Dana Tambahan Rp 934 M untuk Formula E, Anies Bandingkan dengan Asian Games

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 16 Agustus 2019 | 06:02 WIB
Dana Tambahan Rp 934 M untuk Formula E, Anies Bandingkan dengan Asian Games
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sesuai rapat di gedung DPRD DKI. (Suara,com/Fakhri)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah mengajukan tambahan dana ke DPRD DKI sebesar Rp 934 miliar untuk modal sebagai tuan rumah Formula E. Menurut Anies jumlah tersebut adalah tarif yang normal untuk menghelat gelaran balap mobil listrik di Ibu Kota.

Anies mengaku heran karena masalah dana untuk penyelenggaraan Formula E teralu diributkan. Ia membandingkan dengan saat Asian Games 2018 lalu, hingga rencana Moto GP di Semarang.

Ia menganggap dua agenda itu sedang berproses tidak terlalu dibahas terkait anggarannya. Menurutnya Asian Games 2018 dan Moto GP di Semarang (jika jadi) anggarannya lebih besar lagi.

“Hanya sekarang dibahas seakan-akan ini baru pertama. Ini sesungguhnya sesuatu yang normal kalau kita lihat di dalam sebuah event internasional,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Menurut Anies, keributan anggaran itu terjadi karena proses pembahasan anggarannya transparan. Sehingga dana dengan jumlah yang ia anggap normal dibandingkan acara lainnya itu dianggap besar.

“Bedanya yang sekarang semuanya lihat, sehingga kaget. Padahal sama lah,” kata Anies.

Ia menganggap hal ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat soal penggunaan dana bagi acara skala internasional. Ia berharap ke depannya masyarakat tidak kaget lagi ketika Pemprov DKI menggelar acara yang lebih besar.

“Dikemudian hari kalau kita ada event nggak akan kaget-kaget lagi. Nanti kita mau bikin FIFA (Piala Dunia) lebih kaget lagi tuh,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mengajukan penambahan anggaran sebesar Rp 934 miliar untuk penyelenggaraan ajang balap mobil listrik, Formula E di Jakarta. Namun saat rapat di DPRD, anggaran tambahan itu dipertanyakan.

Dalam rapat Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020, Pemprov DKI bersama anggota DPRD membahas anggaran tersebut. Anggaran tersebut tertulis pada pagu anggaran indikatif sebesar Rp 934 miliar.

Rp 934 miliar itu terbagi untuk dua kebutuhan. Rinciannya, sebanyak 22 juta poundsterling untuk biaya penyelenggaraan pre event Formula E bertajuk Jakarta Fun Race dan 35 juta euro untuk asuransi.

Ia mengaku sampai saat ini masih menunggu proses pembahasan anggaran tambahan ini selesai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPRD Jakarta Pertanyakan Anggaran Rp 934 Miliar Untuk Ajang Formula E

DPRD Jakarta Pertanyakan Anggaran Rp 934 Miliar Untuk Ajang Formula E

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 22:21 WIB

Anies Kekeh Upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi, Mendagri: Itu Hak Dia

Anies Kekeh Upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi, Mendagri: Itu Hak Dia

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:12 WIB

APBD Perubahan 2019 Jakarta Turun Rp 2 Triliun, Jadi Rp 86,89 Triliun

APBD Perubahan 2019 Jakarta Turun Rp 2 Triliun, Jadi Rp 86,89 Triliun

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 12:01 WIB

Anies Akan Pimpin 4.000 PNS Upacara Hari Kemerdekaan di Pulau Reklamasi

Anies Akan Pimpin 4.000 PNS Upacara Hari Kemerdekaan di Pulau Reklamasi

News | Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:12 WIB

Perluasan Ganjil Genap Efektif Tekan Kemacetan dan Polusi di Jakarta?

Perluasan Ganjil Genap Efektif Tekan Kemacetan dan Polusi di Jakarta?

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2019 | 09:44 WIB

Terkini

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:58 WIB

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 19:50 WIB

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:58 WIB

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:44 WIB

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:37 WIB

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:16 WIB

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:06 WIB

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

KPK Disebut Tak Lagi 'Sakti' Sejak Jadi ASN, Independensinya Hilang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:00 WIB

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?

Prabowo Mau Bahasa Prancis Masuk Sekolah, Kebijakan Pendidikan Ikut Selera Penguasa?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:51 WIB