Arteria Dahlan Terus Potong Feri Amsari, Najwa Kewalahan

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Kamis, 10 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Arteria Dahlan Terus Potong Feri Amsari, Najwa Kewalahan
Najwa Shihab di Mata Najwa - (YouTube/Najwa Shihab)

Suara.com - Bukan hanya cendekiawan Emil Salim, Pakar Hukum Tata Negara Feri Salim juga menjadi sasaran amuk anggota DPR RI Fraksi PDI Arteria Dahlan, dalam Mata Najwa "Ragu-Ragu Perpu", yang ditayangkan Trans7 pada Rabu (9/10/2019) malam.

Setelah bertubi-tubi menyerang Emil Salim dengan sebutan 'sesat', pernyataan Arteria Dahlan ditanggapi Feri Amsari.

Namun, saat hendak menjelaskan bahwa DPR-lah yang membutuhkan dewan pengawas, bukan KPK, Feri Amsari terus dipotong Arteria Dahlan.

"Mbak Nana," kata Feri Amsari.

"Ini namanya sesat!" ucap Arteria Dahlan, masih menyalahkan Emil Salim.

Lalu Feri Amsari melanjutkan, "Alasan menariknya kan begini, KPK butuh dewan pengawas..."

Belum menyelesaikan kalimatnya, Feri Amsari dipotong Arteria Dahlan, yang mengatakan, "Sesat!"

Najwa Shihab lantas menengahi dengan meminta Arteria Dahlan untuk berhenti berbicara sejenak.

"Sebentar kita dengarkan, kita dengarkan," ucapnya.

baca juga

"Sehingga kemudian, karena kerja KPK bermasalah, itu disebabkan, diperlukan dewan pengawas," lanjut Feri Amsari, mengulangi pernyataan Arteria Dahlan sebelum memberikan penjelasan darinya sendiri.

Lagi-lagi, Arteria Dahlan menyela, "Bukan, kamu tahu apa lagi?"

Melihat tingkah Arteria Dahlan, Najwa Shihab pun menegurnya secara lebih tegas.

"Sebentar, kita dengarkan. Ini bukan di DPR! Di sini semua orang menghargai pembicara," seru Najwa Shihab.

Namun, teguran itu tak digubris Arteria Dahlan. Ia terus-terusan menyerang Feri Amsari.

"Kamu tahu apa lagi?" katanya.

"Sebentar, Bung Arteria, sebentar," ujar sang Tuan Rumah Mata Najwa.

Feri Amsari pun memanfaatkan sejenak keheningan untuk lanjut berkata, "KPK kinerja bermasalah, makanya kan..."

Sayangnya, Arteria Dahlan tak bisa menahan diri untuk mendengarkan Feri Amsari sedikit lebih lama.

"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan," kata dia.

"Bung Arteria, sebentar," tegur Najwa Shihab lagi.

"Saya tidak mau ada ruang untuk penyesatan. Itu saja," imbuh Arteria Dahlan.

Najwa Shihab tampak kewalahan menghadapi pembicaranya itu, lalu menjelaskan, "Ketika tadi Anda berbicara, semua orang mendengarkan."

Namun tetap saja, emosi Arteria Dahlan tetap tak bisa diredam.

"Enggak, kalimatnya juga, 'gerombolan anggota DPR'. Kamu siapa? Saya katakan begitu," ucapnya pada Feri Amsari.

"Saya warga negara Indonesia," jawab Feri Amsari.

"Betapa terhormatnya kamu."

"Saya warga negara Indonesia."

"Jangan bicara rakyat! Kamu ikut pemilu dulu! Ikut pemilu dulu!"

"Baik," ucap Najwa Shihab, masih berusaha menguasai situasi.

"Kalau kamu ikut pemilu, kamu dipilih, kamu wakil rakyat Indonesia," seru Arteria Dahlan.

"Anda dengarkan juga, ya," sebut Feri Amsari.

Arteria Dahlan kembali memotong, "Jangan bicara wakil rakyat kamu!"

Lalu, Feri Amsari akhirnya bisa meneruskan pernyataannya meski terus-terusan diinterupsi.

"Jadi, Mbak Nana, alasannya, KPK bermasalah kerjanya, oleh karena itu butuh dewan pengawas. Emang DPR bener kinerjanya? Kenapa tidak ada dewan pengawasnya?" tanya Feri Amsari, membuat penonton di studio bertepuk tangan.

Arteria Dahlan hanya bisa menjawab, "Kebangetan itu. Bodoh, bodoh," sambil sedikit tersenyum kecut.

"Setiap tahun proyeknya tidak pernah terpenuhi," imbuh Feri Amsari.

"Waduh ini ahli tata negara enggak bekerja. Ahli tata negara apa kamu?" kata Arteria Dahlan, memotong lagi.

Setelah itu, Feri Amsari menyelesaikan kalimatnya sebelum sesi tersebut ditutup Najwa Shihab.

"Setiap tahun, tidak pernah 10 persen pun proyek itu terpenuhi, tetapi, KPK tidak pernah diawasi dan tidak pernah ada rencana pembubaran, dan kita mendukung KPK karena sederhana, karena KPK selalu ingin dimatikan oleh para politisi, dan kita yakin, KPK sudah di jalur yang benar," tutupnya.

Arteria Dahlan masih tersenyum kecut mendengar pendapat Feri Amsari.

Najwa Shihab pun mengakhiri sesi tersebut dengan wajah tegas dan tatapan tajam, tanpa senyuman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan: Lah, Ini Belajar Jujur!

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan: Lah, Ini Belajar Jujur!

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:50 WIB

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan Tolak Minta Maaf ke Emil Salim

Dituding Tak Sopan, Arteria Dahlan Tolak Minta Maaf ke Emil Salim

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:39 WIB

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat, Pandji Pragiwaksono Balas Ini

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Sesat, Pandji Pragiwaksono Balas Ini

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:45 WIB

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Dimanfaatkan Komentar Perppu KPK

Arteria Dahlan Sebut Emil Salim Dimanfaatkan Komentar Perppu KPK

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:31 WIB

Arteria Tak Sopan dengan Emil Salim, Andre Rosiade: Suka Meledak-ledak

Arteria Tak Sopan dengan Emil Salim, Andre Rosiade: Suka Meledak-ledak

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 12:21 WIB

Terkini

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

Kejagung 'Obrak-abrik' PT PMM di Surabaya, Sita Dokumen dan Boyong Tersangka ke Jakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:17 WIB

ShopeePay Luncurkan Kampanye "Pulsa & PLN Pasti Murah", Bantu Pengguna Lebih Hemat

ShopeePay Luncurkan Kampanye "Pulsa & PLN Pasti Murah", Bantu Pengguna Lebih Hemat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:13 WIB

Dari Ketua DPRD Sampai Camat, KPK Sisir Pejabat Kuansing Terkait Skandal Jual Beli Jabatan

Dari Ketua DPRD Sampai Camat, KPK Sisir Pejabat Kuansing Terkait Skandal Jual Beli Jabatan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:09 WIB

Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107 Juta, Kemenhaj Usul Jemaah Bayar Rp42,8 Juta

Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik Jadi Rp107 Juta, Kemenhaj Usul Jemaah Bayar Rp42,8 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:07 WIB

Daya Tampung SMA Negeri Terbatas, DPRD Jakarta Temukan Anak 17 Tahun Belum Pernah Sekolah

Daya Tampung SMA Negeri Terbatas, DPRD Jakarta Temukan Anak 17 Tahun Belum Pernah Sekolah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:02 WIB

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Juprizal Ikut Dipanggil!

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Suap Bupati Kuansing, Ketua DPRD Juprizal Ikut Dipanggil!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:00 WIB

Ada Potensi Fraud Rp6 Triliun, BPJS Kesehatan Minta Pengawalan KPK

Ada Potensi Fraud Rp6 Triliun, BPJS Kesehatan Minta Pengawalan KPK

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:53 WIB

RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan

RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49 WIB

Sasar Orang Mampu, Pramono Anung Godok Ulang Kenaikan Tarif Transjakarta dan Subsidi

Sasar Orang Mampu, Pramono Anung Godok Ulang Kenaikan Tarif Transjakarta dan Subsidi

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:46 WIB

JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung

JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:45 WIB

×