Miris, Bocah di Kashmir Tewas Usai Mainkan Bom yang Dikira Mainan

Bangun Santoso

Kamis, 15 Agustus 2019 | 06:28 WIB
Miris, Bocah di Kashmir Tewas Usai Mainkan Bom yang Dikira Mainan
Seorang anak Kashmir melintas di lokasi bekas pertikaian antara tentara India dengan kelompok militan di Kashmir. (Foto: AFP)

Suara.com - Jauh di pedalaman Lembah Neelum, di mana sebuah sungai mengalir memisahkan wilayah Kashmir milik India dan Pakistan, ada sebuah desa kecil bernama Jabri. Biasanya, desa ini jauh dari jangkauan baku tembak militer kedua negara tersebut.

Semua berubah ketika akhir bulan lalu, sejumlah proyektil artileri milik pasukan India menerjang desa dan sebuah proyektil yang belum meledak ditemukan oleh seorang anak berumur empat tahun, Ayan Ali.

“Ia menemukan sebuah bom yang terlihat seperti mainan dan membawanya ke sini,” kata paman Ali, Abdul Qayyum, sambil menunjuk ke arah rumah mereka, Reuters melaporkan, Minggu (11/8/2019).

Pasukan paramiliter India berjaga di salah satu sudut Kota Kashmir. (AFP)
Pasukan paramiliter India berjaga di salah satu sudut Kota Kashmir. (AFP)

Ali memperlihatkan “mainan” tersebut kepada saudara-saudaranya saat keluarga itu sedang berkumpul untuk sarapan. “Mainan” tersebut pun meledak, menewaskan Ali dan melukai delapan saudara, ibu, dan sepupu kecilnya.

“Mereka berusaha untuk merebut alat itu darinya dan ledakan terjadi. Ia tewas seketika,” terang Qayyum. Ia menambahkan bahwa saat ini dua saudara Ali kritis di rumah sakit.

Militer Pakistan menyebut alat tersebut bom curah, sebuah senjata yang melepaskan banyak proyektil yang lebih kecil dan dapat membunuh ataupun melukai orang-orang dalam jangkauan yang lebih luas. Senjata tersebut dilarang penggunaannya di bawah Konvensi Jenewa yang mengatur hukum perang internasional.

Pemerintah dan Militer India membantah tuduhan tersebut. Dua pejabat militer menyatakan kepada Reuters bahwa penembakan yang terjadi di perbatasan sudah disesuaikan dan sebagai balasan terhadap tembakan Pakistan.

Saat mengunjungi Jabri pada Jumat (9/8) pekan lalu, wartawan Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen jenis senjata yang membunuh Ali, meski ada tanda-tanda kerusakan di dalam rumahnya.

Sebuah lubang kecil pada lantai yang keras dan padat menandai di mana Ali berdiri saat proyektil tersebut meledak.

baca juga

“Anak-anak kecil sedang bermain dan tiba-tiba terdengar suara yang keras. Asap di mana-mana, saya tak dapat melihat apapun,” tutur Sadaf Siddiq, kakak perempuan Ali.

Proyektil lain menerjang rumah lain yang berdekatan dan menghasilkan lubang besar yang menganga pada atapnya. Pemilik rumah, Muhammad Hanif (37) mengatakan tak ada yang terluka dari insiden tersebut.

Polisi paramiliter India berjaga di wilayah Kashmir. (Foto: AFP)
Polisi paramiliter India berjaga di wilayah Kashmir. (Foto: AFP)

Militer Pakistan menyatakan telah membersihkan area tersebut dari sejumlah proyektil yang belum meledak. Seorang pejabat militer juga menunjukkan sebuah proyektil sebesar mainan yang dikatakannya sebagai bagian dari bom curah. Reuters tidak dapat memverifikasi kebenarannya secara independen.

Baku tembak di perbatasan India dan Pakistan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kedua negara pun saling tuduh melanggar perjanjian pelucutan senjata secara rutin di sepanjang 740 km Garis Kendali (LoC) yang merupakan garis batas de facto wilayah sengketa Kashmir.

Ketegangan pun meningkat pekan ini setelah India mengesahkan kebijakan untuk mencabut status otonomi Jammu dan Kashmir, menangkap ratusan aktivis dan pemimpin politik, dan memutuskan jaringan komunikasi dari Kashmir India.

Baik India maupun Pakistan saling mengklaim wilayah Kashmir dan telah bertempur dalam dua dari tiga perang agar bisa mendapatkan wilayah yang membentang di pegunungan Himalaya tersebut. Keduanya pun telah bersengketa sejak pemisahan diri dan kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1947 silam.

Sumber: VOA Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakistan Akhirnya Buka Kembali Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil

Pakistan Akhirnya Buka Kembali Wilayah Udara untuk Penerbangan Sipil

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 13:57 WIB

Ngeri, 22 Orang Tewas Seketika Usai Tersambar Petir di Kashmir

Ngeri, 22 Orang Tewas Seketika Usai Tersambar Petir di Kashmir

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 09:46 WIB

Serangan Milisi Tewaskan 5 Polisi India di Kashmir

Serangan Milisi Tewaskan 5 Polisi India di Kashmir

News | Kamis, 13 Juni 2019 | 10:33 WIB

Pakistan Tuding India Siapkan Serangan Lain Bulan Ini

Pakistan Tuding India Siapkan Serangan Lain Bulan Ini

News | Senin, 08 April 2019 | 09:04 WIB

Pakistan Klaim Tangkap 40 Anggota Militan Terkait Bom Kashmir

Pakistan Klaim Tangkap 40 Anggota Militan Terkait Bom Kashmir

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 13:58 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×