Cerita Angelius Wake Kako, Jadi Anggota DPD RI Bermodal Rp 15 Ribu

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 09 Oktober 2019 | 08:08 WIB
Cerita Angelius Wake Kako, Jadi Anggota DPD RI Bermodal Rp 15 Ribu
Foto viral anggota DPD RI Angelius Wake Kako saat orang tua. (@igtainmentt/instagram)

Suara.com - Terlahir menjadi bungsu dari sembilan bersaudara di sebuah keluarga yang jauh dari kata mapan, membuat masa kecil Angelo Wake Kako harus dipenuhi dengan kerja keras. Sebelum akhirnya bisa mencapai karier sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI).

Karier pria bernama lengkap Angelius Wake Kako ini memang berliku, putra asli Flores, Nusa Tenggara Timur itu sudah menjalani beragam profesi guna menunjang pendidikan S1 di salah satu universitas di daerah tempat tinggalnya.

Beruntung baginya, keaktifan ia di berbagai kegiatan kampus dan jejaring pertemanan, membuat Angelo menjadi seorang aktivis dengan bergabung menjadi salah satu anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).

“Saya ini kan aktivis gitu kan, terus latar belakang saya ini kan susah lah kalau dikatakan boleh begitu, susah dari dulu. Susah dan sekolah juga tertatih-tatih sempat harus jual koran, kondektur mobil angkutan kota dan ojek juga, sembari kuliah S1 saya di Flores,” kata Angelo kepada Suara.com.

Di tengah situasi serba sulit saat itu, bagi Angelo kehadiran dan dukungan serta doa dari orang tua menjadi nomor satu. Ia selalu memegang pesan dari orang tuanya, pesan itu juga yang tetap ia simpan hingga saat ini.

Diketahui, nama Angelo Wake kako kian dikenal berkat foto viral dirinya dengan kedua orang tua saat pelantikan anggota DPD RI, Selasa (1/10/2019).

Ayahnya, Aloysius Waka (80) dan ibunya Katarina Seku (70) tampak begitu sederhana saat datang ke pelantikan anak bungsunya tersebut, mereka terlihat berpakaian khas Flores dengan sarung tenun dan atasan batik.

“Kalau orang tua itu kan selalu omong ya punya orang punya orang, punya kita punya kita, itu nasihat yang dari dulu saya pegang,” kata pria kelahiran Januari, 1990 tersebut.

Setelah berhasil lulus S1 dari hasil kerja kerasnya di Flores, Angelo tak juga puas. Ia yang memiliki semangat tinggi dalam pendidikan, berencana merantau ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah pascasarjana sekaligus juga bekerja.

Angelo berujar, dirinya mendapat beasiswa S2 di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Ketahanan Nasional. Namun prestasi cemerlangnya di dunia pendidikan ternyata tak diimbangi dengan kemampuan ekonomi orang tua.

Aloysius dan Katarina saat itu hanya mampu memberi ongkos Rp 15 ribu sebagai bekal anaknya ke Jakarta. Meski begitu, memiliki jejaring pertemanan yang baik membuat Angelo mendapat sumbangan dana dari pihak lainnya.

“Sejak 2014 saya kan ke Jakarta, 2014 saya ke Jakarta itu orang tua saya memberi saya Rp 15 ribu dengan pesan uang ini kalau sudah setengah mati baru bisa dipakai uang itu. Padahal itu jaringan yang lain sumbang kita itu lumayan Rp 100 ribu, Rp 500 ribu tapi ya itu lah kemampuan orang tua kita kan,” tutur Angelo.

Merantau ke Jakarta

Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Angelo Wake Kako [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Angelo Wake Kako saat menjabat Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Kata sukses masih jauh dari bayang-bayang Angelo saat pertama kali kakinya menginjakan Ibu Kota 2014 silam. Sama halnya saat berkulih di Flores, di Jakarta ia juga masih harus bekerja serabutan guna menutup ongkos hidup yang pas-pasan.

Namun bukan kerja fisik lagi yang kini Angelo lakoni, bermodal pengetahuan dan latar belakang S1, ia kemudian membuka kelas bimbingan belajar. Pada masa kuliah ini baru kemudian jalan sukses Angelo perlahan mulai terbuka.

PMKRI sebagai organisasi yang diikutinya selalu melekat dan tak bisa dilepaskan dari Angelo. Dari organisasi itu pula nama Angelo mulai terdengar saat dirinya berhasil menduduki posisi sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI.

“Ya bersyukurnya saya masuk di organisasi PMKRI dan ya alhamdulillah berkembang sampai ke Jakarta dan sempat menjadi ketua pengurus pusat PMKRI di sini, seluruh Indonesia,” kata Angelo.

Usai lulus pascasarjana Universitas Indonesia pada 2017, Angelo kemudian mendapat pekerjaan menjadi staf ahli Oesman Sapta Odang (OSO) yang kala itu menjabat sebagai ketua DPD RI. Saat bekerja di sini pula lah jiwa Angelo yang berkeinginan menjadi wakil rakyat mulai terbentuk.

Maju Jalur Independen

Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Angelo Wake Kako dan kawan-kawan [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Angelo Wake Kako dan kawan-kawan dalam sebuah kegiatan. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Dorongan dari anak-anak muda khususnya di NTT juga yang kemudian menguatkan Angelo untuk mantap mencalonkan diri menjadi anggota DPD dari daerah kelahirannya. Ia pun punya alasan tersendiri mengapa mengambil jalur independen sebagai DPD dan bukan menjadi DPR lewat partai politik.

Hitung-hitungan politik membuat Angelo tak yakin bakal berhasil jika mencalonkan diri menjadi DPR malalui partai. Mengingat begitu banyaknya rivalitas baik di satu partai maupun dengan partai lainnya dengan para calon petahana.

“Niat yang pertama niat pribadi itu menjadi nomor satu, niat menjadi nomor satu karena kita selama menjadi aktivis, kita kan menyuarakan keberpihakan kepada kaum tertindas kan dari luar terus, kan kadang didengar kadang tidak. Sehingga saya pikir perlu untuk ikut ambil bagian di dalam parlemen dan pilihannya kenapa ke DPD, tentu saya punya hitung-hitungan soal matematika politik gitu,” tutur Angelo.

Dengan modal hasil urunan dari para pemuda NTT yang menjadi relawan, Angelo kemudian memulai debut awalnya berkampanye di kampung halaman pada 21 Februari 2018. Saat memulai itu, ia juga diketahui masih menjadi staf ahli ketua DPD, OSO.

“Saya tuh jujur ya, kalau melihat saya kemarin itu memang partisipasi lebih banyak dari bawah. Begitu banyak orang yang tiba-tiba kasih Rp 500 ribu, kasih Rp 1 juta, kasih Rp 200 ribu untuk kemudian hanya sekadar beli rokok saya bisa ngumpul sama anak-anak muda saja gitu. Kerelawanan begitu luar biasa saya mengalami,” ungkap Angelo.

Lagi-lagi bagi Angelo, orang tua menjadi orang nomor satu di hidupnya. Sebelum memulai pencalonan dan perjuangannya dalam pencalonan, Angelo berujar ia lebih dulu meminta dukungan dan restu dari orang tua.

“Saya itu kan satu orang yang sejak dulu punya keyakinan bahwa sebisa mungkin kita membahagiakan orang tua itu jalan untuk kita itu terbuka, itu keyakinan saya dari dulu memang bahwa orang tua itu menjadi orang nomor satu di dunia. Karena kalau kita bicara Tuhan konsepnya kan lain, tapi selagi di dunia ini orang tua itu harus di nomor satukan,” kata Angelo.

Bawa Orang Tua ke Jakarta

Anggota DPD RI Angelius Wake Kako. (Dok. DPD RI)
Anggota DPD RI Angelius Wake Kako. (Dok. DPD RI)

Atas doa dan dukungan utama dari orang tua itu pula, akhirnya Angelo berhasil meraih 179 ribu lebih suara yang mengantarkanya sampai ke kursi Parlemen.

Tak ingin melupakan jasa orang tua, maka sudah sepatutnya Angelo memboyong bapak ibunya ke Jakarta untuk ikut menghadiri sekaligus menjadi saksi saat anaknya dilantik di Gedung DPR/MPR/DPD.

Angelo berujar, itu juga yang menjadi latar belakang di balik foto viralnya bersama kedua orang tua. Karena baginya, orang tua selalu mendampingi dalam setiap momen yang menjadi kebanggaan mereka.

“Terlepas dari kita berhasil atau tidak, tapi momentum-momentum seperti itu harus membuat mereka bahagia. Karena membanggakan mereka juga sebagai orang tua. Harus membuat mereka itu berbangga,” ujar Angelo.

Kini melalui perjuangannya di Parlemen, Angelo memiliki harapan dapat membawa daerah pemilihannya di NTT untuk bergerak keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan. Ia juga selalu memberi pesan tersebut kepada para pemuda lokal, karena menurutnya kaum muda merupakan motor penggerak bangsa ke depan.

“Saya itu kan selalu omong sama anak-anak muda di NTT, kita itu tidak boleh merasa kecil, itu saya selalu nasihat. Siapapun kita, dari mana pun latar belakang kita, kita semua punya hak dan kesempatan yang sama untuk berbakti kepada negara ini di level manapun. Harapannya tentu ya harapan kami semua anak-anak NTT untuk keluar dari realitas-realitas keterbelakangan, ketertinggalan," Angelo mengakhiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpilih Jadi Ketua DPD RI, Intip Daftar Kekayaan La Nyalla Mattalitti

Terpilih Jadi Ketua DPD RI, Intip Daftar Kekayaan La Nyalla Mattalitti

Bisnis | Senin, 07 Oktober 2019 | 08:00 WIB

8 Fraksi dan DPD Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR, Gerindra Sendirian

8 Fraksi dan DPD Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR, Gerindra Sendirian

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 18:27 WIB

Dipuji! Orangtua Anggota DPD RI Hadiri Pelantikan dengan Pakaian Sederhana

Dipuji! Orangtua Anggota DPD RI Hadiri Pelantikan dengan Pakaian Sederhana

News | Kamis, 03 Oktober 2019 | 15:59 WIB

Lebih Dekat dengan Jialyka Maharani, Anak Bupati yang Jadi Senator Termuda

Lebih Dekat dengan Jialyka Maharani, Anak Bupati yang Jadi Senator Termuda

Lifestyle | Kamis, 03 Oktober 2019 | 12:30 WIB

Saya Terharu, Mantan Tukang Koran Ini Kini Jadi Anggota DPD NTT

Saya Terharu, Mantan Tukang Koran Ini Kini Jadi Anggota DPD NTT

Your Say | Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:04 WIB

Ternyata, La Nyalla Mattalitti Punya Mobil Unik, Loh!

Ternyata, La Nyalla Mattalitti Punya Mobil Unik, Loh!

Otomotif | Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:00 WIB

Ingin Perwakilan DPD jadi Ketua MPR, La Nyalla: Kalau Bisa, Kenapa Tidak

Ingin Perwakilan DPD jadi Ketua MPR, La Nyalla: Kalau Bisa, Kenapa Tidak

News | Rabu, 02 Oktober 2019 | 20:42 WIB

Terkini

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

Ayah Pelaku Penembakan di Turki Masih Aktif sebagai Polisi, Punya Jabatan Mentereng

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:59 WIB

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

Iran Mau Hukum Gantung Perempuan Pertama Buntut Aksi Demo Anti Rezim

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:55 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:44 WIB

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

Beda Peran Laut Merah dan Selat Hormuz, Akan Ditutup Iran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:39 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

KPK Dalami Dugaan Pemerasan THR di Cilacap, 7 Pejabat Diperiksa sebagai Saksi

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

Update Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: 3 Perwira dan 1 Bintara TNI Segera Disidang!

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:34 WIB

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

Dokumen Bocor, Iran Gunakan Satelit Mata-Mata China Untuk Perang Lawan Amerika Serikat

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:33 WIB

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

AS-Iran Mainkan 'Game of Chicken' di Selat Hormuz: Blokade Trump Terancam Jadi Boomerang

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:27 WIB

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

AS Memblokade Selat Hormuz tapi Malah Kehabisan Rudal, Kini Keteteran?

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:22 WIB

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

Iran Peringatkan Kapal Perang AS yang Blokade Selat Hormuz dalam Jangkauan Rudal

News | Kamis, 16 April 2026 | 11:15 WIB