Teror Kemarau, Profesor IPB Dorong Pemerintah Mulai Konservasi Air

Pebriansyah Ariefana

Senin, 01 Juli 2019 | 14:48 WIB
Teror Kemarau, Profesor IPB Dorong Pemerintah Mulai Konservasi Air
Kekeringan di kawasan Gunung Kendeng. (omahkendeng)

Suara.com - Pengamat lingkungan hidup dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Suprihatin mengusulakan pemerintahan Jokowi perlu melakukan upaya konservasi sumber air di musim kemarau tahun ini. Hal itu untuk mencegah kekurangan air bersih.

Penerapan konsep tersebut merupakan beberapa upaya yang bisa dilakukan agar air lebih lama mengendap atau tersimpan di tanah. Namun, selama ini pemerintah maupun masyarakat masih mengabaikan hal itu.

"Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk itu misalnya penghijauan dan penggunaan lahan untuk tanaman tertentu," kata dia saat dihubungi, Senin (1/7/2019).

Akibatnya, lanjut dia, saat musim hujan potensi banjir akan lebih tinggi dan saat musim kemarau masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Oleh karena itu semua daerah terutama yang relatif berada di ketinggian perlu menerapkan.

Menurut dia, dengan sikap kurang memperhatikan lahan atau tidak diatur dengan baik, saat hujan air tersebut langsung mengalir ke sungai. Padahal, air tersebut dibutuhkan masyarakat dari berbagai aspek seperti irigasi.

Irigasi tersebut ujarnya, dibutuhkan untuk mengaliri air ke lahan pertanian masyarakat. Jika pasokan air kurang maka lahan persawahan akan terancam gagal panen dan menimbulkan kerugian ekonomi. "Karena sumber utama air itu dari hujan," katanya.

Ia juga mengkritisi selama ini pemerintah maupun masyarakat hanya mencarikan solusi jangka pendek terkait ketersediaan air apabila terjadi musim kemarau sehingga belum menjawab persoalan secara kompleks.

Sebagai contoh, saat terjadi kekeringan di beberapa daerah pemerintah hanya cenderung menyiapkan pasokan air bersih bagi masyarakat. Padahal langkah itu hanya mengatasi masalah dalam waktu singkat.

"Oleh karena itu masalah lingkungan harus dilihat dari kurun waktu yang jauh ke depan, atau jika ingin menganalisa sekarang harus tau apa penyebab sebelumnya," ujar dia. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemarau Panjang, 15 Desa di Bantul Kekeringan Sampai Kesulitan Air

Kemarau Panjang, 15 Desa di Bantul Kekeringan Sampai Kesulitan Air

News | Senin, 01 Juli 2019 | 12:56 WIB

Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau

Desa di Lereng Gunung Bromo Mulai Rasakan Dampak Kemarau

Jatim | Sabtu, 29 Juni 2019 | 21:27 WIB

Debit Air Ciliwung di Bendung Katulampa Capai Titik Terendah Nol Centimeter

Debit Air Ciliwung di Bendung Katulampa Capai Titik Terendah Nol Centimeter

Jabar | Jum'at, 28 Juni 2019 | 15:26 WIB

Kesulitan Air Minum, Warga di Cilacap Ini Bikin Sumur di Sungai Mengering

Kesulitan Air Minum, Warga di Cilacap Ini Bikin Sumur di Sungai Mengering

Jawa Tengah | Kamis, 27 Juni 2019 | 21:17 WIB

Dilanda Kekeringan, Warga Sukabumi Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Air Bersih

Dilanda Kekeringan, Warga Sukabumi Jalan Kaki 2 Kilometer Cari Air Bersih

Jabar | Rabu, 26 Juni 2019 | 07:52 WIB

Terkini

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

×