Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 01 Agustus 2019 | 10:39 WIB
Kutip Situs Asing, Abu Janda Sebut FPI Kategori Teroris
Permadi Arya alias Abu Janda (pakai peci). [Suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Permadi Arya alias Abu Janda masih melanjutkan pernyataan sebelumnya di acara Indonesia Lawyers Club atau ILC TV One pada Selasa (30/7) malam ihwal pembuktian jika ormas Front Pembela Islam (FPI) dikategorikan sebagai teroris.

Melalui akun Twitter @permadiaktivis, Abu Janda membeberkan ulang terkait FPI yang dikategorikan teroris oleh sebuah situs trackingterrorism.org. Ia bahkan sampai menautkan alamat situs tersebut dalam unggahannya pada Rabu (31/7/2019) malam.

Abu Janda juga menyindir Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang sempat membantah pernyataannya tersebut dalam satu acara yang sama di ILC tvOne. Dalam unggahannya di Twitter, Abu Janda turut menyertai cuplikan tayangan ILC antara dirinya dengan Munarman.

"Pemerintah disalahkan karena @facebook & IG selalu hapus foto Rizieq. Saya bilang itu karena FPI kategori Terrorist Organization oleh TRAC lembaga pemantau terorisme dunia, Munarman panik lalu nuduh @rudiantara_id @kemkominfo dalangnya. monggo di-RT TRAC:
https://t.co/ylxjd9dPjZ https://t.co/GMGHQDRgo9," cuit Abu Janda sembari menautkan alamat situs terkait seperti dikutip Suara.com.

Diketahui, Munarwan sendiri sudah melakukan bantahan saat Abu Janda melontarkan pernyataan yang sama di ILC. Ia menyebut jika situs luar negeri yang dimaksud Abu Janda tidak jelas.

"Jadi memang (Abu Janda) kerjaannya nakut-nakutin. Itu sebetulnya yang disebut dia tadi itu kita juga sudah cek itu situs luar negeri gak jelas, kita tracking gak jelas juga itu situs," kata Munarwan dalam cuplikan video ILC.

Munarwan kemudian membeberkan hasil penelusurannya ihwal penyebab sering hilangnya unggahan di media sosial yang disertai dengan foto Habib Rizieq Shihab. Bukan karena FPI dikategorikan teroris oleh situs tersebut, melainkan Munarwan menyebutkan alasan lainnya.

"Yang menjadi penyebab itu memang ada ya kita sudah telusuri juga itu dari pemegang otoritas di bidang Kementerian Informasi dan Komunikasi itu memang memberikan surat atau notice kepada pihak pengelola Facebook di Indonesia ini, supaya hal-hal yang terkait dengan gerakan 212 terutama foto-foto Habib Rizieq itu didrop, itu fakta. Ini fakta hukum jadi kalau dia ngomong itu dia memang bagian kulit luar lah gitu kita maklum lah begitu," tutur Munarman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Izin FPI Masih Digantung, Kemendagri: Kalau Mudarat, Kami Tak Biarkan Hidup

Izin FPI Masih Digantung, Kemendagri: Kalau Mudarat, Kami Tak Biarkan Hidup

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 17:05 WIB

Abu Janda Ngaku Jadi Perisak, Sandiaga Uno Beri Tanggapan Santai

Abu Janda Ngaku Jadi Perisak, Sandiaga Uno Beri Tanggapan Santai

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 14:45 WIB

PSI: Indeks Kebebasan Berkeyakinan Turun karena Anies dan FPI

PSI: Indeks Kebebasan Berkeyakinan Turun karena Anies dan FPI

News | Rabu, 31 Juli 2019 | 06:00 WIB

Polemik Perizinan FPI, JK: Pemerintah Tidak Bisa Diskriminasi

Polemik Perizinan FPI, JK: Pemerintah Tidak Bisa Diskriminasi

News | Selasa, 30 Juli 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB