Kualitas Udara di Palangka Raya Tembus 2.000 : Sangat Berbahaya!

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
Kualitas Udara di Palangka Raya Tembus 2.000 : Sangat Berbahaya!
Perahu bermotor menembus kabut asap menyusuri Sungai Barito di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, (10/10). (Antara/Kasriadi)

Kualitas udara (AQI) Palangka Raya menyentuh angka 2.000 atau sangat berbahaya.

Suara.com - Ramai diberitakan di media sosial, kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang mencapai angka 2.000 akibat kabut asap. Hal itu pun seketika menjadi perbincangan.

Data tentang kualitas udara tersebut tampak dari foto unggahan jejaring Instagram @koalisipejalankaki pada Minggu (15/9/2019).

Disebutkan dalam hari itu pukul 16.00 WIB, kualitas udara (AQI) Palangka Raya menyentuh angka 2.000. Itu menandakan bahwa kondisi di sana sangat berbahaya.

Seperti diketahui, menurut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Banda Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal), angka kualitas udara 0 - 50 berarti baik, 50 - 100 berarti sedang, 100 - 200 berarti tidak sehat, 200 - 300 sangat tidak sehat dan 300 - 500 berbahaya.

Lewat narasinya, @koalisipejalankaki pun mengadukan kondisi tersebut kepada Presiden Jokowi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Halo Pak @jokowi, halo bu menteri @siti.nurbayabakar. Di mana hati nurani kalian? Masyarakat dibiarkan menghirup udara seperti ini? #asaphutan," tulisnya.

Kualitas udara Palangka Raya, Minggu (15/9/2019). (Instagram)
Kualitas udara Palangka Raya, Minggu (15/9/2019). (Instagram)

Senada dengan hal itu, pencemaran udara berbahaya di di Palangka Raya mengundang perhatian warganet.

Tak sedikit dari mereka yang melayangkan protes kepada pejabat daerah setempat seperti yang dirangkum SUARA.com berikut ini.

"Wali kota dan gubernunya ngapain aja di sana? duduk-duduk minum kopi? apa usaha minggat duluan nyari oksigen? tahun ke tahun masalah ini muncul terus, kalau gak bisa ngatasi ini sebagai kepala daerah mendingan resign aja," kata @pahlawankesiangan217.

"Coba itu Gubernur, Wali kota dan Bupati disana pada ngaapain? Kok apa-apa ke pusat. Udah desentralisasi tapi apa-apa masih minta ke pusat," ujar @aryapradipta25.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS