Dua Sosok Kunci Dalam Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi oleh Prada DP Masi

Chandra Iswinarno

Kamis, 15 Agustus 2019 | 22:41 WIB
Dua Sosok Kunci Dalam Kasus Pembunuhan Disertai Mutilasi oleh Prada DP Masi
Tiga saksi saat dihadirkan di sidang kasus mutilasi dengan terdakwa Prada DP. (Suara.com/Andhiko).

Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Militer I-04, Palembang masih menunggu kehadiran dua orang saksi kunci untuk memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan oleh Prada Deri Pramana (DP) terhadap kekasihnya, Fera Oktaria (21) di Penginapan Sahabat Mulia, Banyuasin, 8 Mei silam.

Kedua saksi tersebut yakni Dodi Karnadi dan Muhammad Hasanuddin. Keduanya, berdasarkan keterangan terdakwa Prada DP dalam persidangan, sempat ditemui di rumah usai membunuh korban Fera.

Namun, kekinian, keberadaan dua orang tersebut belum diketahui kendati pengadilan telah melakukan pemanggilan untuk menghadiri persidangan.

Tidak hanya itu, dalam kasus tersebut juga muncul nama Imam Satria yang sempat memberikan saran kepada terdakwa untuk membakar korban demi menghilangkan jejak. Belakangan diketahui jika saksi Imam meninggal dunia karena tenggelam di Sungai Dawas Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, pada 22 Juni 2019 lalu.

Dalam Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) Dodi Karnadi yang dibacakan Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar dan Mayor Chk Andi Putu secara bergantian, Dodi Karnadi adalah paman Prada DP sedangkan Hasanuddin adalah teman Dodi.

Saksi almarhum Imam diduga menyarankan Prada DP membakar korban Fera yang saat itu terbujur kaku di kamar penginapan.

"Saya siram dengan pertalite di tubuh korban. Untuk membakarnya menggunakan racun nyamuk. Tapi tidak jadi karena saya tidak tega membakarnya," ujarnya dalam persidangan, Kamis (15/8/2019).

Dalam persidangan juga diketahui jika saksi Imam yang menghubungi saksi lainnya, Muhammad Hasanudin yang saat itu belum mengetahui kejadian pembunuhan tersebut. Oleh Imam, dijelaskan jika terdakwa Prada DP tengah mengalami masalah keluarga dan ingin belajar mengaji.

Hasanudin pun menyarankan agar Prada DP belajar di pesantren Kota Serang, Banten. Keduanya pun berangkat, sedangkan terdakwa Prada DP tinggal di sana selama satu bulan sebelum akhirnya menyerahkan diri.

baca juga

"Saya takut seperti ada yang mengikuti saya. Karena tak tahan, akhirnya saya menghubungi keluarga, dan menyerahkan diri," katanya sembari menangis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prada Deri Akui Dibantu Paman Simpan Potongan Tubuh Fera ke Koper

Prada Deri Akui Dibantu Paman Simpan Potongan Tubuh Fera ke Koper

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 22:15 WIB

Tentara Pemutilasi Kasir Indomaret Gagal Menyerahkan Diri karena Sang Paman

Tentara Pemutilasi Kasir Indomaret Gagal Menyerahkan Diri karena Sang Paman

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 21:22 WIB

Sadis, Prada Deri Potong Tubuh Pacar Pakai Gergaji hingga Patah

Sadis, Prada Deri Potong Tubuh Pacar Pakai Gergaji hingga Patah

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:33 WIB

Kasus Mutilasi Kasir Indomaret, Gegara Hamil Dua Bulan, Prada DP Gelap Mata

Kasus Mutilasi Kasir Indomaret, Gegara Hamil Dua Bulan, Prada DP Gelap Mata

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 18:58 WIB

Terkini

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

Nabung Rutin di Tabungan BRI Rencana, Dapatkan Saldo Gratis Tambahan

Nabung Rutin di Tabungan BRI Rencana, Dapatkan Saldo Gratis Tambahan

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:51 WIB

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Makan Steak WS Hanya Setengah Harga dengan Promo Spesial BRI, Klaim Sekarang!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Tanggal Merah 2027 Kapan Saja? Ini Link Download PDF SKB 3 Menteri Tentang Libur 2027

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 17:46 WIB

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

HGU dan HGB Terlantar Harus Disita Negara! Gubernur Diusulkan Jadi Kepala BRAN

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:45 WIB

×