KPK Bantu Polda Kalbar Usut Penyimpangan Dana Masjid dan Kepala Daerah

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Rabu, 19 Juni 2019 | 21:05 WIB
KPK Bantu Polda Kalbar Usut Penyimpangan Dana Masjid dan Kepala Daerah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan rapat koordinasi dengan Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Bareskrim Polri dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menyoroti penanganan dua kasus dugaan korupsi di Kalimantan Barat.

Perkara yang tengah disoroti KPK, yakni dugaan korupsi penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Melawi Sumber sebesar Rp 13 miliar.

Kedua, kasus dugaan penyimpangan penyaluran dana bantuan khusus Kepala Desa di Wilayah Bengkayang yang bersumber dari APBD Kabupaten Bengkayang tahun anggaran 2017 senilai Rp 20 miliar.

"Terkait kasus pembangunan Masjid Agung Melawi penyidikan telah dilakukan sejak 2016, sedangkan kasus dana bantuan khusus desa di Kabupaten Bengkayang telah dilakukan penyidikan sejak 2018 lalu," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (19/6/2019).

Febri menyebut KPK mendapat mandat undang-undang, KPK pun membantu pertemuan penyidik Polri dan BPK RI serta memberikan bantuan yang diinginkan seperti menyiapkan ahli serta dukungan lain yang dibutuhkan. Dia mengatakan, koordinasi dan supervisi ini dilakukan sebagai bentuk membantu penyelesaian korupsi yang tengah dilakukan penyidikan, yang mengalami hambatan.

"Ini bagian mengumpulkan alat bukti serta proses perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPK RI," ujar Febri.

Menurut Febri, kegiatan hari ini dilakukan atas menindaklanjuti
pertemuan tanggal 20 Februari 2019 di Polda Kalimantan Barat. Penetapan status tersangka kepada pihak yang melakukan dugaan korupsi itu bakal dilakukan melalui sejumlah tahapa sesuai dengan hukum acara yang berlaku.

Dalam rapat hari ini, dihadiri Tim Satgas Penindakan Koordinasi Wilayah IV KPK, Kasubdit Tipidkor Polda Kalbar AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo, dua petugas Bareskrim; AKBP Sumarni dan AKBP Sugiyanto, serta tim auditor dari BPK-RI.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Periksa Bupati Talaud Sri Wahyumi Penerima Suap Perhiasan Mewah

KPK Periksa Bupati Talaud Sri Wahyumi Penerima Suap Perhiasan Mewah

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 11:26 WIB

Kasus Suap Pupuk Bowo Sidik, KPK Periksa 2 Anggota DPR RI

Kasus Suap Pupuk Bowo Sidik, KPK Periksa 2 Anggota DPR RI

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 10:44 WIB

KPK: Laporkan Bila Ada Indikasi IMB Di Pulau Reklamasi Jakarta

KPK: Laporkan Bila Ada Indikasi IMB Di Pulau Reklamasi Jakarta

News | Senin, 17 Juni 2019 | 23:07 WIB

Terkini

Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?

Misteri Amplop di Meja Menhut, Kenapa Raja Juli Baru Lapor KPK Setelah Bupati Kuansing Ditangkap?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:55 WIB

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

Polri Paling Banyak Diadukan ke Komnas HAM Sepanjang 2025, Capai 805 Laporan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:53 WIB

Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!

Baru Lapor Tolak Suap Usai OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Tetap Berpeluang Diperiksa KPK!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:52 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Usai, Asap Beracun Bikin Puluhan Warga Tak Berani Pulang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:50 WIB

Polisi Bongkar Pabrik Vape THC Milik WNA di Bali, Transaksi Pakai Kripto

Polisi Bongkar Pabrik Vape THC Milik WNA di Bali, Transaksi Pakai Kripto

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:45 WIB

Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah

Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:45 WIB

Bongkar Siasat Aplikator: Kenapa Potongan Ojol Turun 8 Persen Tapi Dompet Driver Tetap Kering?

Bongkar Siasat Aplikator: Kenapa Potongan Ojol Turun 8 Persen Tapi Dompet Driver Tetap Kering?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:36 WIB

Tragis! Tak Sempat Lari, Kakek 81 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Palmerah

Tragis! Tak Sempat Lari, Kakek 81 Tahun Tewas Terjebak Kebakaran di Palmerah

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:28 WIB

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

Keras! Guru Besar UNJ Sebut Program Makan Bergizi Gratis Jadi 'Proyek Berbagi Keuntungan'

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:28 WIB

Prabowo Terima Kunjungan Kerja PM Singapura di Istana, 26 MoU Akan Ditandatangani

Prabowo Terima Kunjungan Kerja PM Singapura di Istana, 26 MoU Akan Ditandatangani

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:24 WIB

×