Disemprot Gas Air Mata Kedaluwarsa, Demonstran Pingsan hingga Mati Rasa

Reza Gunadha, Muhammad Yasir

Rabu, 25 September 2019 | 17:51 WIB
Disemprot Gas Air Mata Kedaluwarsa, Demonstran Pingsan hingga Mati Rasa
Suasana ricuh aksi unjuk rasa di depan kompleks Parlemen di Jakarta, Selasa (24/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Perwakilan dari Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK), Iren menyebut dampak akibat peluru gas air mata kedaluwarsa menyebabkan beberapa mahasiswa yang berdemo di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa (24/9) mengalami mati rasa hingga pingsan.

Irine menuturkan, sempat mengevakuasi beberapa mahasiswa yang jatuh pingsan akibat terkena gas air mata yang belakangan diketahui telah kadaluwarsa.

"Kami kemarin mengevakuasi beberapa kawan-kawan mahasiswa syoknya sangat beda sekali. Bahkan, ada yang pingsan. Ketika dia bangun, sudah tidak bisa sadar lagi, ada yang sempat pingsan berkali-kali, karena dia bilang kesemutan, sakit semua, bahkan mati rasa," tutur Irine saat jumpa pers di Kantor LBH, Menteng, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

"Dia bilang, mbak saya tidak bisa menggerakkan badan saya, saya mati rasa di sekitar mulut dan segala macam," imbuhnya.

Sebelumnya, Irine mengaku telah mengantongi bukti berupa selongsong peluru gas air mata kedaluwarsa yang digunakan aparat kepolisian, saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI. Dua buah selongsong peluru gas air mata tersebut diketahui kedaluwarsa sejak tahun 2015 dan 2016.

Setelah menemukan bukti tersebut, Irine dan rekan-rekannya lantas mencari tahu apa saja kandungan yang ada dalam peluru gas air mata kedaluwarsa.

Berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari berbagai sumber, Irene menyebut peluru gas air mata kedaluwarsa tersebut mengandung senyawa kimia sianida dan fosgen.

"Ada perubahan senyawa kimia yang ada di dalam tear gas yang expired, salah satunya ada sianida dan fosgen," ungkapnya.

"Nh fosgen itu adalah senjata kimia yang digunakan tentara Jerman pada perang Dunia I dan itu rekasinya akan bertahan dalam tubuh selama 48 jam. Jika tubuh tidak kuat, kan mengalami kegagalan fungsi tubuh dan mengakibatkan kematian," imbuhnya.

baca juga

Berkenaan dengan itu, Irine mengatakan pihaknya segera menemui ahli yang memiliki kapasitas terkait apa saja kandungan yang ada dalam gas air mata kadaluarsa tersebut.

Selain itu, pihaknya berencana menindaklanjuti temuan tersebut yang dinilai sebagai bentuk pelangggaran yang dilakukan aparat kepolisian dengan menggunakan senjata tidak sesuai SOP.

"Dan tentu kami akan melaporkan bahwa ini bentuk pelangggaran selain represif yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa juga penggunaan senjata yang tidak sesuai SOP-nya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Anak yang Hilang saat Demo di DPR Ternyata Diselamatkan Mahasiswa

6 Anak yang Hilang saat Demo di DPR Ternyata Diselamatkan Mahasiswa

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:44 WIB

Mal Prosedur, Suciwati: Siapa Pun Kumpulkan Gas Air Mata Kedaluwarsa Polisi

Mal Prosedur, Suciwati: Siapa Pun Kumpulkan Gas Air Mata Kedaluwarsa Polisi

News | Rabu, 25 September 2019 | 17:29 WIB

Nyaris Chaos, Mahasiswa Disangka Penyusup Saat Aksi di Surabaya Diamankan

Nyaris Chaos, Mahasiswa Disangka Penyusup Saat Aksi di Surabaya Diamankan

Jatim | Rabu, 25 September 2019 | 16:55 WIB

Didesak Mahasiswa, Ketua DPRD Jatim Sepakat Tolak UU KPK Hasil Revisi DPR

Didesak Mahasiswa, Ketua DPRD Jatim Sepakat Tolak UU KPK Hasil Revisi DPR

Jatim | Rabu, 25 September 2019 | 16:45 WIB

Polisi Pakai Gas Air Mata Kedaluwara, Aktivis HAM: Racunnya Bikin Kebutaan

Polisi Pakai Gas Air Mata Kedaluwara, Aktivis HAM: Racunnya Bikin Kebutaan

News | Rabu, 25 September 2019 | 16:28 WIB

Beda Aksi Mahasiswa 1998 dengan 2019: Gembira Ria Lawan Penguasa

Beda Aksi Mahasiswa 1998 dengan 2019: Gembira Ria Lawan Penguasa

News | Rabu, 25 September 2019 | 15:24 WIB

Terkini

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Timnas Indonesia Batal Lawan Yordania, Erick Thohir Singgung Faktor Keselamatan Kevin Diks Cs

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 21:45 WIB

×