Arkeolog Teliti Jejak Hunian Manusia Tertua di Maluku

Bangun Santoso

Selasa, 02 Juli 2019 | 07:49 WIB
Arkeolog Teliti Jejak Hunian Manusia Tertua di Maluku
Ilustrasi wilayah kepulauan di Maluku. [shutterstock]

Suara.com - Peneliti Balai Arkeologi Maluku tengah menelusuri jejak hunian kuno di kawasan Taman Nasional Manusela Pulau Seram, Provinsi Maluku.

Peneliti Balai Arkeologi Maluku, Muhammad Al Mujabuddawat mengatakan, penelitian dilakukan berdasarkan catatan hasil ekspedisi yang dilakukan oleh inisiator studi prasejarah Pulau Seram, Roder, pada 1930, yang merekam keberadaan sejumlah lokasi gambar cadas di kawasan Teluk Saleman pesisir utara Pulau Seram.

"Penemuan situs gambar cadas di Pulau Seram menguatkan narasi kepurbakalaan yang dikenal dengan sebutan Nusa Ina. Istilah Nusa Ina yang disematkan ke Pulau Seram secara harafiah artinya Pulau Ibu," katanya seperti dilansir Antara, Selasa (2/7/2019).

Ia mengatakan studi geologi secara umum menyimpulkan bahwa Seram merupakan salah satu pulau yang paling tua ditinjau dari usia geologi di Kepulauan Maluku.

Penelusuan fakta yang berdasar pada tradisi lisan merupakan awal pembangunan narasi yang menarik mengenai penelusuran data arkeologis terkait dengan permukiman dan hunian kuno.

"Masyarakat asli Pulau Seram meyakini bahwa pemukiman manusia pertama berada di Pulau Seram, kemudian menyebar ke seluruh penjuru Maluku, khususnya Pulau Ambon Lease. Keyakinan tersebut terjaga secara adat dan budaya lokal, serta pada beberapa kawasan yang walaupun berbeda dari segi wilayah administratif, tetapi memiliki kesepakatan dan pemahaman bersama dalam menafsirkan tradiri lisan," ujarnya.

Pemukiman Manusia Pertama di Maluku

Warga suku Mausu Ane yang tinggal di pedalaman hutan Pulau Seram tepatnya di Gunung Morkelle Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). (Foto: Terasmaluku.com/Istimewa)
Warga suku Mausu Ane yang tinggal di pedalaman hutan Pulau Seram tepatnya di Gunung Morkelle Kecamatan Seram Utara Kobi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). (Foto: Terasmaluku.com/Istimewa)

Penelitian itu, kata Mujabuddawat, didasari atas penelusuran tradisi lisan masyarakat lokal yang menarasikan keberadaan permukiman manusia yang pertama, yang disebut sebagai Nunusaku yang berada di Pegunungan Binaya, kawasan taman nasional Manusea, tepatnya di puncak Gunung Murkele di ketinggian 2.755 meter di atas permukaan air laut, dan Gunung Siale atau puncak 3.035 mdpl.

Pemukiman kuno yang terletak di dataran tinggi di atas ketinggian 1.000 mdpl, belum pernah ditemukan sebelumnya di kawasan Maluku, dikarenakan kondisi landskap geografis Kepulauan Maluku yang terdiri atas pulau-pulau kecil, dan hanya Pulau Seram yang memiliki landskap geografis dataran tinggi hingga ketinggian 3.000 mdpl.

"Kondisi geografis dan cuaca ekstrem di dataran tinggi Pulau Seram mengakibatkan terbatasnya pilihan sumber makanan untuk dikonsumsi, dan cenderung terisolasi dan interaksi dengan komunitas masyarakat yang lebih luas," katanya.

baca juga

Penelitian itu, lanjutnya, diinisiasi atas laporan sejumlah masyarakat dan pendaki gunung yang menginformasikan indikasi keberadaan permukiman kuno di Pegunungan Binaiya.

Sejumlah laporan tersebut , yakni pada 2014 dari tim pendaki gabungan mahasiswa pencinta alam (Mapala), pada 2015 laporan dari Mapala Univeritas Pattimura yang bertemu Tim Penelitian Balai Arkeologi Maluku di Desa Huaulu, pada 2016 laporan tim pendaki gabungan lintas organisasi, dan pada 2017 laporan Tim Ekspedisi Speleologi Mapala Univeritas Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut. Balar Maluku memperoleh informasi indikasi permukiman kuno di puncak 3.035 mdpl.

Hasil temuan dan pengamatan langsung masyarakat yang melakukan pendakian ke lokasi, terdapat sejumlah struktur atau susunan batu yang membentuk dinding hingga menyerupai suatu bangunan.

Beberapa laporan menginterpretasikan bentuk bangunan tersebut berbeda-beda, antara lain kubah, kubus, dan benteng. Selain itu, masyarakat juga menggambarkan terdapat belasan batu yang memiliki bentuk menyerupai tempat duduk yang tampak diletakkan dalam pola tertentu.

Ia menambahkan tujuan besar penelitian itu melakukan perekaman data arkeologi pertama khususnya di puncak 3.035 mdpl, sebagai salah satu lokasi yang diyakini merupakan hunian pertama masyarakat asli Maluku.

Selain itu, menelusiri jejak hunian kuno di kawasan karst pesisir utara Pulau Seram, yaitu daerah Sawai Saleman yang merupakan lokasi ditemukan gambar cadas di dinding tebing karst.

"Pengumpulan data etnoarkeologi ini dilakukan dalam rangka mengkaji kearifan lokal masyarakat Pulau Seram yang masih mempertahankan cara hidup arboreal, yakni memanfaatkan hasil hutan untuk kehidupan sehari-hari, tetapi memiliki kearifan lokal yang mampu melestarikan hutan itu sendiri," kata Mujabuddawat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunuh Istri hingga Ususnya Terburai, Sang Suami Kabur sambil Gendong Anak

Bunuh Istri hingga Ususnya Terburai, Sang Suami Kabur sambil Gendong Anak

News | Minggu, 30 Juni 2019 | 22:01 WIB

Bak Berlibur di Pulau Pribadi, Pesona Pulau Bair, Si Raja Ampat dari Maluku

Bak Berlibur di Pulau Pribadi, Pesona Pulau Bair, Si Raja Ampat dari Maluku

Lifestyle | Kamis, 27 Juni 2019 | 09:28 WIB

Lezat Manise, Berlibur Sambil Menikmati 4 Camilan Khas Ambon

Lezat Manise, Berlibur Sambil Menikmati 4 Camilan Khas Ambon

Lifestyle | Rabu, 26 Juni 2019 | 11:33 WIB

Menpora Kukuhkan 200 Kader Pemuda Anti Narkoba Maluku

Menpora Kukuhkan 200 Kader Pemuda Anti Narkoba Maluku

Sport | Senin, 24 Juni 2019 | 07:44 WIB

Ditemukan, Gambar Kuno Motif Seks dan Wujud Setan di Maluku

Ditemukan, Gambar Kuno Motif Seks dan Wujud Setan di Maluku

News | Selasa, 18 Juni 2019 | 15:53 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×