Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB
Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme
Aksi Suara Ibu Indonesia di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Jumat (30/10/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Inisiator Forum Cik Ditiro Masduki menyatakan pemerintah sengaja mengalihkan fokus publik dari evaluasi kinerja nasional ke narasi kerusuhan unjuk rasa pada Rabu 28 Oktober 2026.
  • Bentrokan dalam aksi peringatan Sumpah Pemuda di berbagai kota dipicu oleh penanganan aparat kepolisian yang represif, kaku, dan dinilai kurang profesional.
  • Masduki menuntut Presiden Prabowo Subianto segera merespons tuntutan publik secara terbuka tanpa mengkriminalisasi atau melakukan pembungkaman terhadap aspirasi anak muda.

Suara.com - Pemerintah dinilai sengaja mengalihkan fokus perhatian publik dari substansi evaluasi kinerja nasional ke narasi kerusuhan unjuk rasa. Tuntutan perbaikan tata kelola kenegaraan yang disuarakan gerakan mahasiswa kini terancam tenggelam akibat pelabelan aksi anarkis.

Inisiator Forum Cik Ditiro yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki, menilai upaya sistematis untuk menghapus memori publik itu juga terlihat dalam unjuk rasa pada peringatan Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

"Jadi ini ada upaya-upaya sistematis selalu untuk menutup atau menghilangkan memori publik terkait dengan tuntutan-tuntutan perbaikan tata kelola kenegaraan dengan framing tentang aksi yang anarkis," kata Masduki, dikutip Jumat (30/10/2026).

Eskalasi bentrokan pascaaksi damai memperingati Sumpah Pemuda di berbagai kota dinilai tidak lepas dari buruknya penanganan aparat. Ketidakprofesionalan polisi di lapangan dituding menjadi pemicu utama pecahnya gesekan dengan massa unjuk rasa.

Menurut Masduki, aspirasi warga negara dalam menyampaikan kritik tersumbat akibat penanganan aparat kepolisian yang represif dan kaku.

Ia menegaskan bahwa penanganan terhadap pengunjuk rasa seharusnya dilakukan dengan pendekatan perlindungan.

"Nah, sehingga bentrokan itu terjadi bisa diasumsikan karena penanganan terhadap aksi massa ini masih kurang profesional," tandasnya.

Ledakan kemarahan di jalanan disebut sebagai dampak dari pengabaian berulang oleh pemerintah pusat terhadap berbagai kritik publik. Respons Istana yang dinilai lamban dan minim solusi konkret membuat gelombang ketidakpuasan publik kian memuncak.

Kekecewaan massa disebut terakumulasi dari kebijakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bermasalah hingga penanganan bencana yang dinilai setengah hati. Masduki menuntut Presiden Prabowo Subianto dan jajarannya untuk tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan tersebut.

baca juga
Inisiator Forum Cik Ditiro yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki. (Suara.com/Hiskia)
Inisiator Forum Cik Ditiro yang juga Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), Masduki. (Suara.com/Hiskia)

Sorotan juga diarahkan pada penahanan sejumlah peserta aksi yang dinilai terkesan dipaksakan, termasuk di Yogyakarta. Penahanan puluhan anak muda yang menyampaikan aspirasi dipandang sebagai tindakan tidak wajar oleh aparat kepolisian.

Tindakan kriminalisasi dan pembungkaman terhadap gerakan anak muda dinilai tidak beralasan karena unjuk rasa tersebut bukan merupakan bentuk kejahatan politik. Pemerintah didesak tidak memberikan label pemicu kerusuhan kepada para demonstran.

Masduki menegaskan bahwa aspirasi anak muda dan mahasiswa harus diberi ruang hingga tuntas tanpa harus distigmatisasi.

"Ini bukan peristiwa politik yang sangat spesifik dan sifatnya berkaitan dengan makar dan sebagainya. Ini adalah anak muda yang ingin menyampaikan ekspresi aspirasi," ujarnya.

Pemerintah dituntut segera menyampaikan pernyataan resmi secara terbuka untuk merespons berbagai tuntutan publik yang terukur. Pemerintah juga diminta tidak bersembunyi di balik isu anarkisme untuk menghindari evaluasi kinerja kepemimpinan Prabowo-Gibran.

Sejumlah tuntutan konkret yang disampaikan mencakup penetapan karhutla sebagai bencana nasional, pengunduran diri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akibat persoalan keabsahan ijazah, hingga penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengalihkan anggarannya ke pendidikan gratis.

"Jadi harusnya sekarang segera ada pernyataan pers dari Istana misalnya, untuk merespons apa saja ini yang menjadi tuntutan dan harus terukur," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

Terima Tim Gabungan Perumus UU Satu Data Indonesia di Istana, Ini Sederet Arahan Tegas Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Adik Prabowo Pesimistis Soal Penguatan Rupiah, Menteri Ekonominya Bilang Bagus Kalau Melemah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:04 WIB

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Lapor ke Prabowo, Maruarar Sirait Umumkan Lonjakan Target Bedah Rumah Naik

Lapor ke Prabowo, Maruarar Sirait Umumkan Lonjakan Target Bedah Rumah Naik

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ricuh! Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Pukul Mundur Massa Demo di Jogja

Ricuh! Polisi Kerahkan Water Cannon untuk Pukul Mundur Massa Demo di Jogja

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

Prabowo Bertemu Menlu Singapura, DPR Ingatkan soal Karhutla hingga Investasi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13 WIB

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

Tanggapi Pertemuan Hambalang, DPR Minta Kerja Sama RI-Singapura Saling Menguntungkan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

Berlangsung Tertutup, Teddy Beberkan Pertemuan Mendadak Prabowo dan Menlu Singapura di Hambalang

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×