Veronica Koman Sangkal Tuduhan Adanya Aliran Dana Besar di Rekeningnya

Chandra Iswinarno

Sabtu, 14 September 2019 | 18:39 WIB
Veronica Koman Sangkal Tuduhan Adanya Aliran Dana Besar di Rekeningnya
Veronica Koman - (Facebook/Dandhy Dwi Laksono)

Suara.com - Polda Jatim saat ini tengah mengusut kasus dugaan penyebaran hoaks dan provokasi kasus Papua dengan tersangka Veronica Koman.

Salah satu bahan penyidikan adalah delapan rekening milik Veronica. Kekinian, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut adanya aliran dana besar dan mencurigakan di rekening Veronica.

Menanggapi tuduhan tersebut, Veronica Koman menyangkal adanya aliran dana besar di dalam rekeningnya. Ia mengatakan saldo di dalam rekeningnya dalam batas nominal yang wajar.

"Saldo rekening saya dalam batas nominal yang wajar sebagai pengacara yang juga kerap melakukan penelitian," tulis Veronica dalam pers rilis yang diunggah di akun Twitter pribadinya, Sabtu (14/9/2019).

Ia juga membenarkan, jika pernah menarik uang saat berada di Papua dan Surabaya. Namun penarikan uang tersebut menurutnya masih dalam kondisi sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari.

"Bahwa tentu betul saya menarik uang di Papua ketika saya berkunjung ke Papua, dengan nominal yang sewajarnya untuk biaya hidup sehari-hari. Saya hanya pernah ke Surabaya sekali dalam seumur hidup saya," ujarnya.

Saat ke Surabaya, Veronica mengaku untuk pendampingan pada aksi 1 Desember 2018 bersama kliennya Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

"Di Surabaya selama empat hari, yaitu ketika pendampingan aksi 1 Desember 2018 bagi klien saya AMP. Saya tidak ingat bila pernah menarik uang di Surabaya. Apabila saya sempat pun ketika itu, saya yakin maksimal hanya sejumlah batas sekali penarikan ATM untuk biaya makan dan transportasi sendiri," lanjutnya.

Meski begitu, Veronica beranggapan pemeriksaan rekening pribadinya tidak ada kaitannya dengan tuduhan pasal yang disangkakan kepadanya. Ia menilai aparat kepolisian, dalam hal ini, menyalahgunakan wewenangnya.

baca juga

"Apalagi kemudian menyampaikannya ke media massa dengan narasi yang teramat berlebihan. Waktu dan energi yang negara ini alokasikan untuk menyampalikan propaganda negatif selalu jauh lebih besar ketimbang yang betul-betul digunakan untuk mengusut dan menyelesaikan pelanggaran HAM yang saat ini terjadi di Papua," ungkapnya.

Menurut Veronica, kriminalisasi terhadap dirinya kali ini merupakan rangkaian dari upaya negara untuk membungkam informasi yang keluar dari Papua.

"Secara terang benderang, kita melihat metode shoot the messenger sedang dilakukan aparat untuk kasus ini. Ketika tidak mampu dan tidak mau mengusut pelanggaran/kejahatan HAM yang ada, maka seranglah saja si penyampai pesan itu. Papua adalah salah satu wilayah yang paling ditutup di dunia ini," tulis Veronica.

Kontributor : Arry Saputra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Veronica Koman Merasa Terintimidasi oleh KBRI Australia

Veronica Koman Merasa Terintimidasi oleh KBRI Australia

News | Sabtu, 14 September 2019 | 18:21 WIB

Veronica Koman Jawab Tuduhan Polda Jatim, Ini Pernyataannya

Veronica Koman Jawab Tuduhan Polda Jatim, Ini Pernyataannya

News | Sabtu, 14 September 2019 | 17:56 WIB

Polda Jatim Sebut Temukan Aliran Dana Besar Milik Veronica Koman

Polda Jatim Sebut Temukan Aliran Dana Besar Milik Veronica Koman

Jatim | Jum'at, 13 September 2019 | 21:14 WIB

Polda Jatim Ancam Veronica Koman Masuk DPO

Polda Jatim Ancam Veronica Koman Masuk DPO

Jatim | Jum'at, 13 September 2019 | 13:40 WIB

Terkini

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Sisi Gelap Host Live Streaming: Dapat Cuan Gede tapi Dieksploitasi?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 10:00 WIB

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

BEM Undira Sebut Almamaternya Dicatut Mahasiswa Gadungan di Deklarasi Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:54 WIB

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Ada Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Jadi Rp2.546.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.121 per Dolar AS, Ini Sentimen Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Apakah Setelah BB Cream Harus Memakai Bedak? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Wamensos Ajak Generasi Muda Wujudkan Cita-cita Sumpah Pemuda dan Proklamasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Green SM Perluas Bisnis, Kini Masuk Pasar Ojek Motor Listrik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:48 WIB

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

3 Calon Rektor Unila Lolos ke Final: Dr Budiyono Memimpin, Suara Menteri 35 Persen Jadi Penentu

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:43 WIB

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

Pengakuan Bayu Setiadi, Dibayar Jadi Mahasiswa Palsu Undira di Acara Sumpah Pemuda Raffi Ahmad

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bahlil Minta KKKS Lambat Kembalikan Konsesi Migas ke Negara

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:37 WIB

×