Klaim Bukan Dijual, Menteri Sofyan: Lahan Ibu Kota Baru Dimanfaatkan Swasta

Agung Sandy Lesmana, Achmad Fauzi

Rabu, 04 September 2019 | 16:01 WIB
Klaim Bukan Dijual, Menteri Sofyan: Lahan Ibu Kota Baru Dimanfaatkan Swasta
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil. (Suara.com/Erick Tanjung)

Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menyebut lahan ibu kota baru sebesar 30 ribu hektar bukan dibeli. Tapi, lahan tersebut hanya bisa dimanfaatkan oleh swasta.

Artinya, jelas Sofyan, status kepemilikan lahan tak berubah masih milik negara. Hanya saja ada perjanjian konsesi antara pemerintah dengan swasta untuk memanfaatkan lahan tersebut.

"Pemanfaatan. Untuk sementara bank tanah itu nanti akan punya Hak Pengelolaan Lahan. Jadi di sana, nanti kalau pemerintah mau menjual untuk pegawai negeri, itu tanah negara. Sehingga yang dibayar adalah biaya pengembangannya saja," kata Sofyan dalam konferensi pers di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut Sofyan, swasta juga hanya bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk membangun perumahan. Terutama perumahan untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Kalau diserahkan menjadi rumah rakyat itu diberikan hak milik kepada rakyat," ucap dia.

Sebelumnya, pemerintah sudah mencanangkan akan memindah Ibu Kota dari Jakarta ke Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu isu yang ramai dibahas adalah darimana sumber pendanaan untuk membangun ibukota baru tersebut.

“Sumber dana ada kemungkinan pakai APBN sebesar 19 persen. Ini ringan karena diambil dalam 5 tahun. Anggaran lain dari gedung kementeriandi Jakarta yang kita sewakan ke swasta 30-50 tahun. Sumber lain, tanah di sana tidak beli. Ada 40 ribu hektar, dan dipakai hanya 10 ribu hektar. Sisanya 30 ribu hektar bisa ditawarkan ke publik untuk dibeli. Kalau harga 2 juta per meter, artinya kita punya anggaran Rp 600 triliun,” kata Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan pimpinan media massa nasional, di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Gagasan menjual tanah 30 ribu hektar di kawasan calon ibukota RI ini, menurut Joko Widodo banyak mendapat respon dukungan. Sejumlah pengembang, kata Jokowi, langsung meminta agar dilibatkan dan bisa membangun kawasan tersebut.

"Banyak yang mau. REI juga langsung minta kloter pertama untuk bisa mendapatkan," kata Jokowi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Tepis Anggapan China Bakal Investasi di Ibu Kota Baru

Luhut Tepis Anggapan China Bakal Investasi di Ibu Kota Baru

News | Selasa, 03 September 2019 | 18:28 WIB

Menhub: Silakan China Kalau Mau Investasi Transportasi di Ibu Kota Baru

Menhub: Silakan China Kalau Mau Investasi Transportasi di Ibu Kota Baru

News | Selasa, 03 September 2019 | 14:04 WIB

Potensi Bencana Calon Ibu Kota Baru Rendah

Potensi Bencana Calon Ibu Kota Baru Rendah

Tekno | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 23:28 WIB

Ibu Kota Pindah, 200 Ribu Hektare Lahan di Penajam Paser Utara Milik Negara

Ibu Kota Pindah, 200 Ribu Hektare Lahan di Penajam Paser Utara Milik Negara

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 20:15 WIB

Ibu Kota Baru Belum Jadi, Jonan Sudah Pastikan Pasokan Listrik Aman

Ibu Kota Baru Belum Jadi, Jonan Sudah Pastikan Pasokan Listrik Aman

Bisnis | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 19:52 WIB

Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia

Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia

wawancara | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 08:36 WIB

Terkini

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

Terima Denny Indrayana Cs, PKS Bakal Seriusi Polemik Keabsahan Ijazah Gibran Pasca Putusan MK

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:20 WIB

×