- Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada hari Selasa dan memicu ledakan pusat perbelanjaan.
- Bencana ini menewaskan dua orang, merusak infrastruktur, serta memadamkan listrik puluhan ribu rumah warga setempat.
- Pemerintah mengevakuasi ratusan ribu warga sementara layanan transportasi dan operasional pabrik terpaksa ditangguhkan.
Suara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 melanda Prefektur Kumamoto di wilayah selatan Jepang pada Selasa.
Bencana alam ini memicu ledakan hebat di sebuah pusat perbelanjaan dan meruntuhkan sejumlah bangunan, yang mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas, puluhan ribu rumah kehilangan pasokan listrik, serta rusaknya infrastruktur jalan di berbagai kawasan.
Pusat gempa dilaporkan berada sekitar 20 kilometer di selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di bagian tengah Kyushu yang dihuni oleh sekitar 700.000 penduduk.
Pemerintah prefektur pada Rabu dini hari menyatakan bahwa tim penyelamat yang bekerja sepanjang malam berhasil mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto, lokasi terjadinya ledakan pascagempa.
- Korban Jiwa: Dua wanita berusia 20-an tahun dikonfirmasi tewas.
- Kondisi Kritis: Satu korban dilaporkan mengalami henti jantung (cardiopulmonary arrest).
- Korban Luka: Lima orang lainnya mengalami luka-luka, namun otoritas memastikan kondisi mereka tidak mengancam jiwa.
Juru bicara operator mal Aeon menyatakan bahwa pengunjung dan karyawan langsung dievakuasi sesaat setelah gempa awal terjadi.
Penyebab pasti ledakan masih belum diketahui, namun stasiun televisi NTV melaporkan bahwa pihak berwenang tengah menyelidiki kemungkinan adanya kebocoran gas.
Ledakan tersebut meluluhlantakkan salah satu sisi mal yang menampung sekitar 200 toko, mengekspos struktur balok baja, dan menyebarkan puing-puing hingga ke area parkir.
Kazuya Tsurunaga, seorang saksi mata yang sedang merapikan pecahan piring di sebuah pub berjarak 300 meter dari lokasi, mendeskripsikan ledakan tersebut sangat masif.
"Gumpalan asap besar membubung ke udara, dan karena angin bertiup ke arah toko kami, daerah di sekitar kami terlihat seperti sedang dihujani abu vulkanik," ungkapnya kepada TBS.
Evakuasi Ratusan Ribu Warga dan Respons Pemerintah
Di Tokyo, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa pihak berwenang masih melakukan asesmen menyeluruh terkait kerusakan di wilayah yang juga pernah luluh lantak akibat gempa mematikan satu dekade lalu tersebut.
"Kami telah menerima laporan adanya korban luka, pemadaman listrik, kebakaran di beberapa daerah, serta kerusakan pada jalan, jembatan, dan bangunan yang runtuh," papar PM Takaichi.
Sekitar 300.000 orang telah diinstruksikan untuk segera menuju pusat-pusat evakuasi seiring dengan gempa susulan yang terus mengguncang pulau Kyushu. Pejabat Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengimbau warga di area terdampak untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang kuat serta ancaman tanah longsor selama sepekan ke depan.
Otoritas penanggulangan bencana dikerahkan ke berbagai titik untuk menangani insiden bangunan yang runtuh atau terbakar. TV Asahi melaporkan bahwa satu orang tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan di kota yang berdekatan dengan pusat gempa. Beberapa orang juga dilaporkan hilang setelah sebuah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries.
Sementara itu, dua rumah sakit setempat masing-masing dilaporkan merawat lebih dari 50 pasien, beberapa di antaranya dalam kondisi serius. Beberapa penumpang kereta cepat yang sedang dalam perjalanan saat gempa terjadi juga mengalami luka-luka.