Usul PKL Kena Pajak, Tukang Nasi Uduk: Setuju, Asal Jangan Dikejar Kantib

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 03 September 2019 | 11:09 WIB
Usul PKL Kena Pajak, Tukang Nasi Uduk: Setuju, Asal Jangan Dikejar Kantib
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

Suara.com - Salah seorang pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, Fitrianti (46) tak keberatan jika nantinya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mematok pajak untuk PKL yang berjualan di trotoar atau pedestrian. Tapi Fitrianti meminta nilainya jangan terlalu besar.

Fitrianti saban hari berjualan nasi uduk, nasi kuning dan bubur di sepanjang Jalan Blora dekat Stasiun Sudirman. Keuntungan sampai Rp 600 ribu jika sedang banyak yang beli. Paling kecil keuntungannya Rp 350 ribu.

PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

"Kalau misalnya untuk dana apa, nggak apa-apa. Nggak jadi masalah, yang penting kita aman saja nggak dikejar-kejar sama kantip (Satpol PP)," kata Fitrianti saat berbincang dengan Suara.com di tempat dia jualan.

Fitrianti mengusulkan pajak yang ditarik Pemprov DKI tidak lebih dari Rp 10 ribu perhari dagang. Atau juga Rp 200 ribu sebulan. Jika melebihi nilai itu, dia khawatir akan kehabisan modal untuk berjualan.

PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

"Jadi kalau disuruh bayar, ya nggak apa-apa yang penting aman, jangan melampaui batas juga dananya," kata dia.

Fitrianti sudah jualan selama 4 tahun. Diusir Satpol PP, sudah biasa. Dia pun sudah berpindah-pindah berjualan. Fitrianti hanya bisa sabar jika diusir, menunggu berjualan jika sudah diperbolehkan.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PDI-Perjuangan, Ima Mahdiah mengkritisi kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ingin memberikan izin Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berdagang di trotoar. Ia menyatakan ada syarat khusus yang harus dipenuhi Anies jika ingin menerapkan kebijakan tersebut.

PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

Syarat tersebut adalah dengan memberikan pajak retribusi bagi PKL yang berjualan di trotoar. Menurutnya hal ini perlu dilakukan agar tidak ada perbedaan dengan pedagang yang berjualan di toko. Menurutnya jika PKL di trotoar tidak dikenakan pajak retribusi, makan akan ada kecemburuan dari para pedagang di toko. Pasalnya, selama ini pedagang yang di trotoar juga sudah dikenakan pajak.

Selain itu, Ima yang dulunya merupakan staf mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok ini meminta ada tempat khusus bagi PKL jika berdagang di trotoar. Ia tidak ingin kebijakan ini menganggu para pejalan kaki. (Shifa Audia)

baca juga
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)
PKL di Stasiun Sudirman. (Suara.com/Shifa Audia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Staf Ahok Usul PKL Kena Pajak Kalau Jualan di Trotoar

Mantan Staf Ahok Usul PKL Kena Pajak Kalau Jualan di Trotoar

News | Selasa, 03 September 2019 | 06:05 WIB

Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki

Trotoar Lebar jadi Lapak PKL, Kadis Bina Marga: Tak Ganggu Hak Pejalan Kaki

News | Senin, 02 September 2019 | 21:03 WIB

Anies Izinkan PKL Berjualan di Trotoar, Eks Staf Ahok: Apakah Itu Adil?

Anies Izinkan PKL Berjualan di Trotoar, Eks Staf Ahok: Apakah Itu Adil?

News | Senin, 02 September 2019 | 19:46 WIB

Jejak Digitalnya Ditertawakan Gibran, Begini Balasan Anggota TGUPP Anies

Jejak Digitalnya Ditertawakan Gibran, Begini Balasan Anggota TGUPP Anies

News | Sabtu, 31 Agustus 2019 | 17:37 WIB

Bantah PSI Soal Posko Pengaduan Warga Berhenti, Anies: Setiap Pagi Ada

Bantah PSI Soal Posko Pengaduan Warga Berhenti, Anies: Setiap Pagi Ada

News | Kamis, 29 Agustus 2019 | 17:54 WIB

Terkini

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×