Kisah Perantau Suku Bugis di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Air Sangat Mahal

Pebriansyah Ariefana, Stephanus Aranditio

Kamis, 11 Juli 2019 | 15:25 WIB
Kisah Perantau Suku Bugis di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Air Sangat Mahal
Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)

Suara.com - Kampung Nelayan Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara yang terletak di pesisir utara samping dermaga Kamal Muara memiliki keunikan tersendiri. Mayoritas dari mereka berasal dari suku Bugis, Sulawesi.

Secara fisik, bangunan di Kampung Kamal Muara tak berbeda jauh dengan kampung nelayan pada umumnya. Beberapa rumah panggung dengan tiang pancang setinggi 1,5 meter masih tersisa.

Dikolong rumah berhamburan cangkang kerang hijau yang menjadi tempat mereka memilah hasil melaut semalaman.

Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)
Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)

"Bapak malam melaut, siang kami kumpul sambil milihin kerang terus dijual," kata Ida, salah satu warga.

Rumah panggung ini menjadi saksi bisu sebelum pemerintah membangun tanggul laut untuk mengadang air rob, dan membangun rumah-rumah di atas tanah.

Ketua RW 04, Sudirman bercerita, suku Bugis yang memiliki jiwa seorang pelaut merantau pakai kapal Pinisi sampai ke Jakarta untuk mencari lahan baru, singkat cerita bersandarlah mereka di Kamal Muara.

Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)
Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)

Namun, Sudirman tidak tahu pasti kapan pertama kali suku Bugis menginjakan kaki pertama kali di Kamal Muara.

Menurut sejarah, pada 1960-an Kampung Kamal Muara merupakan pantai dengan hutan bakau. Memasuki 1970-an, gelombang kedatangan perantau Suku Bugis asal Sulawesi Selatan mulai berdatangan.

"Saya lahir disini, tapi suku Bugis, sampai hari ini 80 persen di kampung ini berasal dari Bugis, sebagian besar berasal dari daerah Wajo dan Bone di Sulawesi Selatan," jelasnya.

baca juga

Sisanya bersuku Betawi, Jawa, Sunda, dan suku lainnya di Indonesia. Akulturasi budaya yang terjadi membuat bahasa mereka kebanyakan tercampur antara loe-gue dengan iya-idi/iko (aku-kamu).

Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)
Kampung Tadah Hujan Muara Kamal, Jakarta. (Suara.com/Tyo)

Bahkan untuk kegiatan masyarakat seperti penikahan, warga suku Bugis disini masih mempertahankan tata cara pernikahan Bugis dengan Coto Makassar dan Tumbuk sebagai hidangannya.

Keberagaman budaya ini tak membuat mereka sering bersinggungan masalah sosial, kesamaan profesi sebagai nelayan membuat mereka kompak membangun Kampung Kamal Muara.

Tadah Hujan

Sudirman mengatakan awalnya warga sempat menggunakan air tanah dari sumur bor, pada waktu itu meski air payau tapi masih bisa digunakan untuk sekadar mencuci dan masak, belakangan air tersebut berubah menjadi asin dan keruh.

"Sekitar 2003 itu kalau enggak salah, kami masih ada yang pakai air tanah, sekarang asin," kata Sudirman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebanyak 370 Ribu Liter Air Bersih Telah Didistribusikan BPBD Banyumas

Sebanyak 370 Ribu Liter Air Bersih Telah Didistribusikan BPBD Banyumas

Jawa Tengah | Kamis, 11 Juli 2019 | 13:24 WIB

Air Seperti Emas di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Muara Kamal

Air Seperti Emas di Kampung Tadah Hujan Jakarta, Muara Kamal

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 12:45 WIB

Desa Terdampak Kekeringan di Pacitan Terus Bertambah

Desa Terdampak Kekeringan di Pacitan Terus Bertambah

Jatim | Kamis, 11 Juli 2019 | 11:59 WIB

Sebulan Kemarau, Tujuh Kecamatan di Sukabumi Mulai Kesulitan Air Bersih

Sebulan Kemarau, Tujuh Kecamatan di Sukabumi Mulai Kesulitan Air Bersih

Jabar | Rabu, 10 Juli 2019 | 22:40 WIB

Kemarau, Fenomena Tanah Retak Jadi Lokasi Swafoto dan Prewedding Dadakan

Kemarau, Fenomena Tanah Retak Jadi Lokasi Swafoto dan Prewedding Dadakan

Banten | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:54 WIB

Terkini

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

Megawati Baru Tiba dari Manado, Jenazah Guruh Soekarnoputra Segera Dimakamkan

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Sikapi Jalsah Salanah Ahmadiyah di Lamsel, MUI Lampung: Tolak Aksi Sweeping

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 13:37 WIB

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Ciri-Ciri Sepatu New Balance 530 Original, Cek 7 Detail Ini Sebelum Beli

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan  dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Aldi Taher Perkenalkan Atta Rumnan dan Lagu Maafkan di Ajang PestaPora 2026

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 13:35 WIB

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Honda DBL Jogja 2026 Dimulai: Sensasi Riding Test dan Peluang Bawa Pulang New Honda BeAT

Jogja | Sabtu, 26 September 2026 | 13:31 WIB

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

Kehilangan Tokoh Besar, Prof Dasco: Karya Guruh Soekarnoputra Akan Selalu Dikenang Bangsa

News | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Mendengar Sure Thing: Bukti Kalau Lagu Bagus Tak Punya Kedaluwarsa

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 13:30 WIB

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

6.870 Pasar Rakyat Mulai Masuk Ekosistem Digital, 300 Ribu Pedagang Difasilitasi

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 13:29 WIB

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

John Herdman Paham Duel Timnas Indonesia vs Malaysia Punya Arti Lebih, 3 Poin Wajib Didapat

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 13:27 WIB

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Niat Tambah Nafkah Berujung Duka, Guru SDN 6 Kare Korban Tragedi KM Virgo Ditemukan Tewas

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 13:24 WIB

×