Videonya Viral, 'Pribumi' Bogor Ancam Perantau Akhirnya Minta Maaf

Rendy Adrikni Sadikin, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 05 Juli 2019 | 14:14 WIB
Videonya Viral, 'Pribumi' Bogor Ancam Perantau Akhirnya Minta Maaf
Pria pribumi yang ancam para perantau meminta maaf (Instagram/ @fakta.indo)

Suara.com - Seorang pria yang mengaku pribumi Bogor dan mengancam para pekerja perantauan akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf tersebut disampaikan di hadapan pihak kepolisian.

Video permintaan maaf tersebut diunggah dalam akun Instagram @fakta.indo. Dalam video, pria mengaku pribumi Bogor yang bernama Mulyadi meminta maaf atas perbuatan yang telah dilakukan.

"Pria asal Bogor yang sebelumnya viral karena membentak orang-orang pendatang di Bogor meminta maaf dan mengaku tak ingin memecah belah persatuan bangsa," tulis akun tersebut seperti dikutip Suara.com, Jumat (5/7/2019).

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak Mulyadi berdiri tepat disamping anggota kepolisian dan TNI. Sembari memasang tangan meminta maaf, Mulyadi menjelaskan kronologi kejadian.

"Saya atas nama mulyadi pada hari ini selasa, 2 juli 2019 pukul 16.00 WIB memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Warga Negara Republik Indonesia atas kejadian pada tanggal 24 Juni 2019, video yang sudah terlanjur viral di media sosial," ungkap Mulyadi.

Mulyadi mengaku sama sekali tidak bermaksud untuk membuat suasana menjadi tidak kondusif dengan mengancam para pekerja perantau.

"Untuk itu sekali lagi saya tidak ada maksud untuk membuat suasana negara RI tidak kondusif," tutur Mulyadi.

Pribumi persekusi pekerja luar daerah (Twitter/ @Juntakmardaupg1)
Pribumi persekusi pekerja luar daerah (Twitter/ @Juntakmardaupg1)

Sebelumnya, dalam video yang beredar sejumlah pekerja yang mengenakan seragam berwarna biru laut berdiri memanjang menempel dinding Anjungan Tunai Mandiri.

Tampak seorang pria mengenakan kaos kerah berwarna oranye, topi dan kacamata hitam (Mulyadi) menghardik para pekerja. Pria tersebut awalnya menanyakan darimana asal para pekerja. Satu per satu pekerja menjawabnya, mayoritas berasal dari luar Bogor.

baca juga

Si pria berbaju oranye tersebut menduga para pekerja luar daerah itu bisa masuk ke perusahaan yang berada di Bogor lantaran melalui jalur belakang alias membayar.

Aksi persekusi tersebut disaksikan oleh warga sekitar. Lokasi persekusi yang berada di tepi jalan membuat arus lalu lintas tersendat lantaran banyak warga yang ikut menyaksikannya.

Bahkan, tak sedikit warga yang ikut menyoraki dan menghardik para pekerja luar daerah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kematian Anjing Masuk Masjid Jadi Misteri, Publik: Bawa Ceritamu kepada-Nya

Kematian Anjing Masuk Masjid Jadi Misteri, Publik: Bawa Ceritamu kepada-Nya

News | Rabu, 03 Juli 2019 | 13:32 WIB

Anjing Masuk Masjid, Felix Siauw Justru Bilang Orang Jangan Sok Bijak

Anjing Masuk Masjid, Felix Siauw Justru Bilang Orang Jangan Sok Bijak

News | Senin, 01 Juli 2019 | 17:00 WIB

Viral Video! Ngaku Pribumi Bogor, Orang Ini Ancam Para Perantau

Viral Video! Ngaku Pribumi Bogor, Orang Ini Ancam Para Perantau

News | Senin, 01 Juli 2019 | 15:07 WIB

Terkini

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

×