Brigadir Rangga, Polisi Penembak Bripka Rahmat Tidak Gila

Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita
Brigadir Rangga, Polisi Penembak Bripka Rahmat Tidak Gila
Bripka RE ditembak. (ist)

Dari pemeriksaan, tak ada gangguan kejiwaan dari Brigadir Rangga Tianto.

Suara.com - Kepolisian telah memeriksa kejiwaan Brigadir Rangga Tianto, anggota polisi yang menembak mati Bripka Rahmat Effendi di terjadi di Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Dari pemeriksaan, tak ada gangguan kejiwaan dari Brigadir Rangga Tianto.

"Pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan kejiwaan psikologi. Hasil sementaranya, yang bersangkutan normal," kata Kapolda Metro Jaya Irjen, Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Senin (12/8/2019).

Terkait insiden tersebut, Gatot pun mengimbau pada jajarannya untuk melakukqn evaluasi terkait anggota kepolisian yang memegang senjata.

Dirinya menyebut, setiap anggota kepolisan harus menjalani pemeriksaan psikologi secara intensif sebelum dibekali sebuah senjata api.

"Saya juga menyampaikan kepada kepala satuannya masing-masing untuk mencoba mengevaluasi kembali kepada pemegang senjata api ini khususnya dalam pemeriksaan psikologinya sehingga anggota tidak mudah emosional ya," imbuh Gatot.

Diketahui Bripka Rahmat Efendy tewas setelah ditembak rekannya sendiri sesama polisi, Brigadir Rangga Tianto, Kamis (25/7/2019). Bripka Rahmat Effendi pun mengalami luka, sampai akhirnya tewas.

Bagian tubuh Bripka Rahmat yang kena tembak di antaranya dada, leher, paha dan perut. Bagian tubuh itu bolong.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan Bripka Rahmat Effendi pun tewas di lokasi kejadian. Korban tewas di ruangan SPK Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

"Dia (Brigadir RT) lalu menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali tembakan pada bagian dada, leher, paha, dan perut," cerita Argo saat dihubungi, Jumat (26/7/2019) pagi.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS