Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia

Arsito Hidayatullah, Erick Tanjung

Jum'at, 30 Agustus 2019 | 08:36 WIB
Bernardus Wisnu Widjaja: Kesempatan Mendesain Ibu Kota untuk Acuan Dunia
Bernardus Wisnu Widjaja, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB. [Antara/Olah gambar Suara.com]

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk memindahkan ibu kota Republik Indonesia yang telah sampai pada penentuan calon wilayah ibu kota baru, menuai beragam komentar dan reaksi. Salah satunya adalah terkait potensi bencana di kawasan yang telah diumumkan yaitu di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur.

Soal benarkah kawasan tersebut sama sekali aman atau tidak berpeluang terkena bencana alam, juga sudah banyak yang menyampaikan pandangan dan analisisnya. Sebagian besar memastikan bahwa memang tidak sama sekali aman, termasuk dari BMKG yang menjelaskan bahwa terkait gempa misalnya, kawasan itu setidaknya berhubungan dengan tiga sesar aktif.

Meski begitu, banyak juga di antaranya yang menjelaskan bahwa pada dasarnya potensi bencana di wilayah calon ibu kota baru itu tergolong kecil dan seharusnya bisa diminimalisir, terutama apabila sudah dilakukan kajian, hingga dibuat rancangan dan pengelolaan yang baik sejak awal. Suara.com pun coba meminta pandangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai ini, melalui Bernardus Wisnu Widjaja M.Sc yang menjabat Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB.

Berikut petikan penjelasan dari Bernardus Wisnu Widjaja terkait analisis kebencanaan di wilayah calon ibu kota baru tersebut.

Bisa Anda jelaskan bagaimana potensi ancaman bencana alam di wilayah calon ibu kota baru?

Kalau kita lihat dari sisi bencana geologi, vulkanologi, tidak ada gunung berapi di wilayah calon ibu kota baru. Gunung ada, tetapi tidak gunung api aktif. Sedangkan dari sisi tektonik, potensi tsunami ada, tetapi rendah, mungkin karena pengaruh aktivitas tektonik pulau di Sulawesi.

Sedangkan dari sisi bencana hidrometeorologi, seperti potensi banjir, ada namun tidak signifikan. Artinya potensi banjir bisa kita kelola risikonya dengan mematuhi rencana tata ruang. Kita ikuti saja aturan, sesuai sepadan sungai. Semua daerah pasti ada risiko bencana. Kalau bisa dikurangi risikonya. Jadi secara umum wilayah calon Ibu Kota baru itu aman.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena iklim dan cuaca, seperti angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi, sehingga menimbulkan banjir.

Jadi seharusnya tidak ada itu bencana alam. Bencana itu terjadi kan karena manusianya yang men-trigger.

baca juga

Di mana saja titik yang berpotensi banjir di wilayah ibu kota baru itu?

Titiknya ada di perbatasan antara Penajam dan Kutai Kartanegara. Wilayahnya itu dekat pantai. Jadi yang perlu diperhatikan ke depan dalam pembangunan ibu kota baru ini adalah tata ruangnya. Jadi harus dibedakan antara banjir dan bencana banjir. Bencana banjir itu kan disebabkan karena perilaku manusianya. Jadi nanti di ibu kota baru itu, perlu diedukasi juga masyarakatnya, jangan ada lagi perilaku membuang sampah sembarangan dan tidak ramah lingkungan.

Peta Pulau Kalimantan di tengah-tengah Indonesia. [Shutterstock]
Peta Pulau Kalimantan di tengah-tengah Indonesia. [Shutterstock]

Jadi ini kesempatan sangat bagus, bagaimana kita mendesain ibu kota yang menjadi acuan oleh negara-negara di dunia, ibu kota yang ramah lingkungan. Citra ini yang kita bangun dalam pembangunan ibu kota baru. Akan sangat bagus lagi nanti dibangun hutan kota di sana. Hutan kota yang ditanami tanaman dan pohon-pohon asli Kalimantan, seperti Eboni, Ulin dan sebagainya.

Ada tiga hal dalam mitigasi bencana. Pertama, perlu mencegah risiko baru. Kedua, risiko yang sudah ada dipetakan tadi, mesti dikurangi risikonya dengan cara tidak ditempati untuk pemukiman atau lainnya. Kita tata sungai-sungainya dan edukasi perilaku orang-orangnya. Ketiga, dibangun ketangguhan ketahanan masyarakat dari potensi bencana. Orang-orangnya harus diedukasi perilakunya agar ramah lingkungan.

Bisa Anda jelaskan keunggulan dan kelemahan wilayah calon ibu kota baru ini?

Nanti bisa dilihat detailnya di web inarisk.bnpb.co.id. Ini yang mengisi datanya berbagai institusi, lembaga. Kami menyediakan platformnya. Di sana terlihat jelas peta potensi bencananya daerah di seluruh Indonesia, termasuk (daerah calon) ibu kota baru.

Bisa Anda jelaskan ketersediaan air tanah di sana? Apakah sudah layak untuk sebuah ibu kota atau bagaimana?

Di sana debit air tanah tidak terlalu besar. Di sana wilayahnya dekat dengan pantai. Di atas, (di) wilayah pegunungan, ada debit air, tapi tidak terlalu besar. Menurut saya kita ambil air permukaan.

Jadi untuk air di sana, masyarakat jangan menggunakan air tanah. Jadi pemerintah lah yang harus mengelola dan menyediakan air untuk masyarakat. Bisa dari air PDAM.

Bagaimana dengan transportasinya, seperti penerbangan dan pelayaran. Apakah bandara dan pelabuhan di sana sudah cukup memadai untuk sebuah ibu kota negara?

Di wilayah ibu kota baru ini ada dua bandara yang letaknya berdekatan. Kedua bandara itu, (yaitu di) Balikpapan dan Samarinda, cukup aktif penerbangannya. Mungkin tinggal diperluas saja. Begitu juga dengan pelabuhannya, di sana pelabuhannya juga aktif.

Ancaman karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di sana, bagaimana?

Kita lihat dari posisinya (daerah untuk pembangunan infrastruktur), di lahan gambut atau bagaimana. Sekarang hampir di mana-mana negara di dunia mengalami kebakaran hutan, bahkan di Amazon juga mengalami kebakaran hutan. Jadi di sana, wilayah ibu kota baru itu tanahnya lebih banyak tanah mineral, bukan tanah gambut. Potensi banjir banyak di wilayah lahan gambut.

Jadi menurut saya, tempat ini sangat ideal dari sisi kebencanaan untuk menjadi ibu kota negara. Sebab di sana tidak ada gunung berapi. Sedangkan patahannya banyak yang tidak aktif. Saat ini, dari sisi tektonik, (wilayah itu) paling stabil di seluruh Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumber Listrik Ibu Kota Negara Baru Diusulkan Pakai Energi Nuklir

Sumber Listrik Ibu Kota Negara Baru Diusulkan Pakai Energi Nuklir

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 06:25 WIB

Bupati Benarkan Hashim Kelola 50 Ribu Hektare Hutan di Penajam Paser Utara

Bupati Benarkan Hashim Kelola 50 Ribu Hektare Hutan di Penajam Paser Utara

Jogja | Kamis, 29 Agustus 2019 | 22:48 WIB

Persiapan Ibu Kota, Penajam Paser Utara Minta Rekomendasi Tata Ruang UGM

Persiapan Ibu Kota, Penajam Paser Utara Minta Rekomendasi Tata Ruang UGM

Jogja | Kamis, 29 Agustus 2019 | 15:46 WIB

Terkini

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Niat Siapkan Lahan Tanam Padi, Petani 80 Tahun di Lampung Utara Tewas Terjebak Kobaran Api

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Dari Misi Antariksa hingga Panggung LaLaLa Fest 2026, Ini Babak Baru Perjalanan Dinda Ghania

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Ulasan Novel Dompet Ayah, Sepatu Ibu: Catatan Perjuangan Karya J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Fourteen Ways of Looking at Jellyfish: 14 Cara Melihat Keajaiban Ubur-Ubur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 13:30 WIB

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Ini Jenis Helm Terbaik untuk Touring dan Perjalanan Jauh, Dijamin Aman dan Nyaman!

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

7 Sifat dan Watak Weton Selasa Kliwon yang Dikenal Sakral

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 13:25 WIB

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Pemerintah Targetkan Pembangunan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 dengan Anggaran Rp10 T

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:23 WIB

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Viral Tukang Ojek Bersimbah Darah Dianiaya Sajam oleh Penumpang di Bengkalis

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 13:19 WIB

×