Dicecar soal Akses Internet Papua, Wiranto: Tunggu Dulu, Sabar

Kamis, 05 September 2019 | 10:49 WIB
Dicecar soal Akses Internet Papua, Wiranto: Tunggu Dulu, Sabar
Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama para tokoh Papua dan Papua Barat menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua di Jakarta, Jumat (30/8). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dicecar Najwa Shihab soal pembatasan akses internet di Papua.

Ketika itu, pembawa acara Mata Najwa Trans 7 tersebut mempertanyakan soal 'pelemotan' akses internet yang kekinian menjadi senjata pemerintah.

"Soal pembatasan internet, ini mendapat sorotan tajam. Dan kalau melihat sebelumnya, pemerintah mengambil langkah ini di Jakarta pascapemilu. Apakah ini akan menjadi senjata negara, setiap ada kerusuhan internet dibatasi?" tanya Najwa dalam acara Mata Najwa bertajuk 'Masa Depan Papua', Rabu (4/9/2019).

Melalui teleconference, Wiranto menampik. Menurut Wiranto, pembatasan akses internet bukan senjata dan bukan cara terbaik. Bahkan, dia menyesal dan minta maaf karena telah melakukannya.

"Banyak manfaat dari internet, tetapi sayangnya internet juga bisa kita pisahkan dari komunikasi untuk kejahatan, terorisme, narkoba dan kini menyangkut riot dan hal anarkis yang menggunakan sarana serupa. Memang sangat dilematis," ujar Wiranto.

Kata Wiranto, jika internet tidak dibatasi, masalah tidak akan bisa diselesaikan bahkan lebih luas. Karena itu, imbuh Wiranto, sementara akses internet 'dilemotkan'.

"Tapi itu kan sementara, ketika keadaan sudah kondusif, nanti diaktifkan kembali. Kemarin saya sampaikan ke teman-teman wartawan, kalau ada laporan dari evaluasi di lapangan bahwa kondisi kondusif, detik itu juga internet dibuka lagi," ujar Wiranto.

Kemudian, Najwa mengonfirmasi soal pernyataan Wiranto yang akan membuka akses internet di Papua pada 5 September 2019.

"Anda kemarin sempat menyebutkan timeline, 5 September. Apakah itu artinya belum tentu besok, atau Anda akan melihat situasi lagi dan berubah lagi?" tanya Najwa.

Baca Juga: Trauma, Korban Kerusuhan Papua akan Diberikan Layanan Psikososial

Menjawab pertanyaan Najwa, Wiranto mengatakan, "tunggu dulu ya, sabar. Sabar ya, sabar. Kita kan mengatakan pelemotan kita lakukan sebagai reaksi dari aksi di lapangan yang anarkis."

Menurut Wiranto, kalau di lapangan sudah tidak lagi membahayakan, akan diaktifkan kembali. Sekarang, imbuhnya, tergantung situasi tersebut untuk mengaktifkan lagi internet.

"Tanggal 5 (September) jika keadaan kondusif, Insya Allah kita bisa buka kembali dengan catatan kondusi benar-benar dipertahankan kondusif," tutur Wiranto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI