Kualitas Udara di Palangka Raya Tembus 2.000 : Sangat Berbahaya!

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita | Suara.com

Senin, 16 September 2019 | 10:39 WIB
Kualitas Udara di Palangka Raya Tembus 2.000 : Sangat Berbahaya!
Perahu bermotor menembus kabut asap menyusuri Sungai Barito di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, (10/10). (Antara/Kasriadi)

Suara.com - Ramai diberitakan di media sosial, kualitas udara di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah yang mencapai angka 2.000 akibat kabut asap. Hal itu pun seketika menjadi perbincangan.

Data tentang kualitas udara tersebut tampak dari foto unggahan jejaring Instagram @koalisipejalankaki pada Minggu (15/9/2019).

Disebutkan dalam hari itu pukul 16.00 WIB, kualitas udara (AQI) Palangka Raya menyentuh angka 2.000. Itu menandakan bahwa kondisi di sana sangat berbahaya.

Seperti diketahui, menurut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Banda Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal), angka kualitas udara 0 - 50 berarti baik, 50 - 100 berarti sedang, 100 - 200 berarti tidak sehat, 200 - 300 sangat tidak sehat dan 300 - 500 berbahaya.

Lewat narasinya, @koalisipejalankaki pun mengadukan kondisi tersebut kepada Presiden Jokowi dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

"Halo Pak @jokowi, halo bu menteri @siti.nurbayabakar. Di mana hati nurani kalian? Masyarakat dibiarkan menghirup udara seperti ini? #asaphutan," tulisnya.

Kualitas udara Palangka Raya, Minggu (15/9/2019). (Instagram)
Kualitas udara Palangka Raya, Minggu (15/9/2019). (Instagram)

Senada dengan hal itu, pencemaran udara berbahaya di di Palangka Raya mengundang perhatian warganet.

Tak sedikit dari mereka yang melayangkan protes kepada pejabat daerah setempat seperti yang dirangkum SUARA.com berikut ini.

"Wali kota dan gubernunya ngapain aja di sana? duduk-duduk minum kopi? apa usaha minggat duluan nyari oksigen? tahun ke tahun masalah ini muncul terus, kalau gak bisa ngatasi ini sebagai kepala daerah mendingan resign aja," kata @pahlawankesiangan217.

"Coba itu Gubernur, Wali kota dan Bupati disana pada ngaapain? Kok apa-apa ke pusat. Udah desentralisasi tapi apa-apa masih minta ke pusat," ujar @aryapradipta25.

"Kok Kapola sama pangdamnya belum dicopot?" tanya @chef.drughi1897.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Kabut Asap, Ratusan Jemaah Haji Pilih Pulang Lewat Darat

Gara-gara Kabut Asap, Ratusan Jemaah Haji Pilih Pulang Lewat Darat

News | Senin, 16 September 2019 | 09:28 WIB

Singapura Kondusif Kabut Asap, Aktivitas Sekolah Kembali Dibuka

Singapura Kondusif Kabut Asap, Aktivitas Sekolah Kembali Dibuka

News | Senin, 16 September 2019 | 10:20 WIB

Soal Kabut Asap, Moeldoko: Itu Datang dari Allah

Soal Kabut Asap, Moeldoko: Itu Datang dari Allah

News | Senin, 16 September 2019 | 08:26 WIB

Presiden Diserang Soal Pro-Kontra KPK, Hasto: Pak Jokowi Tidak Sendirian

Presiden Diserang Soal Pro-Kontra KPK, Hasto: Pak Jokowi Tidak Sendirian

News | Minggu, 15 September 2019 | 22:00 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB