Namun tampaknya, tak semua followers menyukai wanita berambut panjang itu.

baca juga

"Kamu harus memilih antara menjadi seorang profesional medis atau seorang eksibisionis. Kamu tidak bisa memilih dua-duanya karena saling bertentangan," komentar seorang pengguna Facebook.

Di sisi lain, Shunn Lei, pendiri majalah feminis Myanmar Rainfall, mengatakan bahwa kasus Nang Mwe San merupakan contoh kontrol masyarakat terhadap tubuh perempuan di Myanmar.

"Seksisme telah mengakar dalam pola pikir orang Burma. Masalahnya adalah, masyarakat patriarkis kita menganggap peran wanita itu sama dengan untuk melindungi tradisi dan budaya Burma," katanya kepada Thomson Reuters Foundation.

"Setiap kali seorang model berpose untuk foto-foto seksi, itu selalu bertentangan dengan budaya Burma. Tapi apa budaya Burma? Saya tidak begitu mengerti," imbuhnya.

Nang Mwe San sendiri bersikeras akan mempertahankan karier modelingnya. Ia juga berkomentar, masih banyak etika dalam dunia medis yang lebih penting untuk dibahas daripada sekadar pekerjaannya sebagai model.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komnas HAM Myanmar Serahkan Hasil Investigasi Kematian 7 Warga Rakhine

Komnas HAM Myanmar Serahkan Hasil Investigasi Kematian 7 Warga Rakhine

News | Rabu, 12 Juni 2019 | 15:02 WIB

Umat Islam di Myanmar Dilarang Tarawih, Umat Buddha Gelar Aksi Solidaritas

Umat Islam di Myanmar Dilarang Tarawih, Umat Buddha Gelar Aksi Solidaritas

News | Kamis, 30 Mei 2019 | 19:30 WIB

Wirathu, Biksu Radikal Anti-Muslim Myanmar Terancam Penjara Seumur Hidup

Wirathu, Biksu Radikal Anti-Muslim Myanmar Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 29 Mei 2019 | 14:53 WIB

7 Tentara Myanmar Pembunuh Muslim Rohingya Diam-diam Dibebaskan

7 Tentara Myanmar Pembunuh Muslim Rohingya Diam-diam Dibebaskan

News | Selasa, 28 Mei 2019 | 16:23 WIB

Setahun Lebih Dipenjara Myanmar, 2 Jurnalis Reuters Akhirnya Dibebaskan

Setahun Lebih Dipenjara Myanmar, 2 Jurnalis Reuters Akhirnya Dibebaskan

News | Selasa, 07 Mei 2019 | 13:42 WIB

Terkini

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:31 WIB

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:17 WIB

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:08 WIB

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:07 WIB

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB