Suara.com - Bukan hanya cendekiawan Emil Salim, Pakar Hukum Tata Negara Feri Salim juga menjadi sasaran amuk anggota DPR RI Fraksi PDI Arteria Dahlan, dalam Mata Najwa "Ragu-Ragu Perpu", yang ditayangkan Trans7 pada Rabu (9/10/2019) malam.
Setelah bertubi-tubi menyerang Emil Salim dengan sebutan 'sesat', pernyataan Arteria Dahlan ditanggapi Feri Amsari.
Namun, saat hendak menjelaskan bahwa DPR-lah yang membutuhkan dewan pengawas, bukan KPK, Feri Amsari terus dipotong Arteria Dahlan.
"Mbak Nana," kata Feri Amsari.
"Ini namanya sesat!" ucap Arteria Dahlan, masih menyalahkan Emil Salim.
Lalu Feri Amsari melanjutkan, "Alasan menariknya kan begini, KPK butuh dewan pengawas..."
Belum menyelesaikan kalimatnya, Feri Amsari dipotong Arteria Dahlan, yang mengatakan, "Sesat!"
Najwa Shihab lantas menengahi dengan meminta Arteria Dahlan untuk berhenti berbicara sejenak.
"Sebentar kita dengarkan, kita dengarkan," ucapnya.
"Sehingga kemudian, karena kerja KPK bermasalah, itu disebabkan, diperlukan dewan pengawas," lanjut Feri Amsari, mengulangi pernyataan Arteria Dahlan sebelum memberikan penjelasan darinya sendiri.
Lagi-lagi, Arteria Dahlan menyela, "Bukan, kamu tahu apa lagi?"
Melihat tingkah Arteria Dahlan, Najwa Shihab pun menegurnya secara lebih tegas.
"Sebentar, kita dengarkan. Ini bukan di DPR! Di sini semua orang menghargai pembicara," seru Najwa Shihab.
Namun, teguran itu tak digubris Arteria Dahlan. Ia terus-terusan menyerang Feri Amsari.
"Kamu tahu apa lagi?" katanya.
"Sebentar, Bung Arteria, sebentar," ujar sang Tuan Rumah Mata Najwa.
Feri Amsari pun memanfaatkan sejenak keheningan untuk lanjut berkata, "KPK kinerja bermasalah, makanya kan..."
Sayangnya, Arteria Dahlan tak bisa menahan diri untuk mendengarkan Feri Amsari sedikit lebih lama.
"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan," kata dia.
"Bung Arteria, sebentar," tegur Najwa Shihab lagi.
"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan. Itu saja," imbuh Arteria Dahlan.
Najwa Shihab tampak kewalahan menghadapi pembicaranya itu, lalu menjelaskan, "Ketika tadi Anda berbicara, semua orang mendengarkan."
Namun tetap saja, emosi Arteria Dahlan tetap tak bisa diredam.
"Enggak, kalimatnya juga, 'gerombolan anggota DPR'. Kamu siapa? Saya katakan begitu," ucapnya pada Feri Amsari.
"Saya warga negara Indonesia," jawab Feri Amsari.
"Betapa terhormatnya kamu."
"Saya warga negara Indonesia."
"Jangan bicara rakyat! Kamu ikut pemilu dulu! Ikut pemilu dulu!"
"Baik," ucap Najwa Shihab, masih berusaha menguasai situasi.
"Kalau kamu ikut pemilu, kamu dipilih, kamu wakil rakyat Indonesia," seru Arteria Dahlan.
"Anda dengarkan juga, ya," sebut Feri Amsari.
Arteria Dahlan kembali memotong, "Jangan bicara wakil rakyat kamu!"
Lalu, Feri Amsari akhirnya bisa meneruskan pernyataannya meski terus-terusan diinterupsi.
"Jadi, Mbak Nana, alasannya, KPK bermasalah kerjanya, oleh karena itu butuh dewan pengawas. Emang DPR bener kinerjanya? Kenapa tidak ada dewan pengawasnya?" tanya Feri Amsari, membuat penonton di studio bertepuk tangan.
Arteria Dahlan hanya bisa menjawab, "Kebangetan itu. Bodoh, bodoh," sambil sedikit tersenyum kecut.
"Setiap tahun proyeknya tidak pernah terpenuhi," imbuh Feri Amsari.
"Waduh ini ahli tata negara enggak bekerja. Ahli tata negara apa kamu?" kata Arteria Dahlan, memotong lagi.
Setelah itu, Feri Amsari menyelesaikan kalimatnya sebelum sesi tersebut ditutup Najwa Shihab.
"Setiap tahun, tidak pernah 10 persen pun proyek itu terpenuhi, tetapi, KPK tidak pernah diawasi dan tidak pernah ada rencana pembubaran, dan kita mendukung KPK karena sederhana, karena KPK selalu ingin dimatikan oleh para politisi, dan kita yakin, KPK sudah di jalur yang benar," tutupnya.
Arteria Dahlan masih tersenyum kecut mendengar pendapat Feri Amsari.
Najwa Shihab pun mengakhiri sesi tersebut dengan wajah tegas dan tatapan tajam, tanpa senyuman.