Stasiun Palmerah, Benteng Terakhir Demonstran Anti RUU Ngawur

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 24 September 2019 | 20:58 WIB
Stasiun Palmerah, Benteng Terakhir Demonstran Anti RUU Ngawur
Mahasiswa masih memadati Stasiun Palmerah, sebagian besar bergerak pulang, sementara sebagian masih bertahan, Selasa (24-9-2019) malam. [Antara/Laily Rahmawaty]

Suara.com - Situasi di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (24/9/2019) malam kian padat oleh pergerakan mahasiswa dan juga penumpang kereta reguler.

Ratusan mahasiswa memanfaatkan ruang tunggu Stasiun Palmerah untuk beristirahat setelah dipukul mundur aparat saat berdemo di gedung DPR RI.

Mereka menyebar di setiap sudut area yang ada di stasiun. Sementara dari luar stasiun bunyi sirene terus mengaung-ngaung bersama klakson kendaraan yang terjebak kemacetan di tengah demo mahasiswa.

Mahasiswa menggunakan berbagai macam warna almamater, mulai dari kuning, merah bata, merah terang, hijau, biru tua dan biru dongker.

Mereka ada yang duduk di kursi bahkan sebagian besar duduk di lantai stasiun. Sesekali petugas mengarahkan agar mahasiswa tidak memberi ruang jalan bagi penumpang lainnya yang hendak masuk ke dalam stasiun maupun yang turun ke peron.

Situasi ini membuat stasiun terlihat sibuk dengan banyaknya penumpang terutama mahasiswa.

Menurut salah satu petugas di Stasiun Palmerah, pihak KCI telah mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dengan adanya aksi demo mahasiswa.

Lonjakan penumpan tersebut terprediksi terjadi pada jam pulang kantor, petugas disiagakan di pintu masuk, loket tiket, peron, dan juga tim medis.

"Kami sudah antisipasi saat lonjakan penumpang yang terjadi jam pulang kantor," kata petugas KCI yang diberbantukan di Stasiun Palmerah.

Beberapa mahasiswa ini masih bertahan di stasiun menunggu teman-temannya yang belum kembali, ada juga yang menunggu temannya yang sakit karena kekurangan oksigen setelah terkena asap gas air mata.

Sementara itu, untuk memperlancar pergerakan penumpang masuk stasiun terutama para mahasiswa yang datang dalam jumlah banyak, petugas stasiun berjaga-jaga di palang masuk untuk membantu memudahkan pergerakan mahasiswa masuk ke dalam stasiun tanpa terjadi antrean.

Pihak stasiun juga menyediakan kipas angin pendingin khusus untuk mahasiswa yang ada di posko kesehatan darurat yang ada di samping pintu masuk.

Kipas pendingin menggunakan tabung air membantu memberikan udara segar bagi mahasiswa yang pingsan kelelahan di posko darurat.

Nyanyi Lagu Nasional

Lagu Indonesia Pusaka bergema di Stasiun Palmerah, Jakarta Barat, dinyanyikan oleh ribuan mahasiswa yang memadati ruang tunggu stasiun, Selasa malam.

Sebelumnya mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini betepuk tangan seperti menyambut kedatangan teman-teman mereka yang dipukul mundur petugas dari gedung DPR RI.

Lalu mereka yang tadi duduk menunggu menyebar di ruang tunggu stasiun langsung berdiri melihat ke arah datangnya mahasiswa di pintu masuk stasiun.

Tak lama kemudian mereka berdiri dan melantunkan lagu Indonesia Pusaka bersama-sama, nyanyian tersebut menggema sebagai penyemangat bagi para mahasiswa yang sedang berdemontrasi.

Tidak ketinggalan petugas KCI Stasiun Palmerah yang berjaga ikut menyanyikan lagu nasional tersebut sebagai bentuk dukungan kepada para mahasiswa.

Setelah melantunkan lagi Indonesia Pusaka, mereka lalu menyanyi lagu mars 'Pak Polisi-Pak Polisi' yang biasa dinyanyikan saat berunjuk rasa.

Lagu tersebut mereka tujukan ke arah luar stasiun setelah melihat aparat memukul mundur para mahasiswa ke arah stasiun.

Posko Medis

Stasiun Palmerah, Jakarta menyiagakan posko medis darurat membantu mahasiswa yang kekurangan oksigen setelah terkena gas air mata usai berdemo di gedung DPR RI, Selasa.

Pantauan di Stasiun Palmerah sekitar pukul 17.00 WIB sebanyak lima orang mengalami lemas dan mengeluhkan sesak nafas dan pusing saat masuk ke stasiun.

Petugas Stasiun dan tim medis membantu mengevakuasi kelima mahasiswa tersebut ke posko darurat yang ada di pintu masuk stasiun.

Posko tersebut dibuat situasional untuk menampung mahasiswa yang kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.

Jumlah mahasiswa terus bertambah dari lima orang menjadi 10 dan kini sudah ada sekitar 15 orang mendapatkan pertolongan pertama.

Para mahasiswa yang mengalami kekurangan oksigen berasal dari sejumlah kamus seperti STEMIK Bani Saleh Bekasi, STIKES Bani Saleh Bekasi, ISIP Jakarta dan Politeknik APP Jakarta.

David Arifin, Asisten manajer kesehatan pelayanan penumpang PT KCI mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiagakan tim medis di tiga stasisun.

"Kami siagakan di Stasiun Palmerah, Tanah Abang, dan Gondangdia," kata David.

Tim kesehatan terdiri petugas medis berjumlah tiga orang dan dibantu petugas KCI lainnya.

Menurut dia situasi seperti ini sudah terbaca sehingga sudah diantisipasi, seperti pengalaman saat aksi 212.

"Memang sudah kita antisipasi karena ada demo mahasiswa ini kita siapkan posko medis," kata David.

David menyebutkan para mahasiswa mengalami kelelahan dan kehabisan oksigen akibat terkena gas air mata.

Petugas memeriksa kondisi kesehatan mahasiswa mengukur kadar oksigen di dalam tubuh menggunakan alat ukur otomatis, mahasiswa dibantu diberi oksigen tambahan, dan obat maag.

Ditembak Gas Air Mata

Kepanikan terjadi di Stasiun Palmerah, Selasa sekitar pukul 20.20 WIB, setelah beberapa tembakan gas air mata terdengar dekat dari stasiun tersebut, kemudian mahasiswa yang semula menduduki stasiun, bergerak menjauh dari arah pintu kedatangan.

Beberapa ledakan gas air mata terdengar meletus dari Stasiun Palmerah, mahasiswa yang masih berada di stasiun berteriak dan bertepuk tangan sebagai tanda semangat.

Tidak beberapa lama kemudian terdengar lagi tembakan gas air mata dari arah bawah stasiun, beberapa mahasiswa yang berada di peron lantai bawah berlarian ke atas membawa sejumlah teman mereka yang pingsan dan kelelahan.

Situasi makin panik ketika mahasiswa mulai berdiri dan bergerak mejauh dari tangga peron dan pintu masuk.

Tampak kepanikan terjadi di kalangan mahasiswa, bahkan ada yang menggunakan helm di dalam stasiun.

Situasi kondusif kembali setelah sejumlah mahasiswa meneriakkan untuk tetap tenang dan tidak panik.

Petugas stasiun juga terus mengimbau mahasiswa tetap tenang dan tidak panik karena situasi sudah terkendali.

Hingga berita ini diturunkan mahasiswa masih memadati Stasiun Palmerah. Mereka masih menggunakan pasta gigi pelindung dari gas air mata di wajahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Masih Menembakan Gas Air Mata ke Mahasiswa di Dekat Stasiun Palmerah

Polisi Masih Menembakan Gas Air Mata ke Mahasiswa di Dekat Stasiun Palmerah

News | Selasa, 24 September 2019 | 20:57 WIB

Panik! Stasiun Palmerah Tempat Demonstran Dihujani Gas Air Mata

Panik! Stasiun Palmerah Tempat Demonstran Dihujani Gas Air Mata

News | Selasa, 24 September 2019 | 20:49 WIB

Sultan Kena Tembak Gas Air Mata Tepat di Mulut, Dirawat di RS Mintohardjo

Sultan Kena Tembak Gas Air Mata Tepat di Mulut, Dirawat di RS Mintohardjo

News | Selasa, 24 September 2019 | 20:39 WIB

Demo Mahasiswa di DPR, Operator Seluler Bantah Batasi Akses Internet

Demo Mahasiswa di DPR, Operator Seluler Bantah Batasi Akses Internet

Tekno | Selasa, 24 September 2019 | 20:30 WIB

Korban Bentrok, Warga Sekitar DPR Nyaris Pingsan Bingung Cari Puskesmas

Korban Bentrok, Warga Sekitar DPR Nyaris Pingsan Bingung Cari Puskesmas

News | Selasa, 24 September 2019 | 20:25 WIB

Merinding! Ribuan Demonstran Nyanyi Indonesia Pusaka di Stasiun Palmerah

Merinding! Ribuan Demonstran Nyanyi Indonesia Pusaka di Stasiun Palmerah

News | Selasa, 24 September 2019 | 20:18 WIB

Terkini

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:15 WIB

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!

News | Minggu, 12 April 2026 | 22:00 WIB

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang

News | Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:42 WIB

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:32 WIB

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:30 WIB

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:27 WIB

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:19 WIB

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB