Ondel-ondel Tidur di Atas Bajaj: Dilema Budaya Betawi dan Urusan Perut

Reza Gunadha

Rabu, 24 Juli 2019 | 18:26 WIB
Ondel-ondel Tidur di Atas Bajaj: Dilema Budaya Betawi dan Urusan Perut
Sebuah bajaj mengangkut boneka Ondel-ondel sewaan di jalan H. Agus Salim, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). [Adnan Nanda]

"Sebagai orang Betawi ya miris juga. Tapi yang selalu jadi pedoman saya adalah apa yang dilakukan anak-anak itu kan halal. Mungkin banyak orang yang cuma melihat sisi negatifnya, kok ondel-ondel dipakai ngamen kesannya kumuh, miskin, terbelakang. Tetapi mungkin banyak orang tidak tahu kalau ondel-ondel memberi kesempatan hidup bagi orang lain," beber Purnama.

Purnama menjelaskan maksudnya lebih jauh. Kata dia, orang-orang yang berkumpul di sanggar tidak cuma anak Jakarta, namun juga berasal dari luar pulau Jawa yang berusaha mencari peruntungan di ibu kota.

Awalnya anak-anak daerah yang minim kemampuan bekerja itu hanya sekadar nongkrong.

Belakangan, mereka mau diajak mencari uang dengan manjak alias memerankan ondel-ondel keliling.

"Dari pada luntang-lantung enggak ada kerjaan malah lari ke hal negatif seperti narkoba atau kriminal, lebih baik saya ajak mereka untuk main ondel-ondel. Seperti simalakama tapi memang seperti itu kenyataannya," jelas Purnama.

Serampangan

Budayawan Betawi, Saiful Amri, menyoroti dilematisnya keberadaan ondel-ondel keliling di Jakarta.

Menurut Amri, banyak pengamen jalanan yang memanfaatkan kesenian ondel-ondel sebagai sumber pendapatan dengan tidak mengacuhkan pakem-pakem budaya Betawi.

"Kita lihat sendiri sekarang ini, ondel-ondel keliling kan diiringi musik dari kaset dan pengamennya kadang hanya pakai sandal jepit bahkan terkadang nyeker alias tidak pakai alas kaki. Ini jelas menghancurkan pakem-pakem budaya Betawi," ujar Amri.

Pakem-pakem budaya Betawi dalam kesenian ondel-ondel, lanjut Amri, seharusnya tetap ditampilkan sesuai aturan.

"Misalnya dengan diiringi musik gambang kromong atau rebana sungguhan. Atau para pemainnya mengenakan pakaian adat yang mencerminkan budaya Betawi. Kalau seperti itu justru bagus karena misi pelestarian dan pengenalan budaya Betawinya juga kena,” katanya lagi.

Perajin menyelesaikan pembuatan Ondel-ondel boneka khas Betawi di Kramat Pulo, Jakarta, Selasa (18/7).
Perajin menyelesaikan pembuatan Ondel-ondel boneka khas Betawi di Kramat Pulo, Jakarta, Selasa (18/7).

Amri berharap Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dan Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) memainkan perannya sebagai lembaga yang dapat meluruskan pakem-pakem budaya Betawi.

Ia menilai, keberadaan ondel-ondel keliling saat ini tidak sekadar berhubungan dengan kesenian namun juga “urusan perut”.

“Teman-teman dari LKB dan Bamus sempat memanggil para pengamen ondel-ondel itu dan berusaha untuk menertibkannya. Kalau mereka memang mau melestarikan budaya tentu kami dukung asalkan mengikuti aturan. Jangan cuma mencari untung demi perut, tetapi menghancurkan budaya Betawi,” ujar Amri.

Menyikapi soal pakem Betawi, Usman dari sanggar Kramat Pulo menjelaskan banyak ondel-ondel keliling yang masih berusaha untuk taat aturan main.

Misalnya, soal penggunaan busana khas Betawi saat mengarak ondel-ondel keliling jalanan.

Polisi Lalu Lintas dibantu ondel-ondel mengatur lalu lintas di Flyover Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/3).
Polisi Lalu Lintas dibantu ondel-ondel mengatur lalu lintas di Flyover Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

"Ya bisa saja setiap ngamen pakai baju adat Betawi. Dulu beberapa sanggar masih melakukan hal itu. Tetapi lama-kelamaan jadi nggak realistis dari sisi ekonomi karena kalau setiap hari ngamen berarti harus nyiapin paling tidak tujuh set pakaian. Pakaian itu setiap hari harus dicuci dan kalau keseringan dicuci lama-kelamaan jadi rusak. Jadi ya sudah, cari yang paling masuk akal saja," papar Usman.

Ondel-ondel, yang pada awal kemunculannya bernama Barongan dan salah satu fungsinya adalah mengusir roh-roh jahat, sejatinya memang harus dipikul dan diarak keliling masuk-keluar kampung.

Akhirnya kini, tampaknya liku-liku kehadirannya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika ibu kota Jakarta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk

Diasuh Pengamen Ondel-ondel, Bocah 13 Tahun Meninggal karena Gizi Buruk

Jabar | Senin, 08 Juli 2019 | 20:06 WIB

Aksi Ondel-ondel Tuntut MK Bertindak Adil

Aksi Ondel-ondel Tuntut MK Bertindak Adil

Foto | Selasa, 18 Juni 2019 | 16:00 WIB

Lestarikan Budaya Betawi, Remaja 16 Tahun Bikin Website Setu Babakan

Lestarikan Budaya Betawi, Remaja 16 Tahun Bikin Website Setu Babakan

Lifestyle | Kamis, 16 Mei 2019 | 21:19 WIB

Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi

Ini Usia yang Tepat Mengenalkan Anak Tradisi Silat Betawi

Lifestyle | Sabtu, 20 April 2019 | 19:15 WIB

Padukan Milenial dan Betawi di JPO Pasar Minggu, DKI Siapkan Rp 7 Miliar

Padukan Milenial dan Betawi di JPO Pasar Minggu, DKI Siapkan Rp 7 Miliar

News | Selasa, 09 April 2019 | 14:32 WIB

Pawai Ogoh - Ogoh Sambut Nyepi

Pawai Ogoh - Ogoh Sambut Nyepi

Foto | Rabu, 06 Maret 2019 | 17:40 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

Penghormatan Terakhir Jenderal Ryamizard Ryacudu: Disemayamkan di Kemhan, Dimakamkan di Kalibata

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:16 WIB

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

PSG Juara, Prancis Membara! 22.000 Polisi Tak Mampu Bendung Amuk Massa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:09 WIB

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak, 5 Tewas dan 3 Hilang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:08 WIB

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

Update Rusuh di Paris Usai PSG Juara Liga Champions: 1 Orang Tewas 780 Ditangkap

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:57 WIB

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

Qodari: Prabowo Sosok Langka yang Dekat dengan Putin, Trump, dan Xi Jinping

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:52 WIB

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:25 WIB