Wapres JK: Dulu Mau Bisnis Harus Bangun Pabrik, Sekarang Hanya Butuh Data

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 02 September 2019 | 17:41 WIB
Wapres JK: Dulu Mau Bisnis Harus Bangun Pabrik, Sekarang Hanya Butuh Data
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menyampaikan orator ilmiahnya dalam acara sidang terbuka dalam rangka Milad ke-58 Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (2/9/2019).

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan seiring dengan kemajuan teknologi, cara dalam berbisnis ikut berubah. JK menuturkan, pada masa lalu ia berbisnis mesti memiliki tanah beserta pabrik, namun saat ini para pebisnis memiliki data untuk dapat mengembangkan perusahaannya.

JK mengatakan bahwa kekuatan teknologi mampu mengubah segala aspek dalam kehidupan manusia sehari-hari. Bahkan dalam aspek berbisnis.

"Akhirnya bisnis bukan lagi pabrik yang penting, (bukan) tanah yang penting, tapi data yang penting. Data yang paling mahal," jelas JK saat menyampaikan orator ilmiahnya dalam acara Sidang Terbuka Dalam Rangka Milad ke-58 Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Senin (2/9/2019).

Hal yang dimaksudkan JK ialah bagaimana bisnis berbasis start up kini malah meraup keuntungan lebih banyak dibandingkan industri yang memiliki pabrik.

"Saya tidak paham lagi caranya. Rugi terus menerus, kayak Go-Jek itu, Grab merugi terus tapi nilainya naik terus. Jadi orang-orang yang sudah bisnis kaya kita, semua berubah akibat teknologi," ujarnya.

Menurutnya bukan hanya bagaimana mengubah metode bisnis. Kecanggihan serta kecepatan teknologi juga disebutkan JK, telah mengubah gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Ia kemudian mencontohkan ketika masyarakat ingin melangsungkan pernikahan, maka mesti menyebarkan undangan secara manual. Akan tetapi dengan adanya teknologi, saat ini mengirim undangan pernikahan hanya perlu mengirimnya melalui pesan WhatsApp.

"Kalau dulu ada pesta perkawinan semuanya pada datang, semua ikut masak, semua ikut bawa pisau, potong-potong bawang. Sekarang tinggal panggil katering, selesai," tuturnya.

"Mau kawin kumpul keluarga bikin panitia besar, sekarang panggil EO (event organizer), berubah gaya kita tapi mengubah juga sistem kekeluargaan. Itu semua akibat teknologi yang berkembang seperti itu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JK Akan Berikan Orasi Ilmiah di Milad Ke-58 Unsyiah

JK Akan Berikan Orasi Ilmiah di Milad Ke-58 Unsyiah

News | Senin, 02 September 2019 | 10:20 WIB

Tuntut Naik Gaji, Pegawai KLM Mogok Massal di Bandara Schiphol

Tuntut Naik Gaji, Pegawai KLM Mogok Massal di Bandara Schiphol

Bisnis | Senin, 02 September 2019 | 08:11 WIB

Internet Membuat Banyak Kalangan Terjun ke Bisnis Online

Internet Membuat Banyak Kalangan Terjun ke Bisnis Online

Your Say | Minggu, 01 September 2019 | 16:24 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB