Wiranto Diincar Teroris Sejak 22 Mei, Ancaman Pembunuhan Jadi Nyata

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:40 WIB
Wiranto Diincar Teroris Sejak 22 Mei, Ancaman Pembunuhan Jadi Nyata
Wiranto ditusuk.

Suara.com - Bak petir di siang bolong, Kamis (10/10/2019), publik dikejutkan oleh peristiwa penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Wiranto yang mengenakan batik hijau lengan panjang dan mengenakan peci, sedang bersalaman dengan petugas kepolisian yang berdiri di hadapannya untuk menyambut.

Di belakang polisi tersebut berdiri seorang pria tak dikenal berkemeja hitam dan bercelana panjang putih, dan langsung membalikkan badan sejajar dengan Wiranto dan menghunuskan pisau ke perut Wiranto.

Wiranto tampak terhuyung dan jatuh di sekitar kerumunan sejumlah orang yang menyambut dan sedang memfoto.

Wiranto terjatuh!

Ada juga foto yang tersebar menggambarkan Wiranto dengan perban menutupi luka di perut bagian kirinya sedang diangkut dengan tandu di rumah sakit.

Dikabarkan Wiranto dirawat di RSUD setempat.

Sementara penusuknya sudah diamankan oleh pihak berwajib. Terdapat foto yang memperlihatkan wajah terduga penusuk yang duduk di lantai sembari kakinya selonjoran dan dengan tangan terikat.

Penusukan atas Wiranto ini menjadi bukti nyata bahwa ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara, benar adanya.

Wiranto dalam jumpa pers di Media Center Kemenkopolhukam pada 28 Mei lalu menyebutkan bahwa ada ancaman pembunuhan terhadap empat pejabat negara, yakni terhadap dirinya, lalu terhadap Luhut B Panjaitan (Menko Kemaritiman), Budi Gunawan (Kepala BIN), dan Gories Mere (Stafsus Presiden bidang intelijen dan keamanan).

Mantan Panglima ABRI itu juga menyebutkan tidak hanya empat pejabat negara yang mendapatkan ancaman untuk dibunuh, melainkan ada pejabat lain yang mendapatkan ancaman serupa.

"Memang yang diancam tidak hanya empat orang, ada pejabat-pejabat lain yang juga diancam seperti yang saya alami. Tapi, saya kira, kita tidak perlu surut dengan ancaman itu," kata Wiranto saat itu.

Saat itu publik sedang digemparkan dengan pengungkapan dari Polri dan pihak intelejen yang berhasil meringkus enam tersangka pemilik senjata api, yaitu HK alias Iwan, AZ, IR, TJ, AD, dan seorang wanita berinisial AF alias Fifi.

Mereka merupakan kelompok ketiga yang sebelumnya disebut-sebut menunggangi aksi massa pada 21-22 Mei di Jakarta. Seluruhnya ditangkap secara estafet di wilayah Jakarta, Bogor, dan Bandara Soekarno-Hatta, pada 21 dan 24 Mei 2019.

Saat itu Wiranto dan pejabat lainnya akan tetap teguh dalam menegakkan kebenaran dan menegakkan keamanan nasional.

"Memang rencana pembunuhan kepada pejabat itu, kan, ditujukan atau dimaksud untuk memberikan rasa takut agar pejabat yang bersangkutan kemudian mengurangi aktivitasnya, lemah. Tetapi kita tidak seperti itu," ujar Wiranto menegaskan.

Mantan Ketua Umum Partai Hanura itu menambahkan, meskipun ada ancaman pembunuhan atas dirinta dan sejumlah pejabat lainnya, dia akan tetap bekerja keras sesuai dengan prosedur yang ada.

"Orientasi kami adalah mengamankan keselamatan negara," kata Wiranto.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga mengungkapkan soal ancaman pembunuhan terhadap sejumlah pejabat negara itu.

Dasar yang digunakan dalam pengungkapan ancaman pembunuhan itu adalah dari berita acara pemeriksaan terhadap para tersangka yang ditahan polisi.

"Dasar kami sebenarnya hanya BAP yang resmi. Hasil pemeriksaan para tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan informasi intelijen," kata Kapolri bersama Menkopolhukam, saat itu.

Sedangkan satu pemimpin lembaga survei yang juga menjadi target pembunuhan, Kapolri enggan menyebutkannya.

Menurut Kapolri, setelah mendapatkan laporan adanya rencana pembunuhan kepada para tokoh nasional yang juga pejabat negara serta satu pimpinan lembaga survei, pihaknya langsung memberikan pengamanan dan pengawalan kepada yang bersangkutan.

"Ini para pelakunya yang disuruh untuk melakukan eksekusi sudah ditangkap," katanya lagi.

Kini ancaman itu menjadi nyata dengan penusukan atas Wiranto di Pandeglang.

Ketika ancaman pembunuhan itu diungkapkan pada Mei lalu, ada isu yang menyebutkan bahwa informasi itu hanya rekayasa.

Kapolri menepis isu itu. Tito menegaskan kerja penyidik bisa dipertanggungjawabkan.

"Saya ingin klarifikasi lagi karena adanya mulai ada isu-isu yang menyatakan bahwa penangkapan-penangkapan yang kita lakukan berkaitan dengan senjata, kemudian keterangan pers dari Kadiv Humas Polri dan Kapuspen TNI, adanya rencana pembunuhan itu rekayasa," kata Kapolri  Tito.

Menkopolhukam Wiranto dikabarkan masuk IGD RSUD Berkah Pandeglang, bersama Kapolsek dan salah satu ajudannya, di Pandeglang.

Suasana di RUD Berkah Pandeglang saat ini ramai dikunjungi warga yang ingin menyaksikan keadaan saat ini. Selain itu puluhan aparat kepolisian juga berjaga-jaga di sekitar RSUD Pandeglang.

Belum ada pihak terkait yang bisa dikonfirmasi atau memberikan keterangan terkait kejadian penusukan yang dialami Menkopolhukam Wiranto usia peresmian gedung Mathlaul Anwar di Menes Pandeglang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Penusukan Terhadap Wiranto

Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Penusukan Terhadap Wiranto

Banten | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:38 WIB

Wiranto Ditusuk, Warga di Rumah Sakit: Orang Banten Tidak Seperti Itu

Wiranto Ditusuk, Warga di Rumah Sakit: Orang Banten Tidak Seperti Itu

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:38 WIB

Densus 88 Ikut Periksa Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto

Densus 88 Ikut Periksa Pelaku Penusukan Menkopolhukam Wiranto

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:35 WIB

Tusuk Wiranto, Abu Rara dan Istri Tak Alami Luka-luka

Tusuk Wiranto, Abu Rara dan Istri Tak Alami Luka-luka

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:33 WIB

Identitas Lengkap Penusuk Wiranto, Suami Istri dan Terpapar ISIS

Identitas Lengkap Penusuk Wiranto, Suami Istri dan Terpapar ISIS

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:24 WIB

Wiranto Diserang Pasutri, Ditusuk Pakai Gunting Secara Membabi Buta

Wiranto Diserang Pasutri, Ditusuk Pakai Gunting Secara Membabi Buta

News | Kamis, 10 Oktober 2019 | 14:20 WIB

Terkini

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB