Jokowi Sebut Produksi Garam di NTT Lebih Bagus dari Australia

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:55 WIB
Jokowi Sebut Produksi Garam di NTT Lebih Bagus dari Australia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tambak garam Nunkurus, Kabupaten Kupang. (Suara.com/Ummai Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki potensi besar untuk memproduksi garam dengan luas tambak kurang lebih 21.000 hektare. Sedangkan untuk di Kupang memiliki lahan seluas 7.000 hektare yang bisa dikembangkan untuk memproduksi garam.

"Tapi (di Kupang) baru diselesaikan 10 hektare. Coba 10 hektare dari 21 ribu hektare, masih jauh sekali. Di lingkungan ini baru 600 hektare. Jadi ini memang baru dimulai," ujar Jokowi saat meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT, Rabu (21/8/2019).

Jokowi menuturkan, pengembangan industri garam memerlukan investasi yang tidak sedikit. Karena itu Jokowi mengajak petani garam untuk melakukan pemanfaatan sepenuhnya di lahan tambak seluas 600 hektare tersebut akan dikejar penyelesaiannya di tahun 2020.

"Petani tambak diikutkan juga. Pekerja sekaligus ikut dalam kayak saham gitu, ikut. Sehingga nanti penghasilan masyarakat di sini bisa lebih baik. Tapi sekali lagi ini yang dalam proses baru 600 hektare. Itu pun yang selesai baru 10 hektare. Tahun depan akan diselesaikan," kata dia.

Presiden Jokowi saat meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT. (Suara.com/Ummi Saleh)
Presiden Jokowi saat meninjau operasional tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT. (Suara.com/Ummi Saleh)

Garam yang di panen di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, NTT, kata Jokowi memiliki kualitas yang lebih bagus jika dibandingkan dengan garam sejenis dari Jawa-Madura ataupun produksi garam dari Australia.

Hal tersebut saat dirinya melihat langsung perbandingan garam yang berasal dari NTT, Jawa -Madura dan Australia. Kepala Negara menyebut garam dari NTT bisa masuk garam industri dan bisa dikonsumsi.

"Tadi saya ditunjukkan perbandingan garam yang diambil dari luar, dari Madura, dari Surabaya, dan juga dari Australia. Hasilnya di sini (NTT) lebih bagus. Lebih putih, bisa masuk garam Industri dan kalau diolah lagi bisa jadi garam konsumsi," kata dia.

Kunjungan Jokowi meninjau tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Provinsi NTT, untuk memastikan bahwa perkembangan produksi tambak garam di NTT telah berjalan sekaligus melihat potensi yang dimiliki NTT.

"Saya hanya ke sini mau memastikan bahwa program terkait urusan garam ini sudah dimulai. Karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton, yang bisa diproduksi dalam negeri 1,1 juta ton," katanya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Didesak Ajak Dialog Rakyat Papua, Bukan Kirim Militer

Jokowi Didesak Ajak Dialog Rakyat Papua, Bukan Kirim Militer

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:07 WIB

Dilecehkan Diminta Buka Baju saat Live IG, Ini Reaksi Ajudan Iriana Jokowi

Dilecehkan Diminta Buka Baju saat Live IG, Ini Reaksi Ajudan Iriana Jokowi

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:09 WIB

Disinggung Soal Doa Buruk untuk Jokowi, Gibran Beri Balasan Kalem

Disinggung Soal Doa Buruk untuk Jokowi, Gibran Beri Balasan Kalem

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 14:14 WIB

Jokowi Bakal Sambangi Papua Awal September 2019

Jokowi Bakal Sambangi Papua Awal September 2019

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:49 WIB

Jokowi Klaim Gejolak di Papua dan Papua Barat Sudah Mereda

Jokowi Klaim Gejolak di Papua dan Papua Barat Sudah Mereda

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:46 WIB

Terkini

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable

Lenovo IdeaPad Slim 3i, Laptop AI Harga Mulai Rp11,7 Juta, Bawa NPU 17 TOPS, dan RAM Upgradable

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak

Bikin Matte Seharian! 4 Sunscreen Korea Oil Control untuk Kulit Berminyak

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:35 WIB

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

IHSG Dibayangi Aksi Jual Saham AI, Perusahaan Outsourcing Justru Bersinar

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Micellar Water Wardah Pink untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:14 WIB

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:07 WIB

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:58 WIB

×