Kapal Pengangkut Barang Niaga 100 Ton Mendadak Mati Mesin di Selat Lombok

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 17 September 2019 | 23:33 WIB
Kapal Pengangkut Barang Niaga 100 Ton Mendadak Mati Mesin di Selat Lombok
Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menarik KLM Mutiara Inti Permata mati mesin di Selat Lombok, ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Selasa (17/9/2019). (Antara).

Suara.com - KLM Mutiara Inti Permata dilaporkan mengalami mati mesin di selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, sejak Senin (16/9/2019) dan berhasil dievakuasi oleh Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan ke Pelabuhan Lembar, pada Selasa, pukul 21.00 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya, mengatakan kapal beserta enam orang penumpang terdiri atas satu orang nakhoda dan lima anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat.

"Seluruh penumpang kapal dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan ke pihak berwenang di Pelabuhan Lembar malam ini," katanya.

Ia menyebutkan kelima penumpang KLM Mutiara Inti Permata, yakni Salam (53) selaku nahkoda kapal, Safrin (58), dan Taufik (35), selaku ABK. Ketiganya berasal dari Kabupaten Bima, NTB.

Tiga ABK lainnya adalah Anis (58), dan Fran (60). Keduanya berasal dari Nusa Tenggara Timur. Sedangkan Peter (35), berasal dari Ambon, Provinsi Maluku.

Nyoman menjelaskan KLM Mutiara Inti Permata berangkat dari Surabaya, Jawa Timur, tujuan Bima, NTB, pada Sabtu (14/9/2019), pukul 11.00 Wita.

Kapal yang mengangkut barang-barang niaga seberat 100 ton, berupa kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga dan barang lainnya tersebut dilaporkan mengalami kerusakan mesin pada Senin (17/9/2019) pukul 14.20 Wita.

"Nahkoda kapal memberikan tanda bahaya. Laporan tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, pada pukul 14.30 Wita," ujarnya.

Tim SAR gabungan, terdiri atas personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, bersama anggota Ditpolair Polda NTB, bergerak dari Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, menuju titik koordinat 08°32,168S/115°50,019 E.

baca juga

Kapal berhasil ditemukan di perairan utara Pulau Lombok atau sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 dengan jarak 18,75 nautical mile dari Pelabuhan Lembar.

"Setelah dua jam pencarian, kapal ditemukan dalam kondisi terapung ke wilayah selatan kemudian berhasil dievakuasi oleh kapal Basarnas ke Pelabuhan Lembar malam ini," kata Sidakarya. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker Siapkan Pelatihan Perhotelan dan Kapal Pesiar di Lombok Timur

Kemnaker Siapkan Pelatihan Perhotelan dan Kapal Pesiar di Lombok Timur

News | Minggu, 07 Juli 2019 | 07:48 WIB

Gegara Sampah, Tiga Kapal Pesiar Batal Merapat ke Lombok

Gegara Sampah, Tiga Kapal Pesiar Batal Merapat ke Lombok

News | Senin, 11 Maret 2019 | 11:09 WIB

Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi 700 Wisatawan di Lombok

Kapal dan Helikopter Dikerahkan Evakuasi 700 Wisatawan di Lombok

News | Senin, 06 Agustus 2018 | 13:18 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×