9 Bulan Mengungsi Tanpa Bantuan, 184 Warga Nduga Tewas, 41 antaranya Bocah

Reza Gunadha

Rabu, 09 Oktober 2019 | 14:03 WIB
9 Bulan Mengungsi Tanpa Bantuan, 184 Warga Nduga Tewas, 41 antaranya Bocah
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

Suara.com - Konflik bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dengan TNI - Polri yang sudah terjadi di Nduga sejak Desember 2018 hingga kekinian, masih membuat ribuan warga mengungsi di kabupaten tetangga seperti Wamena, Lanny Jaya dan daerah lainnya.

Dari pengungsian ini, tercatat 184 orang asli Nduga meninggal dunia. Sebanyak 41 orang di antaranya adalah anak-anak berusia sekolah.

Ketua Pemuda Gereja Baptis Papua Sepi Wanimbo mengatakan, lebih tragisnya lagi, pemerintah tampak menomorduakan para pengungsi Nduga.

Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

“Coba bayangkan, 41 anak yang meninggal dunia di pengungsian ini adalah usia sekolah. Ini bukti Presiden Jokowi dan jajarannya abaikan nasib mereka,” ujar Sepi Wanimbo kepada Jubi.co.id, Rabu (9/10/2019).

Menurut Wanimbo, pemerintah pusat di Jakarta dan Pemprov Papua harus netral dan merata dalam penanganan pengungsi, baik memberikan bantuan bahan makanan ataupun ketersediaan rumah layak huni, seperti dilakukan terhadap pengungsi Wamena pascainsiden 23 September 2019.

Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

“Jangan melihat dari kaca mata politik, tetapi harus melihat dari nilai kemanusiaannya. Karena nilai manusia lebih berharga dan mahal, sehingga (dalam) menangani pengungsi masyarakat Nduga dan masyarakat Jayawijaya (Wamena) harus netral,” katanya.

Ia membandingkan respons pemerintah pusat dan pemprov untuk penanganan pengungsi karena longsor di Sentani dan Wamena, terasa lebih cepat membuka mata dan telinga dibanding pengungsi masyarakat Kabupaten Nduga.

“Padahal pengungsi masyarakat Nduga sudah terbengkalai. Hidupnya tidak nyaman, selama sembilan bulan membutuhkan pertolongan dari pemerintah,” ucapnya.

Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]
Pengungsi Nduga yang sudah 9 bulan terlunta-lunta di daerah pegunungan dan hutan, tanpa bantuan pemerintah. [dokumentasi]

Aleb Koyau, salah satu mahasiswa pada sebuah perguruan tinggai di Jayapura mengatakan, pengungsi masyarakat dari Nduga dan Wamena sama-sama mencari perlindungan dan kenyamanan.

baca juga

Dia mempertanyakan makna lima sila pada Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

“Di manakah sila kedua, ketiga dan kelima yang tertulis di Pancasila? Inikah cara negara kita? Nilai-nilai Pancasila dikemanakan?,” katanya kesal.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Pengacara Surya Anta Cs: Kami Dilarang Setiap Hari Masuk Mako Brimob

Tim Pengacara Surya Anta Cs: Kami Dilarang Setiap Hari Masuk Mako Brimob

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 13:50 WIB

Sakit di Sel Isolasi, Tahanan Politik Papua Surya Anta Dibawa ke RS Brimob

Sakit di Sel Isolasi, Tahanan Politik Papua Surya Anta Dibawa ke RS Brimob

News | Rabu, 09 Oktober 2019 | 13:30 WIB

Pemulihan Trauma Pada Pelajar di Wamena

Pemulihan Trauma Pada Pelajar di Wamena

Foto | Rabu, 09 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Deva Mahenra Bantu Papua Lewat Kopi

Deva Mahenra Bantu Papua Lewat Kopi

Entertainment | Rabu, 09 Oktober 2019 | 06:30 WIB

Jadi Duta Wisata Papua, Deva Mahendra Ceritakan Sulitnya Kondisi di Asmat

Jadi Duta Wisata Papua, Deva Mahendra Ceritakan Sulitnya Kondisi di Asmat

Lifestyle | Selasa, 08 Oktober 2019 | 20:50 WIB

Kirim Seribu Pasukan ke Wamena, Kapolri: Kalau Kurang Kami Tambah Lagi

Kirim Seribu Pasukan ke Wamena, Kapolri: Kalau Kurang Kami Tambah Lagi

News | Selasa, 08 Oktober 2019 | 18:44 WIB

Terkini

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

MaxDecal Luncurkan Teknologi Wrap Terbaru di IMX 2026 Tampilkan Honda NSX Silver

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

7 Cara Menghilangkan Bau Basi Membandel di Magic Com, Nasi Kembali Harum dan Sehat

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Ditargetkan Beroperasi Saat Nataru

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:10 WIB

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:07 WIB

4 Shio yang Dikenal Suka Berbohong untuk Menjaga Citra dan Keuntungan Pribadi

4 Shio yang Dikenal Suka Berbohong untuk Menjaga Citra dan Keuntungan Pribadi

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:03 WIB

Jeda dari Performative Happiness: Tersenyum di Medsos, Lelah di Dunia Nyata

Jeda dari Performative Happiness: Tersenyum di Medsos, Lelah di Dunia Nyata

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Lumiland Sulap Taman Dadaha Jadi Wisata Cahaya

Lumiland Sulap Taman Dadaha Jadi Wisata Cahaya

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:00 WIB

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Terbaru 10 Oktober 2026, Sikat Skin dan Diamond Gratis

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

Pakar Tegaskan Konsekuensi Putusan MK Bukan Mendiskualifikasi, tapi Gibran Terdiskualifikasi

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Anak Takut Salah dan Terobsesi Sempurna? Buku Ini Punya Jawaban Menenangkannya!

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:35 WIB

×