Jokowi Didesak Ajak Dialog Rakyat Papua, Bukan Kirim Militer

Agung Sandy Lesmana, Stephanus Aranditio

Rabu, 21 Agustus 2019 | 15:07 WIB
Jokowi Didesak Ajak Dialog Rakyat Papua, Bukan Kirim Militer
Tangkapan layar kerusuhan di Fakfak Papua Barat, Rabu (21/8/2019) pagi. (Twitter)

Suara.com - Presiden Joko Widodo didesak untuk segera membentuk dan mengirim utusan tim khusus ke Papua untuk membangun komunikasi konstruktif menyikapi insiden kerusuhan yang diduga karena aksi rasial ke mahasiswa Papua di Jawa Timur.

Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani mengatakan cara itu harus dilakukan Jokowi untuk membangun sikap saling percaya sebagai basis dialog antara pemerintah pusat dan rakyat Papua.

Menurutnya, anjuran bersabar dan saling memaafkan serta seremoni pertemuan elite daerah bisa saja mendinginkan suasana dan membangun kondusivitas sementara di Papua.

"Tetapi, sepanjang persoalan mendasar Papua tidak diatasi, seperti ketidakadilan politik, ekonomi, sosial, dan klaritas (kejernihan) sejarah integrasi Papua yang masih dipersoalkan sebagian warga Papua, maka potensi kekerasan, pelanggaran HAM, dan ketidakadilan akan terus dialami warga Papua," kata Ismail dalam keterangannya, Rabu (21/8/2019).

Pengajar Hukum Tata Negara UIN Syarif itu juga menilai rencana Menkopulhukam, Wiranto menambah pasukan TNI/Polri adalah gambaran kekeliruan dalam memahami Papua, yang justru berpotensi membuat kondisi semakin tidak kondusif.

"Dalam human security, subjek atas keamanan bukan semata-mata negara (state oriented), melainkan manusia (human oriented), yang ditujukan untuk memastikan pemenuhan HAM, rasa aman dan keamanan warga Papua," kata dia.

Jalan dialog antara utusan Jokowi dan Rakyat Papua itulah yang bisa mengurangi konflik bersenjata antara Organisasi Papua Merdeka (OPM) sekaligus meletakkan warga Papua sebagai subyek utama untuk keadilan pembangunan berkelanjutan.

Diketahui, kondisi Papua dan Papua Barat masih mencekam. Hari ini, aksi kerusuhan pun menjalar ke wilayah Mimika Papua Barat. Bahkan, dalam demonstrasi berujung rusuh itu, massa dilaporkan merusak anjungan tunai mandiri dan membakar sebuah pasar tradisional.

Sebelumnya, kerusuhan terjadi di Manokwari, Jayapura, dan Sorong. Diduga, unjuk rasa berujung tindakan perusakan ini sebagai bentuk protes dari aksi pengepungan dan tindakan rasial yang menimpa Mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Klaim Gejolak di Papua dan Papua Barat Sudah Mereda

Jokowi Klaim Gejolak di Papua dan Papua Barat Sudah Mereda

News | Rabu, 21 Agustus 2019 | 13:46 WIB

Stafsus Jokowi soal Makian Monyet: Kapolri Jangan Dibiarkan Ormas Begitu

Stafsus Jokowi soal Makian Monyet: Kapolri Jangan Dibiarkan Ormas Begitu

News | Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:08 WIB

Kerusuhan Manokwari, Jokowi: Emosi Boleh Tapi Memaafkan Itu Lebih Baik

Kerusuhan Manokwari, Jokowi: Emosi Boleh Tapi Memaafkan Itu Lebih Baik

News | Senin, 19 Agustus 2019 | 18:31 WIB

Jokowi: Saya Tahu Mace Pace di Papua dan Papua Barat Tersinggung

Jokowi: Saya Tahu Mace Pace di Papua dan Papua Barat Tersinggung

News | Senin, 19 Agustus 2019 | 18:15 WIB

Terkini

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

7 Cara Mengatasi Wajah Breakout dan Bruntusan Akibat Salah Moisturizer

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:40 WIB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Datang ke Bali, Dirut Pertamina Minta Maaf atas Kelangkaan BBM

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video

Sumsel | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Raline Shah Resmi Mundur Sebagai Stafsus Menkomdigi Era Prabowo Subianto

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

Tarif Kamar Hotel Tempat Gubernur Rudy Masud Sarapan, Tembus Rp43 Juta per Malam

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

Perkuat Peran Posyandu Pada Enam Bidang SPM, TP Posyandu Pusat Beri Asistensi di Sorong

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

Pemprov DKI Siapkan 75 Beasiswa Kuliah ke Luar Negeri pada 2027

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Urutan Skincare Malam Viva untuk Flek Hitam dan Ratakan Warna Kulit Usia 50-an

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×