Aktivis Papua: Kami Merasa Punya Indonesia Hanya saat Era Presiden Gus Dur

Reza Gunadha | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 26 Agustus 2019 | 15:02 WIB
Aktivis Papua: Kami Merasa Punya Indonesia Hanya saat Era Presiden Gus Dur
Almarhum Presiden Republik Indonesia ke-4, KH. Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur. [Twitter@tsamaraDKI]

Suara.com - Aktivis masyarakat Papua, Arkilaus Baho, menilai bangsa Papua merasa benar-benar menjadi bagian dari Republik Indonesia ketika pada era Presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Arkilaus mengatakan, saat era Gus Dur lah masyarakat Papua merasa memiliki Indonesia.

Menurut Arkilaus, pada era Gus Dur, masyarakat Papua merasakan benar-benar bisa berekspresi. Kekinian, kata Arkilaus, setelah era kepemimpinan Gus Dur, kebebasan berekspresi tersebut tidak lagi dirasakan masyarakat Papua.

"Kita harus mengapresiasi bahwa Papua itu merasa bagian dari Indonesia di era Gus Dur. Hanya Presiden Gus Dur yang kemudian orang Papua merasa memiliki Indonesia. Artinya bahwa itulah ruang di mana orang Papua berekspresi. Setelah Gus Dur, tidak ada lagi ekspresi seperti itu," tutur Arkilaus dalam diskusi bertajuk "Ngobrol Bareng tentang Papua” di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/8/2019).

Arkilaus mengatakan, masyarakat Papua sangat mencintai Gus Dur. Bahkan, kata dia, masyarakat Papua selalu menyebut Gus Dur sebagai bapak segala bangsa.

"Bagi kami Gus Dur adalah bapak segala bangsa. Orang papua menyebut beliau itu Bapak Segala Bangsa," ujarnya.

Arkilaus mengatakan, masyarakat Papua kekinian selepas era Gus Dur seakan hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Selain itu, kebebasan berekspresi semakin dibatasi.

"Kita lebih pada menjadi penonton sebenarnya, baik dari segi ekonomi politik maupun dalam berekspresi juga, di sana kan orang turun demo saja selalu dihadang. Karena prosedur seharusnya hanya melaporkan saja itu di sana harus mendapatkan izin dari pihak keamanan, itu malah dipersempit," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tri Susanti Diperiksa Polisi soal Kasus Asrama Mahasiswa Papua

Tri Susanti Diperiksa Polisi soal Kasus Asrama Mahasiswa Papua

Jatim | Senin, 26 Agustus 2019 | 14:30 WIB

Soal Referendum Papua, Rizal Ramli Minta Pemerintah Introspeksi

Soal Referendum Papua, Rizal Ramli Minta Pemerintah Introspeksi

News | Senin, 26 Agustus 2019 | 14:21 WIB

Persahabatan Galuh dan Gap, 'Asal Ko Tahu Trada HAM di Papua'

Persahabatan Galuh dan Gap, 'Asal Ko Tahu Trada HAM di Papua'

Liks | Senin, 26 Agustus 2019 | 13:04 WIB

Protes Rasisme, Rakyat Negara Papua Nugini Aksi Bakar Bendera Merah Putih

Protes Rasisme, Rakyat Negara Papua Nugini Aksi Bakar Bendera Merah Putih

News | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:58 WIB

Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Massa Aksi: Papua Bukan Merah Putih

Kibarkan Bendera Bintang Kejora, Massa Aksi: Papua Bukan Merah Putih

Jawa Tengah | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:11 WIB

Maklumat MRP Minta Mahasiswa Papua Pulang dan Lanjut Studi di Tanah Sendiri

Maklumat MRP Minta Mahasiswa Papua Pulang dan Lanjut Studi di Tanah Sendiri

News | Minggu, 25 Agustus 2019 | 12:42 WIB

Aksi Anti Rasis, Mahasiswa Papua: Beri Kami Hak Menentukan Nasib Sendiri

Aksi Anti Rasis, Mahasiswa Papua: Beri Kami Hak Menentukan Nasib Sendiri

Jawa Tengah | Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:16 WIB

Terkini

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:49 WIB

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:21 WIB

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 16:24 WIB

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:51 WIB

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:34 WIB

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:29 WIB

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 15:10 WIB

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:45 WIB

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:41 WIB

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

Meski Masih Macet, Jakarta Dinobatkan Jadi Kota Teraman Nomor 2 di ASEAN

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 14:10 WIB