Cover Anak Dikepung Asap Tak 'Nendang', Radar Sampit Bikin Ilustrasi Jokowi

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Cover Anak Dikepung Asap Tak 'Nendang', Radar Sampit Bikin Ilustrasi Jokowi
Ilustrasi Jokowi di Koran Radar Sampit - (Twitter/@babaosman1299)

Sejak cover pada hari Jumat itu, Gunawan mengatakan kawasan asap akibat karhutla di kawasan Kalteng tidak kunjung membaik.

Suara.com - Redaksi Harian Radar Sampit sempat membuat sampul atau cover koran yang ditujukan kepada Pemerintah Pusat terkait penanganan di Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah.

Merasa kurang mendapat respons, Radar Sampit akhirnya menerbitkan sampil koran dengan ilustrasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menutup matanya dengan masker.

Pimpinan Redaksi Radar Sampit, Gunawan mengaku pada Jumat (13/9/2019), medianya sempat membuat sampul dengan gambar anak kecil di tengah kepungan asap.

Di bagian sampul tersebut, kata Gunawan, juga tertulis “Tolong Selamatkan Kami” sebagai judul pada koran tersebut.

"Jumat itu gambarnya anak kecil pakai masker. Satu cover full. Tapi masih kurang nendang kayaknya,” ujar Gunawan kepada Suara.com, Selasa (17/9/2019).

Sejak cover pada hari Jumat itu, Gunawan mengatakan kawasan asap akibat karhutla di kawasan Kalteng tidak kunjung membaik. Bahkan, penanganan pemadaman api atau bantuan dari Pemerintah Pusat masih dinilai kurang.

"Tapi setelah itu masih enggak ada juga perhatian. Bahkan kabut asapnya semakin parah. Rentang waktu satu minggu waktu itu semakin parah. Jadi hari Minggu kita bikin itu (ilustrasi mata Jokowi ditutup masker),” jelasnya.

Menurutnya, tujuan cover bergambar anak kecil atau Jokowi adalah agar mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat. Kondisi asap tebal yang memberikan dampak penyakit atau menganggu aktivitas masyarakat Kalteng itu sudah harus ditangani pihak Jokowi secara langsung.

"Supaya perhatian Pemerintah beralih ke Kalteng. Jadi pasang masker itu artinya pemerintah masih tutup mata lah dengan Kalteng, itu intinya," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengklaim, pemerintah akan mengerahkan segala upaya untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Terkait penanganan kasus karhutla, Jokowi mengaku sudah menambah ribuan pasukan TNI ke lokasi yang menjadi titik rawan kebakaran. 

"Segala usaha sudah dilakukan. Yang di darat (pemadaman) sudah semuanya, tambahan pasukan kemarin sudah saya perintahkan juga. Kemarin datang totalnya 5.600 (pasukan)," ujar Jokowi di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, dalam keterangan Biro Pers, Media, Informasi Sekretariat Presiden, Selasa.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS