Bule Minta Maaf usai Lecehkan Air Suci Bali, Niluh Djelantik: Pembohong!

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:43 WIB
Bule Minta Maaf usai Lecehkan Air Suci Bali, Niluh Djelantik: Pembohong!
Bule di Bali lecehkan air suci - (Facebook/@niluhdjelantik)

Suara.com - Warga negara asing (WNA) di Bali lagi-lagi berulah. Kali ini sepasang warga Ceko menjadi pelakunya.

Dalam video yang dibagikan desainer ternama Niluh Djelantik, Minggu (11/8/2019), kedua bule Ceko itu melecehkan air suci di Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali.

Si wanita mengangkat roknya dan mengarahkan bokong pada kucuran air suci, lalu si pria membasuh bokong pacarnya itu dengan air tersebut. Keduanya tertawa-tawa di video itu.

Tak lama kemudian, Niluh Djelantik mengungkap akun media sosial dua bule itu beserta namanya: Sabina Dolezalova dan Zdenek Slouka.

Ia menyertakan caption yang menunjukkan amarah untuk mereka, juga permintaan terhadap pihak imigrasi Bali dan Denpasar untuk mengecek izin tinggal.

"Sabina and Zdenek, you both are a disgrace to our island. You may remove your Instagram page well here you are on Facebook.

Pelaku pelecehan pelinggih di salah satu pura di Gianyar. Yang lelaki menggunakan air suci dari salah satu pelinggih untuk menceboki si perempuan.

Mereka ternyata bukan turis. Tinggal di Bali. Entah apa pekerjaannya. Katanya digital nomad. Berarti kerja online? Penasaran pengen lihat izin tinggalnya.

Kepada Yth @imigrasibali @imigrasidenpasar saya minta tolong dicek ijin tinggalnya, kalau melanggar deportasi saja.

baca juga

Benalu-benalu seperti ini musti dibersihkan. Kalau bukan kita yang menjaga tanah kelahiran kita, siapa lagi?

Niluh Djelantik," tulisnya.

Bule di Bali lecehkan air suci - (Facebook/@niluhdjelantik)
Bule di Bali lecehkan air suci - (Facebook/@niluhdjelantik)

Sabina dan Zdenek sempat meminta maaf setelah videonya viral. Namun, masih di hari yang sama, Niluh Djelantik membagikan unggahan yang membuktikan bahwa Sabina dan Zdenek ternyata berbohong dengan berpura-pura tidak tahu bahwa air yang mereka buat main-main itu dianggap suci oleh penduduk setempat.

"Pernyataan maaf kedua manusia ini adalah pembohongan publik. Mereka tahu bahwa lokasi di mana mereka merekam tindakan menjijikkan adalah tempat suci. Dengan jelas perempuan yang merekam video tersebut mengatakan svecena voda yang berarti holly water atau air suci," tulis Niluh Djelantik untuk anggota DPD Bali Arya Wedakarna.

Dirinya juga menyarankan supaya kedua pelaku bertanggung jawab atas upacara pembersihan pura serta diberi sanksi.

"Sudah terlanjur sering kita berbaik hati, akibatnya? Kepala kita diinjak oleh turis yang merasa bisa seenaknya bersikap. Kalau mereka melakukan hal yang sama di negara lain, urusannya sudah masuk hukum pidana.

Mbok Niluh tidak minta mereka dipenjara. Cukup cek apakah mereka benar-benar turis atau malah cari makan di Bali dengan ilegal. Cari juga siapa perekamnya," terang perancang busana yang karyanya sudah dipakai para pesohor dunia itu.

Bule di Bali lecehkan air suci - (Facebook/@niluhdjelantik)
Bule di Bali lecehkan air suci - (Facebook/@niluhdjelantik)

Keesokan harinya, Niluh Djelantik mendapat kiriman foto surat bermaterai dari Sabina, yang menyatakan bahwa masalah telah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Semoga Bali bisa tetap menjaga kehormatan dan martabatnya.

Dan semoga penyelesaian masalah diatas materai 6.000 ini adalah benar karena mereka menyadari kesalahan yang mereka perbuat karena sesungguhnya kedua manusia ini yaitu @sabina_dolezalova_ifbb dan @zdenekslouka adalah pembohong dan benalu bagi tanah kelahiranku.

Orang Bali berjiwa besar dan pemaaf. Seandainya aku mengetahui kejadian ini lebih awal, ku pastikan mereka tak akan bisa mengelabui para penglingsir adat yang kusayangi dan kuhormati.

Secara adat mungkin kalian anggap urusan ini selesai. Seperti katamu, "We already fix the problem." Tapi kalau ternyata kalian menyalahgunakan izin tinggal kalian, aku tak akan tinggal diam.

Air mataku menetes. Bali, kan terus ku jaga hingga akhir hayatku nanti.

Niluh Djelantik," jelas Niluh Djelantik.

Belum diketahui nasib dua bule yang melakukan pelecehan terhadap air suci itu di Bali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kongres Disebut Jadi Berkah PSK, Kader PDIP Polisikan Sebuah Akun Twitter

Kongres Disebut Jadi Berkah PSK, Kader PDIP Polisikan Sebuah Akun Twitter

News | Selasa, 13 Agustus 2019 | 08:03 WIB

3 Fakta Gigolo Bunuh SPG karena Kesal Dibilang Tak Bisa Memuaskan

3 Fakta Gigolo Bunuh SPG karena Kesal Dibilang Tak Bisa Memuaskan

News | Selasa, 13 Agustus 2019 | 07:15 WIB

Dibunuh Gigolo karena Tak Puas, Ada Luka Robek dalam Kelamin Putu Yuniawati

Dibunuh Gigolo karena Tak Puas, Ada Luka Robek dalam Kelamin Putu Yuniawati

Jatim | Senin, 12 Agustus 2019 | 20:29 WIB

Mantap, Seminyak Masuk Dalam 25 Pantai Terbaik di Dunia

Mantap, Seminyak Masuk Dalam 25 Pantai Terbaik di Dunia

Lifestyle | Senin, 12 Agustus 2019 | 19:41 WIB

Bilang Tak Puas 2 Kali Main, Ini Kronologi Ni Putu Yuniawati Dibunuh Gigolo

Bilang Tak Puas 2 Kali Main, Ini Kronologi Ni Putu Yuniawati Dibunuh Gigolo

Jatim | Senin, 12 Agustus 2019 | 19:28 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×