Samuel Bunuh 93 Wanita, FBI Minta Bantuan Publik Identifikasi Korban

Reza Gunadha, Husna Rahmayunita

Rabu, 09 Oktober 2019 | 06:30 WIB
Samuel Bunuh 93 Wanita, FBI Minta Bantuan Publik Identifikasi Korban
Ilustrasi [shutterstock]

Suara.com - Biro Investigasi Federal (FBI) tengah menangani kasus yang menjerat Samuel Little (79), pria yang membunuh 93 orang wanita selama bertahun-tahun.

FBI meminta bantuan publik untuk membantu mengindentifikasi korban yang kematiannya belum terungkap.

Samuel Little dikenal sebagai pembunuh berantai paling produktif di Amerika Serikat. Ia menghabisi nyawa puluhan wanita dalam kurun waktu 1970-2005.

Kakek-kakek itu mengincar wanita yang berasal dari kelompok terpinggirkan, seperti mereka yang terlibat pelacuran dan kencanduan narkoba.

Anehnya setelah bertahun-tahun menghabisi nyawa, ia berpikir tidak akan diringkus kepolisian.

"Selama bertahun-tahun, Samuel Little percaya tidak akan ditangkap karena dia berpikir tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas banyak korban," kata Analis Kejahatan ViCap Christie Palazzolo, seperti dikutip dari laman CNN, Selasa (8/10/2019)

Kekinian, FBI tengah mengupayakan keadilan untuk para korban meski Samuel telah dipenjara.

Analisis kejahatan FBI percaya, 93 korban yang disebutkan tersangka adalah kredibel. Tetapi sejauh ini, baru 50 korban yang terindentifikasi.

Baru-baru ini, mereka merilis lima kasus pembunuhan yang dilakukan Samuel di situs web agensi dengan harapan seorang bisa mengungkap detail kejadian untuk melanjutkan penyelidikan.

baca juga

Dalam setiap kasus juga disertai video Samuel Little yang menjelaskan kejadian dan foto korban hasil gambar tersangka.

Strategi ini telah digunakan sebelumya oleh FBI dengan merilis 16 gambar korban pada Februari. Atas kejahatannya, Samuel Little dikenai hukuman penjara seumur hidup di California.

Untuk diketahui, sebelum FBI menciduknya sebagai tersangka atas kasus pembunuhan berantai, pria itu telah dipenjara karena menganiaya tiga orang wanita.

Kemudian, pada 2018, agen FBI melihat namanya muncul dalam kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan di penjuru negeri seperti di Odessa, Texas. Samuel lantas diwawancarai Texas Ranger James Holland dan dua analis kejahatan FBI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibu Tukar Bayinya dengan Mobil Bekas, Baru Ketahuan Setahun Kemudian

Ibu Tukar Bayinya dengan Mobil Bekas, Baru Ketahuan Setahun Kemudian

News | Senin, 07 Oktober 2019 | 15:36 WIB

Bunuh 20 Perempuan untuk Makanan Anjing, Dua Sejoli Dipenjara 654 Tahun

Bunuh 20 Perempuan untuk Makanan Anjing, Dua Sejoli Dipenjara 654 Tahun

News | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 13:18 WIB

Eks Striker Timnas Nigeria Tewas di Usia 31, Penyebabnya Masih Misterius

Eks Striker Timnas Nigeria Tewas di Usia 31, Penyebabnya Masih Misterius

Bola | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Cadangan Mulai Berlimpah, Harga Minyak Mentah Dunia Berangsur Turun

Cadangan Mulai Berlimpah, Harga Minyak Mentah Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 08:19 WIB

Terkini

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

5 Prinsip Kakeibo: Cara Efektif Orang Jepang Mengerem Kebiasaan Belanja Impulsif

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:12 WIB

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

Kisah Pemilah Sampah Tumbangkan Petahana: Sinyal Kuat Perubahan Politik dari Desa hingga Pilpres

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dan Pertanyaan tentang Pilihan Rakyat

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:10 WIB

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

Iran Patok Syarat Tinggi untuk Buka Kembali Negosiasi dengan Amerika Serikat, Apa Saja?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:05 WIB

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

6 Tempat Romantis di Solo Raya Pas Banget Untuk Ngedate Estetik

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Mengenal 3 Tingkatan GERD, Mulai dari Gejala Ringan hingga Terapi Obat P-CAB

Health | Kamis, 24 September 2026 | 11:03 WIB

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Ulasan Almond: Belajar Memahami Emosi dan Manusia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

Titik Aksi Buruh Disepakati di Depan UOB Plaza Dukuh Atas, Setelah Orasi Bakal Langsung Pulang

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:59 WIB

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Red Flag, Green Flag, dan Beige Flag: Bikin Sadar Diri atau Malah Overthinking?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:58 WIB

×