Pilih Jadi Penyeimbang, Demokrat Minta Tak Digoda Masuk Koalisi Pemerintah

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2019 | 15:47 WIB
Pilih Jadi Penyeimbang, Demokrat Minta Tak Digoda Masuk Koalisi Pemerintah
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan (baju biru). (Suara.com/Novian)

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum menentukan arah politiknya pasca Pemilu 2019. Hinca mengaku tidak tahu apakah Demokrat akan menjadi oposisi atau bergabung dengan pemerintah.

Meski begitu, Hinca sempat menyinggung bahwa ada keinginan dari Demokrat untuk belajar dari PDI Perjuangan yang konsisten menjadi oposisi dalam 10 tahun kepemimpinan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sekarang bagaimana ke depan tadi ditanyakan. Saya ingin kami belajar banyak betul dengan teman-teman PDIP, 10 tahun kukuh dengan pendiriannya menjadi oposisi untuk Pak SBY 10 tahun dan kemudian menghasilkan hasil yang terbaik," kata Hinca dalam diskusi bersama politisi PDIP Maruarar Sirait di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga itu kemdian menegaskan posisi politik Demokrat.

Hinca menuturkan, partai berlambang Mercy tetap memilih menjadi partai penyeimbang. Setidaknya sampai dengan Oktober 2019 di mana presiden dan wakil presiden terpilih dilantik.

"Nah jadi kalau anda bertanya tadi bagaimana sikap Demokrat, izinkan kami menuntaskannya sampai 2019 Oktober ini. Karena memang posisi politik kami penyeimbang untuk terus mengkritik yang memang masih perlu dikritik dan kalau sudah baik, kami katakan baik," tuturnya.

Ia juga berharap agar gabungan partai pendukung petahana dalam hal ini partai pengusung Jokowi -Maruf yang dinyatakan menang berdasarkan hasil hitung resmi KPU, untuk tidak merayu Demokrat bergabung dalam koalisi.

"Nah demokrat belajar ini baru 4 tahun 6 bulan hampir sampai Oktober. Izinkan kami jangan digoda-goda dulu untuk menuntaskan penyeimbang itu, biarkan sampai Oktober," ujar Hinca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Saksi Agus Tak Berkualitas, Demokrat: Ini Sidang Perasaan Prabowo

Sebut Saksi Agus Tak Berkualitas, Demokrat: Ini Sidang Perasaan Prabowo

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 14:19 WIB

Pedas! Andi Arief Samakan Saksi Agus seperti Akun Anonim Pendukung Prabowo

Pedas! Andi Arief Samakan Saksi Agus seperti Akun Anonim Pendukung Prabowo

News | Rabu, 19 Juni 2019 | 13:51 WIB

Kemungkinan PAN dan Demokrat Merapat, PKB: Koalisi Jokowi Sudah Gemuk

Kemungkinan PAN dan Demokrat Merapat, PKB: Koalisi Jokowi Sudah Gemuk

News | Senin, 17 Juni 2019 | 17:40 WIB

Anies Terbitkan IMB di Pulau Reklamasi, Demokrat: Kalau Salah Kita Kritisi

Anies Terbitkan IMB di Pulau Reklamasi, Demokrat: Kalau Salah Kita Kritisi

News | Senin, 17 Juni 2019 | 14:17 WIB

Wanhor Partai Demokrat Peringatkan Seluruh Kader Tak Singgung KLB

Wanhor Partai Demokrat Peringatkan Seluruh Kader Tak Singgung KLB

News | Jum'at, 14 Juni 2019 | 20:53 WIB

Terkini

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

Bantargebang Dibatasi Mulai 1 Agustus, Pramono Segera Temui Menteri LH Bahas Sampah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 13:10 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

Geger Kabar Menkeu Purbaya Dirawat di RS, Wamenkeu Buka Suara Soal Kondisi Terkini

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:32 WIB

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

Buruh dalam Bayang-bayang Kontrak Panjang dan Ketidakpastian Kerja

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:26 WIB