Terungkap Disertasi BJ Habibie, Terungkap Ini Isinya

Rendy Adrikni Sadikin, Husna Rahmayunita

Jum'at, 13 September 2019 | 15:23 WIB
Terungkap Disertasi BJ Habibie, Terungkap Ini Isinya
Foto dokumentasi Presiden ketiga RI, BJ Habibie menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). (Antara)

Suara.com - BJ Habibie dikenal sebagai insinyur bidang teknologi yang kejeniusannya diakui dunia. Ia memiliki banyak peninggalan keilmuan berharga salah satunya disertasi doktoral (S3).

Sekadar napak tilas jejak kariernya, BJ Habibie pernah bekerja di sebuah perusahaan penerbangan di Hamburg setelah mendapat gelar doktor.

Kemudian pada 1973, ia diminta Soeharto pulang ke Tanah Air untuk mengisi jabatan sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) hingga 1998.

Kala itu, ia membuat gebrakan bertajuk "Visi Indonesia" untuk mengembangkan industri strategis yang dikelola oleh PT. IPTN, PINDAD, dan PT. PAL.

Bukan tanpa sebab, Habibie mampu mencapai karier cemerlang setelah menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk gelar S1, dan kampus RWTH Aachen, Jerman Barat untuk jenjang S2 dan S3. 

Seorang bernama Arief Yudhanto pun menemukan wujud disertasi BJ Habibie yang tertata rapi di perpustakaan Fakultas Teknik Mesin, RWTH Aachen. Bentuknya tipis hanya 55 halaman dengan sampul biru keabu-abuan mirip kertas manila.

Dikutip dari laman https://ari3f.wordpress.com, disertasi ditulis dalam bahasa Jerman dengan judul Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe (Kontribusi terhadap tegangan thermal pada pelat ortotropik) pada 1965.

Sementara dalam buku Dr Sulfikar Amir (The Technological State in Indonesia: The Co-constitution of High Technology and and Authoritarian Politics, Routledge, 2013), judul disertasi Habibie dibahasa-Inggriskan menjadi: Contribution to the temperature demand for orthotopic collarflange.

Disertasi BJ Habibie di kampus RWTH Aachen, Jerman Barat. (Arief Yudhanto)
Disertasi BJ Habibie di kampus RWTH Aachen, Jerman Barat. (Arief Yudhanto)

Secara keseluruhan BJ Habibie menuliskan disertasi tersebut dengan mesin ketik, sementara untuk rumus dan grafik ditulis tangan menggunakan bolpoin.

baca juga

Ringkasnya, isi dari disertasi tersebut mengangkat konsep derivasi matematik pada teori thermoelastisitas (Timoshenko dan Goodier, Stanford University). Teori tersebut digunakan untuk mengukur tegangan thermal pada sayap pesawat ketika memasuki temperatur signifikan atau rejim hipersonik.

Selebihnya, isi dari disertasi tersebut dipahami oleh BJ Habibie dan dua promotor Prof. Dr.-Ing Hans Ebner dan Prof Dr.-Ing. Wilhelm Detmering.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Maleo, Inikah Harapan Tentang Kebangkitan Mobil Nasional?

Setelah Maleo, Inikah Harapan Tentang Kebangkitan Mobil Nasional?

Otomotif | Jum'at, 13 September 2019 | 08:00 WIB

Kisah BJ Habibie dan Berita Tekno Pilihan Pagi Ini

Kisah BJ Habibie dan Berita Tekno Pilihan Pagi Ini

Tekno | Jum'at, 13 September 2019 | 07:21 WIB

Dekan FT UGM Sebut Habibie Bapak Kebangkitan Teknologi Nasional

Dekan FT UGM Sebut Habibie Bapak Kebangkitan Teknologi Nasional

Jogja | Jum'at, 13 September 2019 | 02:05 WIB

Mau Lihat Langsung Pesawat yang Digagas BJ Habibie, Ada di Museum Ini Lho

Mau Lihat Langsung Pesawat yang Digagas BJ Habibie, Ada di Museum Ini Lho

News | Jum'at, 13 September 2019 | 05:00 WIB

Terkini

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:10 WIB

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:04 WIB

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 21:53 WIB

×