Udara Buruk karena Kabut Asap, Malaysia Tutup 57 Sekolah di Selangor

Bangun Santoso
Udara Buruk karena Kabut Asap, Malaysia Tutup 57 Sekolah di Selangor
Ilustrasi: siswa mengenakan masker saat pulang sekolah di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/9/2019). (Antara)

Kementerian Pendidikan Malaysia menyatakan, angka indeks pencemaran udara (IPU) melebihi 200

Suara.com - Kantor Pendidikan Negeri Selangor Malaysia memutuskan untuk menutup 57 buah sekolah di wilayah tersebut pada Senin (23/9/2019) karena kualitas udara tidak sehat akibat gangguan kabut asap.

Pernyataan pers Kementerian Pendidikan Malaysia, Minggu, menyebutkan, berdasarkan Stasiun Johan Setia, angka Indeks Pencemaran Udara (IPU) melebihi 200 sehingga sekolah di bawah Kantor Pendidikan Daerah Kuala Langat dan Klang ditutup.

Sedangkan pada sekolah-sekolah di daerah yang angka IPU-nya di bawah 200 pada Minggu hingga pukul 15.00, tetap akan dibuka pada Senin hari ini.

Kantor Pendidikan Daerah Kuala Langat memiliki 30 sekolah dan 24.251 murid, sementara Kantor Pendidikan Daerah Klang memiliki 27 sekolah dengan 43.774 murid.

Kantor Pendidikan Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur memutuskan untuk membuka kembali 296 sekolah mulai Senin (23/9) yang semula ditutup selama dua hari.

Berdasarkan Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Stasiun Batu Muda dan Stasiun Cheras pada Minggu (22/9) pukul 17.00, kualitas udara menunjukkan di bawah 200.

Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) di Jalan Tun Ismail yang sudah libur dua hari, pada Senin (23/9) juga akan dibuka kembali karena kondisi udara yang membaik. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS