Istiqlal Tetap Pakai Plastik Jika Anies Tak Sediakan Besek Daging Kurban

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Rabu, 31 Juli 2019 | 16:30 WIB
Istiqlal Tetap Pakai Plastik Jika Anies Tak Sediakan Besek Daging Kurban
Jamaah beraktifitas di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (17/5). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah mengatakan pihaknya sudah mendapat imbauan dari Gubernur Anies Baswedan untuk tidak menggunakan kantong sekali pakai saat pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha, 11 Agustus 2019 mendatang.

"Kemarin kami sudah dapat imbauan melalui WA atau surat dari Gubernur dari Dikmental dan kami sudah sampaikan ke pimpinan kami di Istiqlal," kata Abu saat dikonfirmasi Rabu (31/7/2019).

Namun dia berharap Pemprov DKI bersedia menyediakan besek atau wadah alternatif lain yang ramah lingkungan ke setiap masjid saat pemotongan kurban.

Hurairah menuturkan, jika besek tersebut tidak disediakan maka pengurus Masjid Istiqlal tetap akan menggunakan kantong plastik, namun plastik yang digunakan adalah plastik ramah lingkungan.

"Iya kalau pak Gubernur memberikan, ya kami pasti pakai lah. Enggak (rencana cari sendiri). Kalau kami enggak mikirin sampai ke sana, apalagi untuk bikin sendiri. Kan sudah ada plastik ramah lingkungan. Sudah diakui sama dokter," ujarnya.

Warga mengantre pembagian hewan kurban di kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, Jumat (1/9).
Warga mengantre pembagian hewan kurban di kantor DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Jakarta, Jumat (1/9).

Pembagian daging hewan kurban di Istiqlal kata Abu, memang sudah menggunakan wadah yang ramah lingkungan sejak lima tahun teralhir. Penggunanaan wadah ramah lingkungan menurut dia bukan barang baru.

"Yang jelas di Istiqlal sejak empat sampai lima tahun terakhir ini kami sudah memakai plastik yang ramah lingkungan bukan plastik biasa. Plastiknya bening mudah terurai, plastik Joyoboyo. Enggak pakai plastik hitam lagi," tutupnya.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemotongan hewan kurban saat Idul Adha tetap ramah lingkungan. Salah satunya adalah mengganti penggunaan plastik untuk membagikan daging kurban dengan besek bambu.

Anies menuturkan, sampah plastik kresek khususnya yang berwarna hitam merupakan bahan yang tidak ramah lingkungan. Ia minta menggunakan besek karena besek merupakan bahan yang bisa didaur ulang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Imbauan Pemkot Depok Terkait Idul Adha, Salah Satunya Sama Seperti DKI

Tiga Imbauan Pemkot Depok Terkait Idul Adha, Salah Satunya Sama Seperti DKI

Jabar | Rabu, 31 Juli 2019 | 11:56 WIB

Anies Minta Pembagian Daging Kurban Pakai Besek Bambu

Anies Minta Pembagian Daging Kurban Pakai Besek Bambu

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 11:30 WIB

Pemprov DKI Imbau Pembagian Daging Kurban Pakai Daun Pisang

Pemprov DKI Imbau Pembagian Daging Kurban Pakai Daun Pisang

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 19:10 WIB

Jelang Idul Adha, Anies Mau Bikin Pelatihan Potong Hewan

Jelang Idul Adha, Anies Mau Bikin Pelatihan Potong Hewan

News | Selasa, 23 Juli 2019 | 18:56 WIB

Masjid Istiqlal dan JIC Selenggarakan Salat Khusuf saat Gerhana Bulan

Masjid Istiqlal dan JIC Selenggarakan Salat Khusuf saat Gerhana Bulan

News | Rabu, 17 Juli 2019 | 05:48 WIB

Melihat Suasana Masjid Istiqlal yang Sedang Direnovasi

Melihat Suasana Masjid Istiqlal yang Sedang Direnovasi

Foto | Rabu, 19 Juni 2019 | 16:37 WIB

Terkini

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:37 WIB

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:30 WIB

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:29 WIB

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:28 WIB

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:19 WIB

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

×